<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830</id><updated>2012-02-02T00:23:16.554-08:00</updated><title type='text'>Cuap-Cuap Nabi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5808038234612490905</id><published>2012-01-15T20:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T20:43:42.969-08:00</updated><title type='text'>Menabung demi Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SRaEAMO_kZc/TxOq5YwhJ2I/AAAAAAAAAwU/_Hwmw66ZS0s/s1600/DSC01245.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SRaEAMO_kZc/TxOq5YwhJ2I/AAAAAAAAAwU/_Hwmw66ZS0s/s200/DSC01245.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698085856429025122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span &gt;Rasanya seperti kesamber petir saat mendengar nominal dana yang harus disiapkan untuk bergabung dalam sebuah &lt;i&gt;adventurous diving trip&lt;/i&gt; ke Raja Ampat. Perut  saya mendadak melintir dan kepala nyut-nyutan saat diberitahu bahwa harga paket diving belum termasuk dengan tiket pesawat. Saya cuman bisa melilit jari-jari tangan saya di ujung baju sambil berfikir keras mempertimbangkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat dana yang akan dikeluarkan bukan dana becandaan, beberapa tahun yang lalu saya pernah menggagalkan keinginan untuk pergi ke Raja Ampat. Saya memilih untuk melakukan perjalanan ke 5 negara di Asia Tenggara. Herannya, dana yang saya habiskan dalam perjalanan di Asia Tenggara jauh lebih bersahabat daripada dana ke Raja Ampat. Hal ini yang menyebabkan bukan hanya saya saja, tapi banyak juga teman maupun kenalan akhirnya menggagalkan rencana mengunjungi Raja Ampat karena lebih memilih untuk melancong ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Diving trip&lt;/i&gt; yang akan saya lakukan bersama dengan teman-teman adalah paket &lt;i&gt;Live Aboard (LOB)&lt;/i&gt;, jadi setiap peserta dalam group diharuskan untuk membayar uang muka 9 bulan sebelum jadwal perjalanan sebagai bentuk komitmen apakah kami semua bener-bener serius pengen diving di Raja Ampat!! Kebayang ga sih, udah bayar mahal, tapi komitmen masih juga dipertanyakan? Akhirnya saya tau kenapa dibutuhkan komitmen yang besar dan pembayaran tepat waktu untuk ikut LOB diving trip. Hal ini karena jadwal kapal yang penuh sepanjang tahun membuat banyak penyelam berlomba-lomba untuk mendapatkan &lt;i&gt;slot&lt;/i&gt; di kapal dan jadwal &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt;. Bahkan tidak sedikit yang harus menunggu sampai 2 tahun untuk ke Raja Ampat! Saya dan teman-teman beruntung karena hanya menunggu selama 9 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tekad sebesar baja, walaupun dengan keadaan finansial yang sedang terseok-seok, saya berusaha menyisihkan uang setiap bulannya demi pergi ke Raja Ampat. Kampanye “Perencanaan Keuangan” ala Ligwina Hananto seketika luluh lantak dan saya mulai menyisihkan uang dengan menutup mata saat ada Zara sale, bolos nonton konser penyanyi-penyanyi terkenal, dana kongkow dan ajrut-ajrutan dikurangi secara signifikan untuk melunasi cicilan di bank. Saya rela melakukan apa saja asal bisa ke Raja Ampat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembayaran uang muka dilakukan, yang menguntungkan adalah pembayaran selanjutnya menggunakan sistem cicilan yang harus diselesaikan 3 bulan sebelum perjalanan dilakukan. Percaya ga percaya, saya mengambil inisiatif untuk meminta pinjaman jangka pendek selama 6 bulan dengan bunga 0% dari bank untuk mendanai perjalanan ini.  Tentunya ini banyak memberikan dorongan dan paksaan untuk saya segera menyelesaikan pembayaran. Yang lebih menyenangkan adalah semua pengeluaran utama perjalanan ini sudah saya selesaikan bahkan sebelum perjalanan dilakukan! *kipas-kipas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran berapa besar kira-kira dana yang dibutuhkan untuk mengikuti &lt;i&gt;LOB Diving Trip&lt;/i&gt; di Raja Ampat? Paket LOB lengkap akan menghabiskan dana minimal 12 juta. Tiket pesawat PP Jakarta – Sorong sekitar 3 – 4.5 juta. Bagi yang tidak memiliki perlengkapan &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt;, tambahan biaya sewanya kurang lebih 90 ribu/hari. Dana hura-hura saat merapat di Sorong juga harus diperhitungkan. Silakan dihitung estimasi total perjalanan ini ya! *Kalkukaltor ilang, balada orang ga pinter matematika*   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seneng banget pada akhirnya semua jerih payah menabung membawa keberhasilan sehingga saya bisa menyambangi Raja Ampat dan mencicipi keindahan alam bawah lautnya. Mau pergi ke tempat bagus emang butuh perjuangan. Terus terang saya ga menyesal sama sekali menghabiskan uang banyak untuk &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt; di Raja Ampat. Karena saya ga hanya punya pengalaman &lt;i&gt;diving&lt;/i&gt; yang seru di negeri sendiri, tapi dapat kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan beberapa teman baru. Inti perjalanan ini seperti orang bule biasa bilang &lt;i&gt;“The trip was worth it!!”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hayuk mulai nabung dari sekarang buat yang pengen ke Raja Ampat. Atau, carilah cara kreatif untuk mendanai perjalanan kamu! &lt;i&gt;Good luck!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5808038234612490905?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5808038234612490905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2012/01/menabung-demi-raja-ampat.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5808038234612490905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5808038234612490905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2012/01/menabung-demi-raja-ampat.html' title='Menabung demi Raja Ampat'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SRaEAMO_kZc/TxOq5YwhJ2I/AAAAAAAAAwU/_Hwmw66ZS0s/s72-c/DSC01245.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4824793835606326469</id><published>2012-01-06T04:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T19:37:52.360-08:00</updated><title type='text'>Pesona Keajaiban Raja Ampat</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TAQVbQMU90Y/TwpzvzH-c3I/AAAAAAAAAvk/4pjP5ix6bbk/s1600/Resize%2BWayag.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695491943778120562" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-TAQVbQMU90Y/TwpzvzH-c3I/AAAAAAAAAvk/4pjP5ix6bbk/s320/Resize%2BWayag.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketenaran RAJA AMPAT dalam beberapa tahun terakhir memang santer terdengar baik di Indonesia maupun dunia. Tak salah kalo wilayah laut ini jadi primadona destinasi perjalanan di Indonesia saat ini. Kebanyakan penyelam berburu untuk mengunjungi wilayah eksotik ini demi melihat kecantikan alam bawah laut Raja Ampat yang spektakuler. Tak kalah, para photographer handal juga berlomba-lomba mengabadikan keindahan gugusan pulau-pulau di Raja Ampat melalui lensa kamera mahal itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 3 tahun mimpi mengunjungi Raja Ampat tertunda, akhirnya Desember 2011 lalu saya bergabung dalam sebuah &lt;i&gt;adventurous diving trip&lt;/i&gt; yang di pelopori oleh Trinity dan KK Duo Hippo Dinamis. Diving trip ini seru banget, karena kami menginap di kapal phinisi bernama &lt;a href="http://www.komodoalordive.com/RajaAmpatExplorer.htm"&gt;Raja Ampat Explorer&lt;/a&gt; yang sudah dimodifikasi sedemikian cantik dan nyamannya untuk ditinggali. Kapal inilah yang membawa kami berlayar dan berkelana menikmati keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang tersohor selama 7 hari.&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampakan kapal Raja Ampat Explorer terlihat kecil. Tapi siapa yang nyangka kalau kapal ini punya fasilitas keren seperti tempat tidur yang nyaman lengkap dengan AC dan kamar mandi dalam. Ada ruangan khusus untuk tempat makan bersama yang komplit dengan TV dan DVD juga &lt;i&gt;station&lt;/i&gt; khusus buat &lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; alat-alat elektronik. Makanan yang tersedia dijamin selalu enak dan mengenyangkan. Diving stationnya juga luas dan teratur yang memudahkan kami untuk melakukan persiapan diving. Tapi yang lebih penting lagi adalah para divemasters dan anak buah kapalnya lucu-lucu, asik-asik dan ganteng-ganteng!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas kami sepanjang hari di kapal kebanyakan diisi dengan makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya.. masih sama, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil! Besoknya lagi.. masih sama juga, makan, tidur, diving, berjemur, maen ke pantai dan foto-foto gokil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari kami &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt; ke puncak Wayag untuk menikmati cantiknya Raja Ampat. Medan &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt; yang cukup curam membuat betis kami mengencang, lutut kami gemetar dan napas kami ngos-ngosan! Namun perjuangan &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt; yang cukup berat terbayar saat berada di puncak Wayag karena kami langsung disuguhi pemandangan gugusan pulau-pulau karang yang tertutupi dengan pepohonan hijau yang berpadu dengan air laut berwarna &lt;i&gt;turquoise&lt;/i&gt; dan pasir putih. Selepas &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt; kami tidak membuang kesempatan bermain di pantai berpasir putih yang menawan dan berenang di air laut berwarna kehijauan yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam bawah laut Raja Ampat emang harus diacungi jempol karena kaya akan keragaman jenis ikannya. Kami ga pernah bosan dihibur oleh segala jenis ikan kecil berwarna-warni yang kebanyakan berseliweran secara berkelompok. Pemandangan dalam laut tampak selalu penuh dan berwarna akan kehadiran mereka. Belum lagi dalam beberapa dive kami menemukan Carpet Shark yang unik yang biasa disebut Wobegong Shark sedang asik tertidur. Terkadang mereka berkamuflase di pasir atau bersembunyi di bawah karang-karang yang membuat aktifitas berburu Wobegong Shark di dalam laut semakin menantang! Sensasi melihat 7 &lt;i&gt;Manta rays&lt;/i&gt; berenang-renang di atas kepala kami juga membuat pengalaman &lt;i&gt;dive&lt;/i&gt; di Raja Ampat sangat berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu &lt;i&gt;dive spot&lt;/i&gt; yang menjadi favorit saya adalah &lt;i&gt;Blue Magic&lt;/i&gt;. Dari namanya saja sudah bisa dipastikan &lt;i&gt;dive spot&lt;/i&gt; ini menawarkan keajaiban yang tak terlupakan. Saat mulai menyelam, kami langsung disambut oleh &lt;i&gt;Black tip shark&lt;/i&gt; yang sedang asik berenang tidak jauh dari pandangan kami. Rombongan &lt;i&gt;fusilier fish&lt;/i&gt; dan beragam jenis &lt;i&gt;reef fish&lt;/i&gt; lainnya ikut berpartisipasi menyemarakkan pemandangan bawah laut. Sembari menyusuri daerah terumbu, kami melihat ada satu &lt;i&gt;Wobegong shark&lt;/i&gt; yang sedang tertidur nyenyak di bawah &lt;i&gt;cabbage coral&lt;/i&gt; yang besar. Saat sedang melihat ikan-ikan kecil dan mahluk-mahluk laut lainnya, kehadiran puluhan &lt;i&gt;trevally&lt;/i&gt; fish yang berkumpul membentuk sebuah pusaran menambah keindahan laut pagi itu. Belum habis kami terpikat dengan keindahan &lt;i&gt;Blue Magic&lt;/i&gt;, kami dikejutkan dengan kedatangan &lt;i&gt;Manta ray&lt;/i&gt; yang sedang berenang dengan indahnya bak seorang penari di sekeliling kami. Ugghh, kalau aja oksigen di tabung kami ga segera habis, kami pasti rela berlama-lama untuk melihat pemandangan indah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona keajaiban Raja Ampat baik di permukaan dan di bawah laut ga mudah digambarkan melalui kata-kata. Pantai berpasir putih yang lembut bukan tipuan belaka. Alam bawah lautnya benar-benar menyajikan kemeriahan warna-warni terumbu karang serta kecantikan segala jenis ikan kecil dan besar. Buat yang doyan jalan-jalan, suka menyelam dan gemar memotret, pastinya akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri untuk bisa menyambangi Raja Ampat yang menjadi &lt;i&gt;“hidden gem”&lt;/i&gt; negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695492180957372130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bjafanb1FE0/Twpz9mr6nuI/AAAAAAAAAvw/j3o9mXMUzu4/s320/resize%2BIMG_2349.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;*Trip ini ga akan berkesan tanpa kegokilan kalian: &lt;a href="http://naked-traveler.com/"&gt;Trinity&lt;/a&gt;, &lt;a href="https://twitter.com/#!/DuoHippoDinamis"&gt;KK dari Duo Hippo Dinamis&lt;/a&gt;, Udin, &lt;a href="https://twitter.com/#!/indrafeb"&gt;Indra&lt;/a&gt;, Bintang, &lt;a href="https://twitter.com/#!/taruards"&gt;Ardi&lt;/a&gt;, &lt;a href="https://twitter.com/#!/kosasih_"&gt;Randy&lt;/a&gt;, Junichi, &lt;a href="https://twitter.com/#!/mscomplaint"&gt;Ms. Complaint&lt;/a&gt;, Fanly, Hendra, Michel, Laki, Om Joni "Raja Potas", Krist, Jon, Achoo, Bli Made dan seluruh Raja Ampat Explorer lainnya!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4824793835606326469?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4824793835606326469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2012/01/pesona-keajaiban-raja-ampat.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4824793835606326469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4824793835606326469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2012/01/pesona-keajaiban-raja-ampat.html' title='Pesona Keajaiban Raja Ampat'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TAQVbQMU90Y/TwpzvzH-c3I/AAAAAAAAAvk/4pjP5ix6bbk/s72-c/Resize%2BWayag.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3890442575778716592</id><published>2011-12-22T23:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T01:56:21.442-08:00</updated><title type='text'>If you ever go to New Zealand..</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;i&gt;"IF YOU EVER GO TO NEW ZEALAND... YOU HAVE TO DO SKYDIVE!!"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan tersebut menggelitik andrenalin saya..&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya menginjakkan kaki di New Zealand beberapa waktu lalu, tanpa berfikir panjang saya memutuskan untuk mencoba Skydive. Saya akui saya nervous berat dan ketakutan setengah mati beberapa saat sebelum saya naik ke pesawat. Namun adrenalin rush yang saya rasakan saat meloncat dari pesawat dan pengalaman terbang di udara di atas kota Wanaka yang hari itu tampak spektakuler membuat saya akan mengingat pengalaman ini seumur hidup saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video di bawah ini merupakan dokumentasi pengalaman Skydive saya di Wanaka New Zealand. Jangan ketawain tampang culun saya yang terlihat ketakutan yaah! Yukkk kita liat videonya!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;iframe width="480" height="270" src="http://www.youtube.com/embed/LquJ7fiwsFE?fs=1" frameborder="0" allowfullscreen=""&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3890442575778716592?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3890442575778716592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/12/if-you-ever-go-to-new-zealand.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3890442575778716592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3890442575778716592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/12/if-you-ever-go-to-new-zealand.html' title='If you ever go to New Zealand..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/LquJ7fiwsFE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-9050313014552115628</id><published>2011-12-14T06:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T23:17:37.440-08:00</updated><title type='text'>Serba-serbi traveling..</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AlFTxqarIgg/Twvl_4RJd5I/AAAAAAAAAv8/7Z-sNvWVLM4/s1600/kakiku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 172px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AlFTxqarIgg/Twvl_4RJd5I/AAAAAAAAAv8/7Z-sNvWVLM4/s200/kakiku.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695899039338952594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Traveling, menurut kacamata saya sebagai pemula dalam dunia traveling berpendapat kalo traveling ga bisa dipandang hanya dari satu sudut dan sisi saja. Gimana juga hanya bisa dipandang dari satu sudut? Wong hal yang berkaitan dengan traveling ini banyak kok. Kayaknya asik nih ngebicarain serba-serbi traveling. Sebenarnya, apa aja sih yang hinggap dipikiran kita saat mikirin traveling?&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Tempat tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yay!! Mikirin tempat tujuan emang hal yang paling seru dan asik saat ide traveling muncul. Karena inti dari traveling tak lain tak bukan adalah mengunjungi suatu tempat yang menarik. Jadi tentu harus dipikirkan mau ke negara mana? Mau ke kota apa? Mau ke desa? Mau ke pantai? Mau ke gunung? Mau mengunjungi siapa? Mau mau mau mau mau!! Pokoknya semua mau kamu harus bisa diakomodasi di tempat tujuan traveling supaya kepuasan traveling kamu tentunya akan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Tujuan traveling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mau nyoba kuliner lokal? Mau mempelajari budaya lain? Mau belajar bahasa baru? Mau cari temen baru? Mau nambahin cap baru di passport? Mau adventure? Mau shopping? Mau dugem? Mau voluntary service? Mau sekolah? Mau bisnis? Mau lari dari kenyataan? Mau menyembuhkan patah hati? Terserah deh, yang penting apapun pilihan traveling kamu, pastikan kamu menikmati semua itu dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Gaya traveling: Solo vs Group&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pilihan gaya traveling biasanya ada relasinya dengan kepribadian kamu atau kebanyakan kepepet sama keadaan. Pengennya sih traveling bareng temen, tapi temen lagi bokek dan jadwal cuti ga disetujui sama boss yang mengakibatkan traveling bareng luluh lantak!! Akhirnya solo traveling menjadi pilihan.&lt;br /&gt;Lucunya, ga semua orang nyaman traveling sendiri. Anehnya, ga semua orang juga nyaman traveling dalam rombongan besar. Ada juga yang hanya nyaman traveling dalam kelompok kecil. Tapi ada juga orang-orang tipe “loner” atau “hardcore traveler” yang ga pernah punya masalah walaupun harus traveling sendirian walau ke negeri antah berantah sekalipun. Traveling bersama sekelompok sahabat juga menyenangkan dan seru kok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4.Tempat tinggal: Hostel vs Hotel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beda huruf S ditengah aja ternyata bikin perbedaan antara hostel dan hotel menjadi sangat signifikan! Hostel diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang cukup nyaman dengan fasilitas terbatas tapi murah meriah. Hotel tentunya diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang penuh dengan kenyamanan tingkat tinggi, servis lengkap dan mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Model Tas: Koper vs backpack&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hayooo, mau pake koper ato backpack? Ada yang bilang bawa koper lebih enak, karena ada rodanya jadi tinggal ditarik aja. Ga pake encok pegel linu! No no no, enakan bawa backpack, simple tinggal digendong di punggung aja! Well, sekali lagi model tas pun menjadi topik menarik saat membicarakan soal traveling. Walopun kamu mengaku seorang backpacker sejati, tapi masak dalam sebuah business trip kamu nekat mau bawa backpack? Ntar baju-baju kantor untuk meeting presentasi penting jadi kusut semua. Kalau backpack tentunya lebih praktis apalagi untuk perjalanan yang berpindah-pindah kota dalam kurun waktu yang cukup pendek. Jadi memilih model tas juga harus disesuaikan dengan kepentingan dan kenyamanan traveling kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Maskapai penerbangan: Low Cost vs Full board&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jaman dulu memang full board airlines selalu menjadi pilihan utama saat traveling karena jangkaun rute-nya jauh lebih beragam. Tapi saat ini tidak sedikit nama-nama budget airlines (Low Cost) yang saat ini berkibar untuk menggelitik hasrat traveling kita. Jadi memilih maskapai penerbangan juga bukan hal yang memusingkan kok. Lagi-lagi, sesuaikan dengan budget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Cara Traveling: Independet vs Tour Agent&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang doyan traveling gaya backpacking sudah dipastikan lebih memilih cara independent. Milih tempat tinggal sendiri. Milih moda transportasi sendiri. Milih jalur traveling sendiri. Milih objek wisata yang mau dikunjungi sendiri. Milih ngurus budget sendiri. Pokoknya, ngurus apa-apa sendiri adalah model traveling independent. Kalau boleh dirangkum sih model traveler independent itu… doyan baca peta sendiri untuk mengeksplor suatu tempat dengan bantuan dari source yang terbatas dan senang tersesat!!&lt;br /&gt;Sedangkan yang memilih gaya traveling dengan tour agent, kebanyakan adalah orang-orang yang ga suka ribet dan tentunya punya duit lebih (penting nih!). Karena suka dengan apa-apa yang serba simple, lebih memilih untuk tidak mengalami kerumitan dalam traveling.  Enak kan, apa-apa udah diurusin dari A to Z. Dari keberangkatan sampe pulang.  Ga pake bingung dan ga pake tersesat. Semuanya lantjar djadja dan aman sentosa. Oh Indahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Biaya: Murah Meriah vs Mewah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau emang ga mampu tinggal di hotel berbintang lima saat traveling, tinggal di hotel bintang kejora asal bersih dan aman juga bisa menjadi pilihan untuk yang budgetnya terbatas. Kalau biaya traveling tidak memungkinkan untuk menggunakan pesawat terbang, tetap ada pilihan bis ataupun kapal. Masalah biaya semua bisa diatur. Kalau tidak bisa traveling mewah, traveling murah meriah juga bisa jadi seru dan tetap memorable. Intinya, kalau udah masuk soal biaya, tentunya tergantung dengan keadaan financial masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara backpack dan koper bukanlah sebuah issue yang harus diperdebatkan. Perbedaan antara traveling independent  dan ikutan tour agent juga bukan masalah keren-kerenan. Perbedaan hostel dan hotel juga bukan masalah gaya-gayaan. Inti traveling itu simple kok! Ga peduli gaya, cara dan budget karena semua itu tergantung dengan kebutuhan, keinginan dan kepentingan masing-masing. Jadi yang paling penting untk diingat adalah kita semua SHARING SATU PASSION YANG SAMA yaitu TRAVELING!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-9050313014552115628?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/9050313014552115628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/12/serba-serbi-traveling_14.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/9050313014552115628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/9050313014552115628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/12/serba-serbi-traveling_14.html' title='Serba-serbi traveling..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AlFTxqarIgg/Twvl_4RJd5I/AAAAAAAAAv8/7Z-sNvWVLM4/s72-c/kakiku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-1519983711650703030</id><published>2011-09-01T23:25:00.001-07:00</published><updated>2011-09-03T03:00:12.791-07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Mandi Air Soda</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-czJQHL5CSi0/TmB3a9WDeoI/AAAAAAAAAqs/kP3R70VPyc8/s1600/DSC01935flipflops.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-czJQHL5CSi0/TmB3a9WDeoI/AAAAAAAAAqs/kP3R70VPyc8/s200/DSC01935flipflops.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647645237749971586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;“Aku lagi di Tarutung, mandi air soda!! Asik banget! Dadah..”&lt;/i&gt;  Tiba-tiba hubungan telepon saya dengan Friska, teman kantor saya putus begitu saja. Meninggalkan saya sendiri dengan rasa penasaran. &lt;i&gt;“Air soda? Beneran ga sih?”&lt;/i&gt; saya membatin serasa tidak percaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Rasa penasaran saya akhirnya terbayarkan, di hari saya mengunjungi pemandian air soda yang berlokasi di Desa Parbubu, Tarutung, Sumatera Utara. Bentuk kolam pemandiannya sangat sederhana dan tidak dikenakan biaya masuk karena tempat tersebut memang merupakan kolam pemandian umum bagi penduduk sekitar. Jadi jangan kaget kalau di satu sudut kolam terlihat beberapa orang yang asik bersabun atau mencuci rambut mereka. Setelah itu dengan santainya nyebur ke kolam untuk membersihkan diri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;Eeeww&lt;/i&gt;, pasti kalian berfikir kalau air kolam kotor, jorok dan penuh kuman. Faktanya berbanding terbalik, air yang ada di kolam tersebut sangat bersih dan jernih. Hal ini terjadi karena air selalu keluar dari sumber mata air yang berada di dasar kolam dan otomatis mengalir keluar kolam membawa semua kotoran dan kuman secara natural. Uniknya lagi, karena posisi kolam berada di pinggiran sawah, air yang keluar dari kolam digunakan untuk mengairi sawah di sekitar daerah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kolam pemandian air panas dengan mudah bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, terutama di daerah pegunungan. Tapi kolam pemandian air soda merupakan kejadian alam yang istimewa yang jarang bisa ditemukan di Indonesia, bahkan dunia. Pengen tau gimana rasanya berenang dan berendam di air soda? Rasanya seperti berendam dalam jutaan gallon sprite panas! Menggigit-menggigit gimana gitu! Mantap banget deh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Serunya lagi, saya bisa menyelam untuk melihat keadaan dasar kolam yang banyak terdapat bebatuan sulfur berwarna oranye. Bebatuan inilah yang menjadi sumber mata air soda yang keluar berupa air dan gelembung-gelembung udara kecil. Gelembung udara inilah yang memberikan efek soda di dalam kolam saat menyentuh kulit saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kolam pemandian yang berlokasi di sudut persawahan memberikan saya kesempatan untuk memanjakan diri di dalam air soda yang panas dan menikmati pemandangan hamparan sawah yang hijau beserta para petani yang sedang sibuk bekerja saat itu. Perbukitan hijau juga menambah cantiknya pemandangan alam Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pengalaman ini tentunya merupakan salah satu pengalaman &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt; yang tidak akan saya lupakan dan mengingatkan saya kembali bahwa Indonesia tidak kalah unik dan cantik dibanding negara-negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-1519983711650703030?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/1519983711650703030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/09/aku-lagi-di-tarutung-mandi-air-soda.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1519983711650703030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1519983711650703030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/09/aku-lagi-di-tarutung-mandi-air-soda.html' title='Nikmatnya Mandi Air Soda'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-czJQHL5CSi0/TmB3a9WDeoI/AAAAAAAAAqs/kP3R70VPyc8/s72-c/DSC01935flipflops.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3260743915947631139</id><published>2011-08-25T21:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T06:34:43.866-07:00</updated><title type='text'>Cewe Solo Travel? Siapa Takut!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Cewe cenderung selalu banyak pertimbangan dan kekuatiran saat memutuskan untuk &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt;, apalagi &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt; sendirian, atau yang lebih dikenal dengan sebutan &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. Sebenarnya bukan hanya kita sih yang kuatir. Teman bahkan keluarga besar pun biasanya ikut kuatir. Apalagi yang punya pacar! Jadi makin &lt;i&gt;rempong cyinn&lt;/i&gt;! Akibat kekuatiran mereka, ga jarang beberapa teman cewe saya harus membatalkan rencana dan mimpi &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt; mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa tahun belakangan ini saya memang sering melakukan &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. Sama seperti yang lain, awalnya saya juga sempet gugup dan resah. Pengalaman tinggal dan bekerja di negara orang beberapa tahun pun ga sanggup menenangkan kegugupan saya untuk &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. Bahkan, satu malam sebelum keberangkatan saya dalam sebuah perjalanan panjang, saya hampir menyerah dan sempat terlintas untuk membatalkan perjalanan. Tapi, kalau mengingat uang yang sudah saya investasikan dalam bentuk tiket dan banyaknya waktu yang terbuang untuk melakukan &lt;i&gt;research&lt;/i&gt; di internet dan membaca beberapa buku panduan, saya ga rela!! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, saya memutuskan untuk nekat. Karena kalau saya ga pernah mencoba, saya ga akan pernah tau bagaimana sensasi melakukan&lt;i&gt; solo travel&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;? Saya juga ga akan punya pengalaman yang bisa saya bagikan dengan teman-teman, &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, setelah melakukan perjalanan, banyak pertanyaan-pertanyaan pengulangan terlontar dari teman-teman yang penasaran seperti apa &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; rasanya melakukan &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“GA TAKUT TRAVELING SENDIRIAN?”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Takut adalah satu rasa yang ga akan pernah bisa dihindari. Takut dan &lt;i&gt;excited&lt;/i&gt; biasanya adalah kombinasi perasaan terkuat yang dirasakan banyak orang, apalagi saat akan melakukan sebuah perjalanan. &lt;i&gt;“Duh, gimana ya kalo nanti tersesat?" "Duh, gimana ya nanti kalo ada yang gangguin saya?" "Duh, gimana ya kalau kehabisan duit?"&lt;/i&gt; Semua pertanyaan kekuatiran itu mendadak muncul. Tapi pada saat yang sama perasaan juga bercampur aduk dengan kegembiraan. &lt;i&gt;“Asyik, saya mau lihat Angkor Wat di Kamboja!” “Asyik saya mau main di Disneyland Hong Kong!”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau perasaan takut itu selalu menjadi penghalang buat saya untuk &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;, saya ga akan pernah punya keberanian untuk menjelajah misteri dunia ini. Salah satu pelajaran terpenting dari &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt; buat saya pribadi adalah mengajarkan saya untuk keluar dari &lt;i&gt;comfort zone&lt;/i&gt;. Karena kemauan untuk keluar dari &lt;i&gt;comfort zone&lt;/i&gt;, saya makin banyak mengenali potensi diri karena banyak hal yang saya bisa lakukan yang dulunya ga pernah saya pikirkan. Ingat saja, sepanjang kita melakukan perjalanan dengan menggunakan &lt;i&gt;common sense&lt;/i&gt;, perjalanan akan terasa lebih menyenangkan dan aman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“GA BOSEN SENDIRIAN?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pikir saya akan cengok sendirian saat perjalanan. Saya pikir saya akan nelangsa sendirian saat duduk di bus. Saya pikir saya akan mengunjungi tempat-tempat wisata sendirian saat &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. Ternyata saya salah! Sepanjang perjalanan saya ga pernah sendirian, karena banyak teman baru yang saya temui di jalan. Awalnya hanya saling lempar senyum, lalu berlanjut jadi temen ngobrol, lalu berlanjut jadi teman makan. Tanpa saya sadari, tiba-tiba saya sudah duduk dengan mereka di satu kereta menuju Nong Khai, untuk menjelajah Laos bersama. Cewe memang diberkahi kelebihan untuk berinteraksi lebih luwes dengan orang lain dibandingkan cowo. Jadi pergunakan kemampuan ini semaksimal mungkin saat &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. Sebaiknya jangan terlalu &lt;i&gt;flirty&lt;/i&gt;, karena temen cewe bakalan sebel sama kamu dan temen cowo bakalan menganggap kamu rendah. &lt;i&gt;So, be wise with your attitude girls!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“AMAN GA SIH NEGARA INI UNTUK CEWE?”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percaya ga percaya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanya oleh kaum hawa. Menurut saya, satu negara dinyatakan aman saat negara itu sedang tidak dalam status perang, sedang tidak punya konflik politik dan tidak sedang mengalami bencana alam. Namun satu hal yang paling penting lagi adalah negara yang akan dituju sedang tidak masuk dalam list &lt;i&gt;Travel Warning&lt;/i&gt;. Jadi, ga usah traveling capek-capek ke Sudan atau Irak &lt;i&gt;ya cyin&lt;/i&gt;, kecuali kamu sedang dalam misi perdamanian PBB.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tips aman buat cewe kalo sedang &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt; adalah percaya insting kamu. Kalau sudah merasa tidak aman dan nyaman dalam satu situasi, jangan malu untuk berteriak minta tolong atau lari. Kalau sudah dalam keadaan yang sangat berbahaya, berusahalah melawan karena kemungkinan besar saat itu hidup kamu sedang dipertaruhkan! Hindari berjalan sendiri di tempat-tempat yang sepi dan gelap. &lt;i&gt;Pepper spray&lt;/i&gt; atau pisau lipat juga dapat sangat membantu dalam keadaan genting. Selain itu, jangan jadi pusat perhatian. Dandanan konservatif aja yah! Ga perlu pakai &lt;i&gt;hot pants&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;high heel&lt;/i&gt; 7 senti dan kaca muka saat traveling di India. &lt;i&gt;Save it for hanging out with your girl friends at Plaza Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“APA AJA YANG PERLU DIBAWA?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“He who would travel happily must travel light.” – Antoine de St. Exupery&lt;/i&gt;. Jadi, ga perlu mindahin isi lemari kamu ke dalam tas. Cewe emang suka rempong &lt;i&gt;sih&lt;/i&gt; kalo &lt;i&gt;packing&lt;/i&gt;. Semua pengen dibawa. Tapi inget, kalo mau perjalanan kamu nyaman, bawalah baju secukupnya karena fasilitas &lt;i&gt;laundry&lt;/i&gt; dengan harga terjangkau selalu tersedia. Kalau mau cuci sendiri juga bisa. Buat &lt;i&gt;Miss Matching&lt;/i&gt;, bawa baju dan alas kaki dengan pilihan warna dasar. Biar nyaman, sebaiknya membawa &lt;i&gt;flat shoes&lt;/i&gt;. Bawaan saya saat &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt; ga pernah lebih dari 7 kilogram karena saya ga mau keberatan dan kerepotan bawa &lt;i&gt;backpack&lt;/i&gt; berat sambil wara-wiri di jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hal ini sering terlupakan, tapi penting. Cek tanggal datang bulan kamu sebelum &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt;. Jangan lupa selalu selipkan beberapa pembalut di tas, supaya saat darurat datang kamu sudah memiliki persediaan. Persediaan selanjutnya, dengan mudah kamu bisa membeli di &lt;i&gt;convenience store&lt;/i&gt; terdekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN SEBELUM BERANGKAT?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya anjurkan untuk melakukan reservasi kamar terlebih dahulu untuk hari pertama saat sampai di tempat tujuan. Hal ini untuk menghindari keribetan saat sampai di tempat baru. Kadang-kadang terlalu banyak &lt;i&gt;adjustment&lt;/i&gt; yang harus dibuat dalam waktu singkat saat kita sampai di tempat tujuan, bisa bikin panik. Jadi kalau kamu sudah punya reservasi, setidaknya saat sampai di bandara kamu hanya perlu mencari transportasi untuk menuju tempat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tukar uang dalam bentuk USD jika kamu akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Jika nilai tukar uang negara yang dituju tidak terlalu buruk, sebaiknya tukarkan sedikit IDR dengan mata uang tersebut dengan perkiraan uang transportasi dari airport ke tempat penginapan dan satu kali makan. Selanjutnya, kamu bisa menukar USD ke mata uang lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan lupa untuk selalu menyediakan 1 copy passport kamu di dalam tas. Yang sudah canggih biasanya memindai passport mereka dan disimpan dalam bentuk soft copy di email sehingga dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan. &lt;i&gt;Just in case&lt;/i&gt;, passport kamu hilang saat &lt;i&gt;traveling&lt;/i&gt;, kamu bisa langsung mendatangi KBRI terdekat agar dapat dibantu. Duh, tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi ya!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini yang paling penting, siapkan mental kamu untuk melakukan &lt;i&gt;solo travel&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;&lt;i&gt;BE BRAVE&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;There’s a big world out there waiting for you to be explored.. Have fun girls!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3260743915947631139?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3260743915947631139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/08/cewe-solo-travel-siapa-takut.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3260743915947631139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3260743915947631139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/08/cewe-solo-travel-siapa-takut.html' title='Cewe Solo Travel? Siapa Takut!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5296506842346509776</id><published>2011-08-11T01:28:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T23:26:06.661-08:00</updated><title type='text'>Kalau Mau Travel..</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-t5jDz45wPiE/Twvn-Ex8IrI/AAAAAAAAAwI/TdbhjxQFoLU/s1600/sandalku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-t5jDz45wPiE/Twvn-Ex8IrI/AAAAAAAAAwI/TdbhjxQFoLU/s200/sandalku.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695901207361233586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;#Tips dasar bagi para independent travelers. Layak disimak..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus punya &lt;b&gt;PASSPORT&lt;/b&gt; apalagi kalau mau jalan-jalan ke luar negeri. Walaupun ngurusnya penuh perjuangan karena antriannya ga manusiawi, tapi dokumen ini sangat penting untuk mewujudkan mimpi kamu melihat dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus punya &lt;b&gt;UANG&lt;/b&gt; yang cukup untuk jalan-jalan. Ga penting ngumpulin duit sampe punya satu karung, yang penting sesuai dengan kebutuhan aja. Kalo budget cuman cukup buat backpacking doang, ya hayuk aja! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus &lt;b&gt;MAU RESEARCH&lt;/b&gt;. Sekarang HP canggih semua, model laptop pun beragam mulai dari yang beratnya 10 kg sampe yang cuman 5 gram dan akses wi-fi ada dimana-mana. Buku panduan traveling juga sudah banyak tersedia di toko buku dan harganya sangat terjangkau. Ga ada deh alasannya ga bisa buka internet ato males research kalo mau jalan-jalan. Itu hukumnya HARAM. Informasi Visa, tempat tinggal, transportasi dan banyak hal lain bisa diketahui kalau kita mau research.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus punya &lt;b&gt;KEBERANIAN UNTUK KELUAR DARI COMFORT ZONE&lt;/b&gt; karena fear get you nowhere! Jadi kalo mo jalan-jalan, harus punya nyali dan keberanian untuk explore the world.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus punya &lt;b&gt;KEMAUAN UNTUK BERTANYA&lt;/b&gt; karena malu bertanya sesat di jalan!! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus &lt;b&gt;TRUST YOUR INSTINCT&lt;/b&gt;. Kalo pikiran dan tubuh mulai bereaksi dengan penuh kecurigaan akan kemungkinan bahaya atau musibah, ambil waktu untuk berdiam diri dan pelajari lingkungan sekitar. Kalau emang harus kembali ke tempat kita berada sebelumnya, DO IT! Kalau rasanya harus segera melarikan diri dari kondisi yang tidak aman, DO IT!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus berani &lt;b&gt;SUSAH&lt;/b&gt;. Ngemper-ngemper semaleman di airport ga papa lah, demi pengiritan budget. Naek bus sebagai ganti naek pesawat bolehlah, itung-itung perjalanan lebih diwarnai dengan petualangan kan/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel, pelajari dan &lt;b&gt;HORMATI BUDAYA SETEMPAT&lt;/b&gt;. Jangan sampe hal-hal yang menurut komunitas setempat taboo atau sakral terus kita langgar. Kalau akibatnya kita diarak satu kampung karena melanggar budaya setempat, pasti malunya minta ampun! &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus punya &lt;b&gt;TOLERANSI TINGGI&lt;/b&gt;. Kalo jadi backpacker dan tinggal di hostel yang menampung 14 orang dalam satu kamar, toleransi tinggi itu penting. Masak dikit-dikit mau ngambek kalo ada temen sekamar yang lupa matiin lampu pas keluar kamar? Masak mau bekep orang yang ngoroknya kenceng banget di tempat tidur sebelah sampe dia matek? Enggak kan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kalau mau travel harus &lt;b&gt;NEKAT&lt;/b&gt;. Nekat nabung. Nekat beli tiket.  Nekat pergi ke tempat yang asing buat kamu. Nekat makan makanan yang ga biasanya kamu makan. Nekat ketemu orang-orang baru yang ga pernah kamu kenal sebelumnya. Nekat belajar hal baru. Nekat melakukan banyak hal yang ga pernah dibayangin sebelumnya. Dan list kenekatan pun akan terus bertambah saat kalian mulai melakukan perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:normal"&gt;Jadi, siapkan diri kamu untuk mulai berpetualang yah! Semoga tips-nya bermanfaat!&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5296506842346509776?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5296506842346509776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/08/kalau-mau-travel.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5296506842346509776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5296506842346509776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/08/kalau-mau-travel.html' title='Kalau Mau Travel..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-t5jDz45wPiE/Twvn-Ex8IrI/AAAAAAAAAwI/TdbhjxQFoLU/s72-c/sandalku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-7505238456721727753</id><published>2011-07-24T04:01:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T20:57:29.678-07:00</updated><title type='text'>The Rock Islands of Palau!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iV1RCtyTRlQ/TiwAk07fnVI/AAAAAAAAAoM/BTB4fPawWgA/s1600/hiu.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632877866617118034" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/-iV1RCtyTRlQ/TiwAk07fnVI/AAAAAAAAAoM/BTB4fPawWgA/s200/hiu.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pasti kebanyakan kamu ga mengira bahwa ada sebuah negara bernama Palau di muka bumi ini. Memang sih Palau tidak terkenal dibandingkan negara kepulauan lain seperti Maldives, Tahiti ataupun Fiji. Tapi, Palau merupakan tempat tujuan wisata yang sangat indah dan patut dikunjungi buat kamu-kamu pencinta laut dan pantai. Kebanyakan turis yang mengunjungi Palau adalah para penyelam karena tempat ini adalah Diving Paradise for Diving Freaks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak 800 kilometer dari arah timur Filipina, Palau dikenal sebagai salah satu pulau terindah yang termasuk dalam Kepulauan Micronesia. Sekilas sejarah mengenai Palau yang perlu kamu ketahui adalah Palau merupakan negara asuhan Jepang. Pada tahun 1914 Jepang “membeli” Palau dari Jerman dan menguasai negara ini hingga masa Perang Dunia II. Pada tahun 1944 Amerika Serikat merebut Palau dari Jepang dan menjadikan negara ini sebagai salah satu wilayah perwakilan Amerika Serikat di Samudera Pasifik. Jadi, mata uang yang dipakai di Palau sampai saat ini adalah Dollar Amerika dan Struktur Kepemerintahan yang dipakai juga sama seperti Amerika Serikat. Pada tahun 1994 atas kebaikan hati Amerika Serikat maka Palau mendapatkan kemerdekaan secara penuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nenek moyang Palau dipercaya berasal dari Indonesia. Jadi, kalau kamu berada di Palau dan memberitahukan penduduk lokal disana bahwa kamu orang Indonesia, mereka akan sangat senang dan menghargai kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jadi jadi.. sebenarnya apa sih Rock Islands itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ROCK ISLANDS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Turis yang datang ke Palau selalu ingin mengunjungi Rock Islands. Sesuai dengan namanya, Rock Islands memiliki banyak sekali batu karang yang sangat besar dengan bentuk menyerupai pulau-pulau kecil bertebaran di Samudera Pasifik. Di atas bebatuan karang ini biasanya terdapat tumbuh-tumbuhan, sehingga dari kejauhan pulau-pulau ini malah terlihat seperti jamur yang bertebaran di tengah laut! Kebanyakan bebatuan ini berukuran kecil, tapi ada juga yang berukuran besar bahkan sampai punya pantai untuk berleha-leha maupun gua-gua kecil untuk dieksplorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ISLANDS HOPING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mengunjungi pantai untuk bersantai ria sambil beristirahat dan menikmati makan siang merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau kamu sudah berada di atas hammock, disertai dengan angin sepoi-sepoi. Dijamin kamu bisa tidur pulas! Selain untuk beristirahat, banyak turis yang menyempatkan waktu mereka untuk snorkeling dan memberikan makan ikan-ikan hias di sekitar pantai. Ada beberapa pantai di Rock Islands yang menjadi objek wisata utama Palau seperti Ngermeaus Island, Fantasy Island, Ngemelis Island dan Ulong Island. Pantai-pantai ini begitu indah dengan airnya yang berwarna biru, pasir putih yang lembut, pepohonan nyiur melambai dan udara yang sangat segar. Biasanya, pantai-pantai ini banyak dikunjungi untuk istirahat melepas lelah, namun tidak sedikit juga turis dan penduduk lokal menghabiskan akhir pekan dengan berkemah di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SNORKELING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi daya tarik utama Rock Islands sebenarnya bukanlah pulau-pulau tersebut, namun pemandangan alam bawah lautnya yang fantastis. Kamu tidak perlu diving untuk menikmati indahnya alam bawah laut tersebut, karena dengan snorkeling saja kamu sudah bisa menikmati indahnya berbagai jenis terumbu karang dan ikan-ikan hias yang beraneka ragam penuh warna karena air laut Palau sangat bersih dan jernih. Kalau kamu sedang beruntung, dengan snorkeling saja kamu bahkan bisa melihat dari kejauhan ikan hiu ataupun penyu laut! Spektakuler enggak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DIVING &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalo snorkeling saja hebohnya sudah begitu, bagaimana dengan diving? Most Wanted Diving Spot in Palau bernama Blue Corner. Jika cuaca sedang cerah, dalam sehari bisa terhitung lebih dari 50 penyelam menyelam di tempat ini. Kamu pasti penasaran kenapa sih Blue Corner begitu terkenal? Jawabannya adalah jika kamu menyelam ditempat ini, kamu akan melakukan upacara uji nyali karena kamu akan menyelam di dalam arus yang sangat kencang sembari melihat sekumpulan ikan hiu berjumlah 10-20 buah yang berseliweran di depan mata kamu. Iiih, pasti serem! Jangan salah, hiu-hiu ini sudah terbiasa dengan kehadiran para penyelam sehingga mereka enggak akan menyerang kamu. Jarang-jarang lho kamu bisa mendapatkan pengalaman diving bersama hiu-hiu yang bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak puas melihat ikan hiu dan ingin melihat jenis ikan yang lain, kamu bisa menyelam di German Channel. Konon, channel ini dibuat oleh orang Jerman untuk memudahkan perjalanan speedboat agar tidak tersangkut oleh terumbu karang yang besarnya segede-gede rumah! Yang bisa kamu temukan pada saat diving di German Channel adalah Manta Ray dan Spotted Eagle Ray yang selalu berenang dengan anggun. Selain itu banyak juga Sting Ray yang senang berkamuflase di dalam pasir. Tidak hanya Blue Corner dan German Channel, diving spots lain yang wajib dikunjungi adalah Blue Hole, Siaes Tunnel, Turtle Cove dan New Drop-Off. Di tempat-tempat ini dengan mudahnya kamu akan menemukan beranekaragam terumbu karang, anemone (rumahnya Nemo), clownfish (nama asli Nemo), rombongan Barracuda dan Blue Trevally , Napoleon wrasse, Giant Clamps (Tiram Raksasa) dan penyu laut! Dijamin kamu enggak akan menyesal diving disini karena pemandangannya keren abis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai referensi, tidak banyak pilihan maskapai penerbangan yang dapat kamu andalkan untuk terbang ke Palau. Philiipines Airlines, Cebu Pacific ataupun Air Asia adalah pilihan maskapai penerbangan untuk terbang dari Jakarta – Manila. Sedangkan dari Manila, hanya ada satu pilihan penerbangan, yaitu Continental Airlines. Tidak diperlukan Visa untuk bertandang ke Palau. Jadi, kamu tidak perlu pusing dan repot lagi untuk mengurus Visa. Setiba di Palau, kamu sudah bisa langsung menghubungi tour agent yang ada di Palau seperti Sam’s Tour, Neco Marina, Fish and Fins dan Jive untuk merencanakan jalan-jalan seru kamu ke Rock Islands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Things to bring yang tidak boleh dilupakan adalah bathing suit, sunglasses, sunscreen, topi dan handuk! Dengan barang-barang itu saja, dijamin kamu bisa survive dan enjoy your stay in Palau. Jadi, tunggu apa lagi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Artikel ini pernah dipublikasikan oleh backpackerindonesia.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-7505238456721727753?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/7505238456721727753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/07/rocks-island-of-palau.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7505238456721727753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7505238456721727753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/07/rocks-island-of-palau.html' title='The Rock Islands of Palau!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iV1RCtyTRlQ/TiwAk07fnVI/AAAAAAAAAoM/BTB4fPawWgA/s72-c/hiu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2484163672800325719</id><published>2011-05-05T08:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T08:35:49.842-07:00</updated><title type='text'>Guam's Two Lovers Point</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Cp0jwvV8Amo/TcLCwKIdhAI/AAAAAAAAAn4/qYxJKotCn2g/s1600/padlock%2B3.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603255019011671042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 143px; CURSOR: hand; HEIGHT: 222px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-Cp0jwvV8Amo/TcLCwKIdhAI/AAAAAAAAAn4/qYxJKotCn2g/s200/padlock%2B3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;This article was published in Venture Magazine, 3rd Issue on January 2011. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Picture is the courtesy of Karina Santos&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Til death do us part is normally vowed on the wedding day by brides and grooms, looking deeply into each other’s sparkling eyes. Sorrowfully, in this case, it turned into a tragedy as a result of a forbidden love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two lovers point or Puntan Dos Amanten is located above Tumon Bay, Guam. It is a well-known tourism object in Guam where one can experience the island’s beauty through a remarkable view of the island, its white sandy beaches and amazing cliff lines overlooking the great ocean view of the Philippine Sea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stepped into a gazebo that is well constructed on the top of 378-foot cliff. As I entered, I was welcomed by a sequence of large marble slabs with beautifully engraved drawings of two native lovers. These drawings tried to tell me something about the story but I still could not quite relate the series of drawings in front of me.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Luckily, I found a marble statue with the legend of Two Lovers Point. I started reading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legend tells of several hundred years ago when Spain colonized Guam. There was a proud family living in Hagatna, the capital city of Guam. The father was a rich Spaniard and the mother was from a very respected local Chamorro family. They had a very beautiful, trustworthy and intelligent daughter. With all those outstanding qualities, she always made her family proud and brought dignity unto her family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day, an arrogant Spanish Captain came to ask the daughter’s father for her hand in marriage. Without her knowledge, the father agreed to give his blessing to this marriage. When the daughter discovered this, she was so distraught that she made a run from her house all the way to the north end of the island where she found a quiet place to wander along the shore to make peace with her unfortunate situation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When she was wandering, she met a young and handsome Chamorro warrior from a good family. Their eyes met and on that particular minute, they fell in love. She found the love of her life because he was gentle and his eyes told her that he truly loved her dearly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The proud Spanish father was furious when he found out about his daughter’s love affair. He insisted that she marry the Spanish Captain. One evening, she took off from the house and made her way to meet her Chamorro lover once again, at the highest point along the cliff line above the shore where they first watched the stars together.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the father discovered that his daughter was gone, he told the Spanish Captain that his daughter was kidnapped by the Chamorro boy. Then the father and the captain, along with soldiers searched for the couple up to the high cliff of Tumon Bay. When they were approaching, they saw that the two lovers already stood together at the edge of the cliff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As if nobody was watching, the two lovers took the long strands of their hair and tied them together in a knot. They looked deeply into each other’s eyes and kissed for the very last time. They both knew that they will be inseparable in eternal life. They gazed down to their destiny, and as the soldiers approached they leaped from the high cliff into the roaring waves below.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To this day, there are those who claim to have heard the whispers of the two lovers upon the waves proclaiming their undying love.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A chill ran down my spine after I finished reading the legend. “What a tragic love story” was the feeling in my mind. But, even though this is a tragic tale, today the same site where the two lovers stood brings a joyous feeling to today’s lovers who visit this place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One unique activity that lovers now often do in this place involves the purchase and locking of a “Two Lovers Point Padlock” and throwing away the key. Lovers write their names on these locks and the lock them on the fence of the gazebo to declare their undying love with the hope that it will last forever. It made me smile when I saw them do this because it was obvious that love is in the air!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next to the gazebo, there is a small yet beautiful wedding chapel where it is common to see tourists who have come to Guam especially to be joined in marriage in a beautiful tropic setting. I believe it must be wonderful for two people to become united and celebrate the miracle of love, with their cherished family and friends as witnesses, in a truly unique and beautiful location as Two Lovers Point&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2484163672800325719?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2484163672800325719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/05/guams-two-lovers-point.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2484163672800325719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2484163672800325719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2011/05/guams-two-lovers-point.html' title='Guam&apos;s Two Lovers Point'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Cp0jwvV8Amo/TcLCwKIdhAI/AAAAAAAAAn4/qYxJKotCn2g/s72-c/padlock%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-1327636250627447262</id><published>2010-10-31T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T21:16:32.501-07:00</updated><title type='text'>Lost In The Wonder Of The Ganges</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*This article was published in Venture Magazine, 1st Issue on September 2010&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TM4-mrp3CgI/AAAAAAAAAno/74fBW0ut6QU/s1600/P1010574.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534429826359167490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TM4-mrp3CgI/AAAAAAAAAno/74fBW0ut6QU/s200/P1010574.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Similar to Mecca in Saudi Arabia, Varanasi or as locals say, “Banares” became one of the most famous cities in India as a major Hindu religious destination. With the Ganges River as the icon, Varanasi is known as "The holiest Hindu City."According to a recent count, more than 60,000 Hindus every year come to the Ganges River at this location to perform religious rites. Actually, often “into” the Ganges might be more accurate. Varanasi is also known as the “City of Light” because of the multitude of people seeking enlightenment and answers to their life questions at the many temples and “ashram”, many over 3,000 years old, which are scattered around in the city. &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;I got up at the break of dawn and standing at the “ghat” – an area of steps on the banks of Ganges River, and I stared at the majestic magenta of the sky. The whole city was still asleep. I felt that everyone was still curled up asleep under their blanket against the cold morning of winter season in India. There was no activity to be seen around the river. The boats were still tied neatly to the river side. The calm morning waters of the Ganges reflected into my eyes unique shadows from the buildings near the river. This was a brief serene and peaceful moment before the start of another hectic day of worship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I sat comfortably in a small boat that took me cruising along Ganges River with other travelers also looking to enjoy the beauty of the old Maharaja buildings along the ghat while waiting for the sunrise to come. From a distance, a girl with a small basket on her arm jumped gracefully from one boat to other, finally landing on ours, selling her flower candles. “Have your flower candle, make a wish and float it on the river. It will bring good karma for your life”, she said. I bought one and floated my flower candle on the river, content with the hope of good karma and good life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not too long, from the east, slightly shrouded in fog, the perfectly round orange disc of the sun began to shyly reveal itself. Everyone in the boat was changing positions, showering the sun with photo snaps from different angles. I could not deny the stunning sunrise that morning on Ganges River. All eyes were hypnotized by this beautiful creation of God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The boat continued our peaceful cruise down the Ganges when a frantic scream from one of the passengers surprised us all. She pointed toward the river and as I followed the direction of her finger my jaw dropped. A rotten corpse was floating right next to our boat! Crows were having the time of their lives feasting on maggots over the surface of the body. Oh God, what was I dreaming last night to deserve seeing such a grotesque site floating on the Ganges River today?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As it turns out, the Ganges River is a place where the drama of life and death collides each day. Hindus believe that performing cremation rituals and placing the bodies in these sacred waters will smooth the progress of transmigration of the spirit from the physical life to Nirvana. A shocking sight to me is actually a common yet important ritual to those that live, and die, here. What would I see next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My attention soon shifted when I heard the sound of bells repeating loudly from Dashshwamedh, one of the most famous ghat for the bathing ritual. By now Dashshwamedh ghat is already packed with hundreds of people who were ready to bathe with the sacred water of the Ganges as a symbol of purification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some made preparation at the ghat by offering solemn prayers. While praying, each person filled a small metal bowl with the river water. Once it is full, they would raise the bowl above their heads and as they closed their eyes and prayed, poured the water back slowly into the river. When the bowl is empty, they repeat the same ritual over and over again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After these prayers, the supplicants would slowly enter the Ganges. Once in the river, they had the freedom to express themselves in the self purification process. Some of the people would just dip their bodies up to their neck and continued meditating, while some repeatedly soaked themselves in and out the Ganges facing the four different directions of the compass while reciting a personal mantra loudly. These various different expressions of self purification held my attention as I tried to bring myself closer to this Hindu practice of giving a token of deep appreciation to their Gods.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also, some people were seen performing “Ganga Jal”, a tradition of “purifying,” in a small brass pot, the sacred water of the Ganges for drinking. This is a Hindu tradition that unfortunately needs to be avoided by travelers if they want to continue the journey without a tummy ache!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our boat moved away slowly from Dashshwamedh ghat and continued to cruise down the Ganges. There were a quite number of activities along the ghat. Groups of people sitting in circle listen to the message of a preacher and people scattered randomly on the ghat meditating. Unforgettable were the “Saddhu”, the holy men, as they can be seen holding up palm-sized mirrors and applying the holy makeup of their trade. Seeing these activities made me realize the central importance of worship to Hindu India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Further along on the river’s fringe, not too far from sewage and a garbage dump, a line of the “laundry army” was chirping away while busy at their work washing clothes, bed linens, blankets and sari. I was just wondering how on Earth these fabrics could possibly be even remotely cleaned considering how polluted Ganges water seems to be. But the beauty of this river is that once these fabrics are stretched out for the sun to dry they seem magically clean, and the exhibition of color swatches along the sidewalk gives a splendid touch of another side of the Ganges’ morning charm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the boat moved back toward the place where we started, I pondered. No matter how dirty my initial sense first told me the Ganges is, it is and will continue to be the only source of water for the people who live around the area, and a thousand years of being sacred for Hindus, somehow seems to “purify” the river, as well as those that meditate. The view of a decomposing body, of the bathing ritual, of Ganga Jal, and laundry troops enticed me to relate to one of the values in life that people tend to forget – obedience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I take off my hat to give respect to the people who perform the purification ritual fervently despite the fact that the condition of the Ganges River may leave something to be desired. I realized that I originally failed to comprehend the beauty of this unique practice that I saw and felt this morning. Something that was beyond the capacity of the values I believed in now seemed very clear to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As I enjoyed the last part of the morning’s boat trip I really knew how wonderful it was to be lost in the wonder of the Ganges…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-1327636250627447262?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/1327636250627447262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/10/lost-in-wonder-of-ganges.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1327636250627447262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1327636250627447262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/10/lost-in-wonder-of-ganges.html' title='Lost In The Wonder Of The Ganges'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TM4-mrp3CgI/AAAAAAAAAno/74fBW0ut6QU/s72-c/P1010574.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2595631768946771739</id><published>2010-09-23T00:26:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T04:06:23.330-07:00</updated><title type='text'>Diincer Lesbi...</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsEp7j_nrI/AAAAAAAAAnI/UJKifo5BieE/s1600/P1050234.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520010886682484402" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsEp7j_nrI/AAAAAAAAAnI/UJKifo5BieE/s200/P1050234.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsEzM23dpI/AAAAAAAAAnQ/SjWXWt0DAXg/s1600/P1040787.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520011045943867026" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsEzM23dpI/AAAAAAAAAnQ/SjWXWt0DAXg/s200/P1040787.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Liburan long &lt;em&gt;weekend&lt;/em&gt; beberapa bulan lalu, saya dan Emma - temen seperjuangan dalam dunia per-&lt;em&gt;traveling&lt;/em&gt;-an membuat &lt;em&gt;last minute decision&lt;/em&gt; untuk pergi ke Bali! &lt;em&gt;Woo hooo&lt;/em&gt;! Tentunya karena &lt;em&gt;last minute&lt;/em&gt; kami berdua tidak melakukan perencanaan yang super heboh seperti layaknya beberapa perjalanan kami sebelumnya. Modal kami hanya ticket pesawat Jakarta – Bali – Jakarta. Kami ga &lt;em&gt;booking&lt;/em&gt; tempat tinggal, karena tempat tinggal murah meriah di daerah &lt;em&gt;Poppies&lt;/em&gt; memang tidak menerima &lt;em&gt;reservation by phone&lt;/em&gt;. Artinya, kami harus super sakti mandraguna untuk mendapatkan tempat berteduh selama di Bali. &lt;em&gt;Fingers crossed&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal dua backpack butut dan sandal jepit yang hampir jebol, sore menjelang malam itu kami berdua membelah lalu lintas Jakarta yang cukup padat menuju airport. Untungnya kami sampai di airport tepat waktu dan apesnya pesawat kami tertunda selama 1 jam lebih!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai jam 12:30 malam, kami segera menuju &lt;em&gt;Taxi Service counter&lt;/em&gt; yang berada di pintu area kedatangan. Membayar Rp. 50,000 dan segera meluncur menuju ke daerah Kuta dan berhenti tepat di mulut gang Poppies I. Jalanan sudah sepi dan tampak tidak ada kehidupan. Hanya beberapa bule mabok yang sudah tak sadarkan diri meracau tidak jelas dan segelintir orang lokal yang sibuk menawarkan tempat penginapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan lebih dari 1 jam, target kami untuk mendapatkan tempat tinggal di daerah Poppies tidak membawa hasil. Kami menyerah dan memutuskan untuk menginap di hostel dengan harga Rp. 150,000 semalam di daerah Legian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, sehabis bangun tidur kuterus mandi tidak lupa menggosok gigi, kami berdua menyusuri daerah Legian menuju Kuta melalui Poppies II sekalian mencari &lt;em&gt;alternative&lt;/em&gt; penginapan murah meriah. Kami berhasil mendapatkan kamar di Dua Dara Inn, penginapan ala &lt;em&gt;backpacker&lt;/em&gt; yang memang sudah saya incar saat melakukan &lt;em&gt;research&lt;/em&gt; di internet. Dengan 125,000 semalam, kami mendapatkan kamar dengan kipas angin, breakfast untuk 2 orang dan ada kolam renangnya!! &lt;em&gt;Woo hoo&lt;/em&gt;!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah &lt;em&gt;check-out&lt;/em&gt; dari penginapan di Legian, kami segera &lt;em&gt;check-in&lt;/em&gt; di Dua Dara Inn dan menyewa motor dengan harga Rp. 50,000/24 jam. Tentunya saya tidak tahu menahu mengenai jalan-jalan di Bali. Agar tidak tersesat di jalan, kami membekali diri dengan peta Bali gratisan dan sejuta wangsit dari resepsionis Dua Dara Inn yang ca’ur abis. Kami pun siap memulai petualangan bodor kami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun sedikit grogi mengemudikan motor di lalu lintas Bali yang cukup padat, tapi saya berhasil sampai di Pantai Padang-Padang membonceng Emma dengan selamat sentausa tanpa tersesat dan lecet sedikitpun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka Pantai Padang-Padang. Ada beberapa batuan cadas besar di sekitar pantai, dimana beberapa orang didapati sedang nongkrong dengan asik di atasnya sambil memancing ikan. Walaupun pantainya tidak besar, tapi pasir putihnya tampak bersih dan indah. Selain itu, Pantai Padang-Padang juga tidak terlalu ramai pengunjung. Buat saya, ini merupakan tempat yang tepat buat berleha-leha dan bermeditasi di bawah sinar matahari sambil memperhatikan para &lt;em&gt;surfers&lt;/em&gt; yang sedang sibuk berjuang menaklukkan ombak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas menghitamkan diri, menjelang sore kami lengser meninggalkan Pantai Padang-Padang menuju Uluwatu untuk melihat pertunjukan Tari Kecak Ramayana saat matahari terbenam. Sayangnya, sore itu mendung dan angin agak kencang, jadi matahari terbenam pun tak begitu terlihat. Saat kami sampai disana, jejeran tempat duduk yang mengelilingi panggung berbentuk oval tempat dimana pertunjukan akan berlangsung sudah banyak dipenuhi oleh turis lokal maupun interlokal. Walaupun tampaknya badai topan akan menerpa, untungnya pertunjukan tari kecak tetap berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan pertama kalinya saya melihat pertunjukan tari kecak. Tapi saya tetap menikmati setiap detail yang disajikan dengan apik oleh para penarinya. Sungguh unik dan memesona! Puluhan laki-laki dengan gerakan yang rapi dan kompak menyanyikan bunyi-bunyian tertentu dengan harmoni yang sempurna melakukan tari kecak sembari cerita Ramayana disampaikan dalam bentuk tarian yang lemah gemulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPEKTAKULERNYA, di tengah-tengah pertunjukan hujan deras turun!! Penonton yang lain dengan sigap membuka payung yang sudah mereka siapkan dengan manisnya. Kami berdua, &lt;em&gt;backpacker&lt;/em&gt; kere yang memang tidak pernah mempersiapkan apapun saat travel hanya nyegir kuda keguyur air hujan berember-ember sambil tetap tekun menikmati pertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertunjukan tari kecak berakhir, kami langsung pulang kembali ke penginapan dan segera bersiap untuk makan malam di daerah Legian. Keriaan, keramaian, kegemerlapan dan kehingar-bingaran daerah Legian yang memang dipenuhi jajaran &lt;em&gt;resto bar funky&lt;/em&gt; seakan menyihir dan menyeret kami berdua untuk tidak melewatkan kesempatan &lt;em&gt;clubbing&lt;/em&gt; malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memilih untuk memasuki salah satu &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; yang tampaknya cukup &lt;em&gt;“happening”&lt;/em&gt; dengan sajian &lt;em&gt;live music &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;band local&lt;/em&gt; yang berhasil menggoncang seantero isi &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; untuk bergoyang. Kerumunan orang-orang ber-ajojing-ria di depan &lt;em&gt;stage&lt;/em&gt; dengan penuh semangat. Saya perhatikan dari kejauhan, di salah satu sudut &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; ada satu group bule yang menurut saya cukup heboh dan fun. 4 cowok dan 1 cewek. Saya hanya tersenyum simpul melihat tingkah dan kelakuan mereka yang konyol sambil menari-nari di &lt;em&gt;dance floor&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu yang disajikan mulai memanas, membuat pertahanan saya luluh lantak untuk tidak bergabung menari-nari dengan kerumunan tersebut. Namanya juga kerumunan, baru goyang dikit saja saya sudah senggol sana sini sampai akhirnya tak sengaja menyenggol 1 cewek dari group heboh dan fun itu. Saya hanya tersenyum dan bilang “sorry” abis itu saya asik berjoget-joget sendiri. Tiba-tiba rombongan sirkus yang heboh dan fun itu sudah bergabung menari-nari di sekitar saya dan Emma. Akhirnya kami semua pun ajrut-ajrutan bareng di &lt;em&gt;dance floor&lt;/em&gt;. 1 cewek ini doyan banget joget sama saya. Dia ngikutin tiap gerakan yang saya buat walopun seaneh apapun! Dan bawaanya jadi ngintilin saya kemana saya pergi. Saya tidak curiga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kecapean, maka saya memberikan kode kepada Emma agar beranjak meninggalkan kerumunan untuk &lt;em&gt;break&lt;/em&gt; dan minum. Saat kami lagi asik menikmati minuman, cewek yang dari tadi ngintilin saya ini sudah berdiri di belakang saya dan dia pun mulai “menggerayangi” punggung saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMMMPPUUUNNNNN!!!! DIA PIKIR SAYA LESBIANNNN APAAAA???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata saya melotot dan hampir tersedak. Dalam kepanikan, saya langsung berbalik badan dan tersenyum hanya bisa berkata “&lt;em&gt;sorry&lt;/em&gt;’” saking lemesnya. Setelah itu saya langsung berbisik pada Emma &lt;em&gt;“We need to get out of this place N O W!”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cewek bule ini meleng dikit, saya dan Emma langsung melesat pergi. Setelah menceritakan apa yang terjadi, kami dikawal dengan &lt;em&gt;security guard&lt;/em&gt; keluar &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; melalui pintu belakang sambil sembunyi-sembunyi menghindar dari rombongan sirkus itu! Dari kejauhan, kami melihat mereka pun keluar dari &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; berusaha mencari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya &lt;em&gt;shock&lt;/em&gt;, tapi masih ingin melanjutkan aktifitas&lt;em&gt; clubbing&lt;/em&gt;. Kami berdua diam-diam main petak umpet dengan rombongan sirkus ini. Mereka berjalan di seberang kiri jalan, kami berjalan di seberang kanan sambil berusaha menutupi diri kami di balik setiap kerumunan yang ada. Mereka masuk &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; A, kami masuk &lt;em&gt;club&lt;/em&gt; B. Pokoknya kami mengatur strategi supaya jangan sampe ketangkep! Bisa hancur minah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berjalan pulang, mendadak kami berdua melihat rombongan sirkus sedang berjalan menuju ke arah kami dan mereka berada hanya beberapa meter dari tempat dimana kami sedang berdiri. Saya pucat pasi! Rasanya mau mati berdiri!! Untungnya, mereka mabok dan tidak begitu memperhatikan. Maka kami berdua otomatis bereaksi cepat dan ngumpet di balik motor terdekat! Sambil berdoa jangan sampe ketauan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka lewat dan merasa keadaan sudah aman, kami berdua pun melanjutkan perjalanan kembali pulang ke penginapan dengan kedamaian. &lt;em&gt;Ugh, what a day!&lt;/em&gt; Siapa yang nyangka setelah menikmati keindahan Pantai Padang-Padang dan tari kecak di Uluwatu seharian, saya harus mengakhiri hari ini diincer sama lesbian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;But don’t get me wrong&lt;/em&gt; ya, saya tidak mendiskriminasikan &lt;em&gt;sexual orientation&lt;/em&gt; siapa pun lewat cerita gokil saya ini. Buat saya, kok rasanya aneh banget dan geli dan gerah ya digerayangi sesama jenis. &lt;em&gt;*Duh, ga mau ngebayangin lagi*&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi pengalaman unik ini menyadarkan saya, &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;ternyata saya masih doyan cowok!!!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsFA_1qilI/AAAAAAAAAnY/dhdWKHw14SY/s1600/DSC00204.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520011282967333458" style="WIDTH: 146px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsFA_1qilI/AAAAAAAAAnY/dhdWKHw14SY/s200/DSC00204.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsF4Qw9WcI/AAAAAAAAAng/FBP_W5fK3zw/s1600/P1040837.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520012232403802562" style="WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsF4Qw9WcI/AAAAAAAAAng/FBP_W5fK3zw/s200/P1040837.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2595631768946771739?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2595631768946771739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/09/diincer-lesbi.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2595631768946771739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2595631768946771739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/09/diincer-lesbi.html' title='Diincer Lesbi...'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TJsEp7j_nrI/AAAAAAAAAnI/UJKifo5BieE/s72-c/P1050234.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-894604495318448981</id><published>2010-09-13T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-09-14T00:25:15.197-07:00</updated><title type='text'>Shalat Ied Sunda Kelapa - Sebuah Pembelajaran</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8fsri2IgI/AAAAAAAAAmg/q8cuDW2s7OE/s1600/reviseIMG_1513.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516662921015730690" style="WIDTH: 353px; CURSOR: hand; HEIGHT: 242px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8fsri2IgI/AAAAAAAAAmg/q8cuDW2s7OE/s320/reviseIMG_1513.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8f5PY6vmI/AAAAAAAAAmo/HEGIifkwwRg/s1600/reviseIMG_1502x.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Fajar belum menyingsing, saya dan Alexander sudah berada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan masih sepi. Saya hanya melihat beberapa photographer berseliweran di keremangan subuh. Di sisi lain, beberapa orang lengkap dengan baju koko dan peci sedang menggelar tikar untuk persiapan Shalat Ied pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan saat matahari mulai muncul, para jamaah yang akan melakukan shalat Ied mulai berdatangan. Beberapa orang muncul dari kapal dengan lincahnya menyebrangi balok-balok jembatan yang menyambungkan kapal dan pelabuhan dengan baju koko dan sajadah disampirkan di pundak mereka. Tak sedikit juga yang datang dengan kapal kecil dari kampung tetangga untuk mengikuti Shalat Ied menambah kesan religi pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beriringan dengan jumlah jamaah yang makin bertambah, jumlah photographer yang berada di Sunda Kelapa juga bertambah secara significant. Mereka hadir dengan berbagai macam model kamera mahal berserta dengan lensa-lensa dengan variasi ukuran yang berbeda. Mulai dari yang sekecil botol aqua sampai yang sebesar bazooka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bikin saya yang bukan berprofesi sebagai photographer ini, yang hanya berbekal kamera pocket sebesar kotak korek api merasa terintimidasi dan minder abis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelabuhan Sunda Kelapa di saat Shalat Ied memang selalu menjadi salah satu surga favorit bagi pada photographer. Jejeran kapal tradisional khas Indonesia berasal dari suku Bugis yang biasa disebut Kapal Pinisi tertambat dengan rapi dan gagah sepanjang pelabuhan. Tak lupa barisan sajadah dengan corak dan warna-warni yang meriah memberikan sentuhan kombinasi suasana yang menarik bagi para photographer untuk diabadikan melalui lensa kamera mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi saya untuk datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa pagi itu sangat sederhana. Saya hanya ingin melihat sebuah ritual keagamaan yang khusyuk dan penuh makna bagi yang merayakan. Tapi hati saya terenyuh karena yang terjadi disana berbeda sekali dengan yang saya bayangkan. Mau tau apa yang saya lihat terjadi disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi suci yang seharusnya berjalan dengan solemn ini ternodai dengan kehadiran para photographer yang menurut saya kurang ethical. Bayangin saja, saat Shalat Ied berlangsung, jumlah photographer yang tidak sedikit itu bergerombol di beberapa sudut dimana objek foto bagus berada tanpa menghiraukan dan tanpa malu-malu untuk memotret TEPAT DI DEPAN para jamaah yang sedang shalat. &lt;em&gt;*Duh, elu-elu pade bukan Tuhan kali yang harus disembah *&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang saya lihat. Seorang Ibu yang sudah berumur duduk di kursi roda dan sedang berdoa dengan khidmat. Dilihat dari jauh tampak indah dan menyentuh. Tapi keindahan itu segera luntur saat 10-12 orang photographer mengelilingi si Ibu dan langsung sibuk memotret tanpa rasa malu. &lt;em&gt;SIGH&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang bukan photographer. Saya tidak bisa merasakan bagaimana sedihnya dan gundah gulananya dan DONGKOLnya kehilangan sebuah momen penting yang selayaknya diabadikan dalam bentuk foto. Tapi pemikiran logika sederhana saya berbicara, gimana rasanya jika saya saat sedang berada di gereja dan berdoa bertekuk lutut dengan konsentrasi tingkat tinggi terus ada gerombolan photographer menghujani saya dengan jepretan ganas mereka? Yang ada konsentrasi saya buyar dan dapat dipastikan saya akan kameha-meha para photographer ini biar tau etika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga punya koleksi foto dengan hasil spektakuler seperti para photographer yang hadir pagi itu di Pelabuhan Sunda Kelapa. Saya hanya punya beberapa hasil jepretan berkualitas ecek-ecek dari kamera pocket saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya diingatkan mengenai &lt;strong&gt;The Golden Rule – “Treat others as you would like to be treated”&lt;/strong&gt;. Saya dengan tegas tidak mau jadi "model dadakan" saat sedang beribadah. Jadi saya juga tidak mau menggaggu mereka yang sedang beribadah. Yuuk, jadi orang lebih sensitive terhadap sesama. Kita belajar bahwa menghormati sesama itu penting. Menghormati umat lain yang sedang beribadah juga lebih penting. Berbuatlah sesuatu dengan kesadaran tinggi dan penuh etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minal Aidin wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin bagi teman-teman yang merayakan! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8gZTNwZiI/AAAAAAAAAm4/o9lbkW7CG3A/s1600/reviseIMG_1492.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516663687578936866" style="WIDTH: 187px; CURSOR: hand; HEIGHT: 248px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8gZTNwZiI/AAAAAAAAAm4/o9lbkW7CG3A/s320/reviseIMG_1492.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8gwVkVR4I/AAAAAAAAAnA/QGKGn4jnR4A/s1600/reviseIMG_1409.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516664083347490690" style="WIDTH: 183px; CURSOR: hand; HEIGHT: 247px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8gwVkVR4I/AAAAAAAAAnA/QGKGn4jnR4A/s320/reviseIMG_1409.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-894604495318448981?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/894604495318448981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/09/shalat-ied-sunda-kelapa-sebuah.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/894604495318448981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/894604495318448981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/09/shalat-ied-sunda-kelapa-sebuah.html' title='Shalat Ied Sunda Kelapa - Sebuah Pembelajaran'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/TI8fsri2IgI/AAAAAAAAAmg/q8cuDW2s7OE/s72-c/reviseIMG_1513.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3731019835361939130</id><published>2010-08-23T00:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T22:42:43.695-07:00</updated><title type='text'>Sharing JAKARTA yuukk!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah project buku India yang sudah kelar dan diterbitkan awal Juli lalu, saat ini saya lagi mempersiapkan project buku kedua mengenai JAKARTA - Ibukota Indonesia tercinta!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, selain akan menampilkan cerita perjalanan ngubek-ngubek kota Jakarta dengan memberikan informasi tempat-tempat tongkrongan, shopping, objek wisata, transportasi dan kuliner yang seru, ada satu bagian di dalam buku tersebut dimana saya akan mengumpulkan testimoni dari teman-teman yang tinggal di Jakarta. Supaya para pembaca bisa tau potret keseluruhan mengenai Jakarta dari segala aspek, sampe orang-orangnya yang asik dan dinamis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, sharing bebas tapi seru mengenai Jakarta sebanyak 500-600 kata. Apa yang menarik dari Jakarta menurut kamu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya write with passion dan be creative!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja tanpa terkecuali dipersilahkan untuk mengirimkan tulisannya mulai dari pelajar sampe opa oma!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tulisan kamu menarik, testimoni kamu akan ditampilkan di dalam buku JAKARTA! Jangan lupa melampirkan foto diri yang paling keren dan ca'em karena selain cerita, foto kamu juga akan ditampilkan!&lt;br /&gt;Asik ga? Jadi beken lho! Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirim ke: riniraharjanti@gmail.com sebelum tanggal 20 September 2010 yah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look forward to reading your stories about Jakarta!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3731019835361939130?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3731019835361939130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/08/sharing-jakarta-yuukk.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3731019835361939130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3731019835361939130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/08/sharing-jakarta-yuukk.html' title='Sharing JAKARTA yuukk!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4067896781621180709</id><published>2010-06-20T03:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T19:46:30.484-07:00</updated><title type='text'>Amazing Race India..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Liputan dari Varanasi dan New Delhi, India&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir saya berada di Varanasi, Robert menyapa dan menanyakan rencana saya hari itu ketika saya masih asik kongkow dan menikmati sarapan saya yang belum selesai. Robert adalah seorang lelaki paruh baya yang berasal dari San Fransisco. Setiap tahun beliau tidak pernah absen mengunjungi Varanasi. Tahun ini adalah tahun ke-20 beliau berada di Varanasi.&lt;br /&gt;Saya menjawab pertanyaan Robert dengan muka cemberut &lt;em&gt;“I’m leaving Varanasi in a few hours.”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Lucunya, Robert malah merespon &lt;em&gt;“Leaving today?? Have you bought your saree?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Nyahahaha, penting gitu yah nanya udah punya saree atau belum? Setelah tahu saya belum punya saree, Robert menawarkan kepada saya jika saya berminat untuk membeli saree. Saya tertarik dengan tawarannya mengingat pemilik toko saree ini adalah anak asuh Robert yang sudah dia kenal sejak 20 tahun yang lalu. Saya yakin harga yang ditawarkan juga tidak membuat kantong saya jebol. Tapi waktu yang saya punya sebelum jadwal keberangkatan &lt;em&gt;auto rickshaw&lt;/em&gt; saya ke airport hanya 1 jam. Kush – pemilik guesthouse sudah asik bernyanyi memberikan wanti-wanti bahwa saya harus tepat waktu kembali ke guesthouse untuk mengejar rickshaw yang akan membawa saya ke airport. Tapi Robert memastikan kalau saya akan kembali tepat waktu. Maka dengan waktu sempit yang tersedia, Robert dan saya segera meluncur!!..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amazing Race pertama hari ini DIMULAI!!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mulai dari &lt;em&gt;guesthouse&lt;/em&gt;, kami berdua melakukan kombinasi lari dan jalan cepat melewati gang-gang kecil penuh misteri di Varanasi. Akhirnya, kami berdua berhasil sampai di toko tempat anak asuh Robert hanya dalam waktu 15 menit! Masih ngos-ngosan dan betis saya nyut-nyutan, saya harus segera mulai memilih warna dan bahan saree yang saya mau. Tentunya turis kere seperti saya tidak mampu membeli saree sutera dengan harga yang mahal. Maka saya hanya melihat koleksi saree yang terbuat dari &lt;em&gt;cotton&lt;/em&gt; dan memutuskan membeli saree seharga 550 Rupee berwarna kuning kemerahan. Buat perempuan seperti saya, ini adalah transaksi jual beli tercepat yang pernah terjadi! Saya bahkan tidak sempat mencoba membalut tubuh saya dengan saree tersebut! Segera setelah menerima uang kembalian dan saree, saya mengucapkan salam perpisahan kepada Robert dan berlari melesat bagai &lt;strong&gt;Flash Gordon&lt;/strong&gt; kembali ke guesthouse!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali tepat waktu, bahkan masih bersisa 10 menit!! Nafas saya tersenggal-senggal, badan saya berkeringat dan yang pasti paha dan betis saya langsung mau copot! Wuiihh, tapi saya seneng banget tidak telat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menuju lobby hotel dimana saya bertemu dengan teman backpacker lain, sebut saja Denny yang akan menuju airport dengan tujuan akhir dan waktu yang sama dengan saya. Setelah menyelesaikan urusan &lt;em&gt;check-out&lt;/em&gt; dan pembayaran, kami berjalan meninggalkan Schindia Guesthouse menyusuri gang-gang kecil untuk terakhir kalinya menuju auto rickshaw yang akan membawa kami ke airport. Saya cukup sedih melihat pemandangan terakhir yang saya lihat ketika berjalan melalui gang kecil meninggalkan Varanasi. Di salah satu sudut gang yang cukup panjang, duduk berjajar rapi sekitar 30 pengemis memakai baju lusuh lengkap dengan mangkuk logam di pangkuan paha mereka. Pemandangan yang sungguh memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Auto rickshaw&lt;/em&gt; segera membawa kami ke airport. Terletak 18 km dari jantung kota Varanasi, dibutuhkan waktu hampir 1,5 jam untuk sampai di airport. Saya menikmati kombinasi kacaunya kemacetan lalu lintas di kota dan indahnya pemandangan daerah pedesaan sepanjang perjalanan ke airport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di airport, kami segera menuju &lt;em&gt;check-in counter&lt;/em&gt; Kingfisher dan masing-masing kami mendapatkan dua boarding pass sekaligus. Satu untuk penerbangan Varanasi – New Delhi, dan satu lagi untuk penerbangan New Delhi – Jaipur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis 1,5 jam terbang, pesawat mendarat dengan sempurna di New Delhi. Pesawat lanjutan saya ke Jaipur masih 3,5 jam lagi. Saya dan Denny memutuskan untuk mampir ke &lt;em&gt;Toursim Office&lt;/em&gt; meminta pendapat mengenai objek wisata yang paling memungkinkan untuk bisa kami kunjungi dalam waktu yang sempit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut petugas &lt;em&gt;Tourism Office&lt;/em&gt;, kami direkomendasikan untuk mengunjungi Qutab Minar. Walaupun tidak banyak tahu mengenai objek wisata ini, kami memutuskan untuk pergi kesana. Setelah membayar pre-paid taxi sebesar 310 Rupee, kami menuju ke Qutab Minar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami membayar 250 Rupee per orang untuk masuk ke dalam Qutab Minar. Qutab Minar adalah sebuah kawasan bangunan mesjid yang terkenal dengan minaret setinggi 72.5 M terbuat dari bata merah dan penuh ukiran ayat-ayat Al-Quran yang sangat indah menghiasi beberapa bagian minaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melihat-lihat, kami keluar kawasan Qutab Minar menunggu Supir Taxi yang mengantarkan kami ke tempat ini, karena beliau sudah berjanji untuk menjemput kami kembali jam 5 sore. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 5:15 sore dan keberadaan beliau tidak bisa dideteksi di sekitar kawasan Qutab Minar. Saya cek ke daerah parkiran mobil tapi beliau memang tidak beredar sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memutuskan untuk memberhentikan sebuah taxi yang lewat, tapi Pak Supir meminta kami membayar 500 Rupee dan tidak bersedia melakukan tawar-menawar. Akhirnya kami membiarkan taxi ini pergi begitu saja dengan mengharapkan akan ada taxi yang lewat. Tapi hal itu merupakan sebuah KESALAHAN BESAR!! Karena setelah menunggu beberapa menit ke depan, hal itu tidak terjadi! Tidak ada satu taxi pun yang lewat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai panik dan bertanya kepada supir-supir auto rickshaw yang berada di sekitar situ untuk mengantarkan kami ke airport. Tapi sayangnya tidak ada yang bersedia. Aduh, saya udah mulai lemes banget. Waktu tetap berjalan, waktu boarding kami pun tinggal sejam lebih beberapa menit saja tapi kami masih tidak ada progress sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penjual minuman lemon di pinggir jalan berusaha menenangkan saya. Dia memastikan saya akan membantu mencari taxi maupun auto rickshaw yang akan mengantar kami ke airport. Saya sudah pasrah dan mulai memutar otak untuk menyusun Plan B jika saya benar-benar akan ketinggalan pesawat. Tapi untungnya penjual minuman lemon yang baik hati itu benar-benar mendapatkan seorang supir auto rickshaw yang bersedia mengantarkan kami ke airport dengan biaya 200 Rupee. Saya tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada penjual minuman lemon tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Auto rickshaw kami pun meluncur dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota New Delhi. Tapi apesnya saat itu jam pulang kantor dan kemacetan pun terjadi dimana-mana. Auto rickshaw kami sedikit tersendat-sendat terjebak kemacetan New Delhi. GUBRAKK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami bertanya &lt;em&gt;“How long will it take to go to the airport?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Pak Supir menjawab &lt;em&gt;“Approximately one hour.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Duuh, mudah-mudahan ini bukan perkiraan ala India yang biasanya selalu meleset jauh dari perkiraan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cuman bisa sok cool dan berdoa menyerahkan nasib saya pada kemacetan New Delhi dan Pak Supir. Untung saja kemacetan New Delhi tidak separah Jakarta. Semacet-macetnya, setiap kendaraan masih bisa berjalan lambat merayap dan biasanya kemacetan hanya terjadi di perempatan jalan karena menunggu lampu merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tol, pak supir menancapkan gas-nya pada kecepatan maksimum yang akhirnya mengantarkan kami ke airport tepat 10 menit lebih cepat dari jadwal boarding kami. Waaaa, kami ga telat! Senangnya bukan main!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera menuju kawasan airport tempat dimana kami datang tadi sore. Hmm, tapi kayaknya ada yang salah. Lha, ini kan arrival section?!? Setelah bertanya kepada salah satu &lt;em&gt;officer&lt;/em&gt;, dia menjawab &lt;em&gt;“Departure section is in another building, next to this one.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Huuuaaahhh..Amazing Race kedua hari ini DIMULAI!!!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Serentak kami berdua tanpa dikomando langsung berbalik arah dan LAAAAAAAAAAARRRRRRRRIIIIIIIII dengan kecepatan tinggi!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergopoh-gopoh kami sampai di &lt;em&gt;Domestic departure section&lt;/em&gt;, memberikan boarding pass kami kepada petugas security di depan gate. Dengan polosnya beliau berkata &lt;em&gt;“Flying Kingfisher? Departure section is at Level 2 – International lounge.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;WHAAAAATTTTT?????&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lari lagi menuju lift untuk naik ke level 2. Saat kami berlari, dari kejauhan kami melihat pintu lift sudah mulai tertutup dan kami berteriak &lt;em&gt;“waaaaiiitttt upppp!!!!”..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Tapi tanpa belas kasihan tidak ada seorang pun yang berusaha menahan pintu lift supaya tetap terbuka. Pintu lift tertutup dengan manis persis di depan hidung kami saat kami sampai di depan pintu lift. &lt;em&gt;SH***TT!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Otomatis kami segera memencet tombol lift berulang-ulang sampai akhirnya kami naik ke Level 2. Kami langsung berbaris di antrian &lt;em&gt;security screening&lt;/em&gt; sambil mengecek &lt;em&gt;departures monitor&lt;/em&gt; dimana boarding gate kami berada – T16. Setelah berhasil melewati &lt;em&gt;screening section&lt;/em&gt;, kami langsung berlari menuju T16, memberikan boarding pass kami dan masuk ke bus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua cuman bisa terdiam dan mengatur napas kami yang tersenggal-senggal. Setelah berhasil menenangkan diri, kami berdua cuman bias saling pandang, ngakak-ngikik tidak karuan mengingat kejadian yang baru saja terjadi yang bisa mengakibatkan kami ketinggalan pesawat!!! Pppfffhh, untung saja hal itu ga kejadian!! Kami berdua pun sambil tertawa bersamaan berkata &lt;em&gt;“We made it! HIGH FIVE!!”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang ga sih kalo saya sampe ketinggalan pesawat di New Delhi? Bisa hancur minah semua rencana spektakuler saya di India..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4067896781621180709?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4067896781621180709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/06/amazing-race-india.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4067896781621180709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4067896781621180709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/06/amazing-race-india.html' title='Amazing Race India..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2916777038352086373</id><published>2010-04-12T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T21:02:20.305-07:00</updated><title type='text'>Cuap-Cuap Nabi on CHIC Magazine</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S8LYTyWzuPI/AAAAAAAAAj4/RcO7P10W4QA/s1600/untitled.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459163532773013746" style="WIDTH: 236px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S8LYTyWzuPI/AAAAAAAAAj4/RcO7P10W4QA/s320/untitled.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari ini saya masuk kantor dengan tampang beler, muka merah kebakar, pantat berasa tepos dan badan saya yang tua renta ini berasa remuk redam. Semua ini adalah indikasi akibat melakukan perjalanan yang panjang dan lama tapi menyenangkan ke Krakatau weekend ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hal pertama yang saya lakukan setelah sampai di kantor adalah menyalakan laptop dan mengunjungi blog tercinta ini, yang tampaknya sudah lama sekali ga saya buka dengan alasan saya kecapean traveling sampe lupa menulis..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Saya liat komentar di postingan saya bertambah. Saya cek satu-persatu komentar baru ini sampe mata saya terbelalak dengan komentar seorang teman baru yang menuliskan..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;“Selamat...! selamat...! Selamat jalan-jalan dan menulis kisah seru selama di India. Selamat juga ya, blog ini diulas majalah CHIC di rubrik BlogReview. Keren, emang ;) Keep writing, keep blogging”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Reaksi pertama.. BENGONG!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Reaksi kedua setelah sadar.. berteriak “BLOG GW DI FEATURED DI MAJALAHHHH!!!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tentunya teman-teman kantor saya di sebelah cubical langsung mengerubungi layar laptop saya dan segera bergabung membacan dan sumbang saran “Beli majalahnya siang ini!” “Jangan lupa dipoto dan diupload di FB” “Waaa, gw jadi temen kantor lu ikutan beken!” – yang ini komentar agak narsis pastinya – dan masih banyak komentar seru yang lain..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhirnya saya membeli majalah itu tadi siang dan serta merta membuat postingan ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perasaan saya campur aduk waktu baca review blog saya di majalah itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dulu, saya suka iri kalo liat ada temen-temen sesama blogger yang blog-nya di featured di majalah. Tiap kali baca ulasan mereka di majalah saya suka membatin dalam hati “kapan yah blog saya bisa dimuat di majalah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini.. impian saya terwujud! &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terima kasih untuk Mbak Erma Dwi Kusumastuti, seorang penulis yang tentunya tidak saya kenal tapi berjasa untuk mempromosikan blog saya yang bodor ini. Terima kasih untuk CHIC yang pasti dengan kesadaran penuh, tanpa ragu-ragu memuat blog review mengenai blog saya yang sesuai dengan judulnya memang penuh dengan kegilaan traveling. Terima kasih untuk Mbak &lt;a href="http://langlangbahasa.blogspot.com/"&gt;Diah&lt;/a&gt; yang sudah memberikan informasi kalo blog saya direview oleh CHIC. Terima kasih buat &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KAMU&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang selalu setia membaca blog saya!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;I love you guys! !&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2916777038352086373?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2916777038352086373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/04/cuap-cuap-nabi-on-chic-magazine.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2916777038352086373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2916777038352086373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/04/cuap-cuap-nabi-on-chic-magazine.html' title='Cuap-Cuap Nabi on CHIC Magazine'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S8LYTyWzuPI/AAAAAAAAAj4/RcO7P10W4QA/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3993445307626159015</id><published>2010-02-09T01:46:00.000-08:00</published><updated>2011-07-11T19:12:08.571-07:00</updated><title type='text'>Mimpiku Hampir Terwujud..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Blink-blink..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah imel masuk ke inbox saya. Ketika saya liat nama sendernya - Emmanuella, saya langsung berasumsi kalo imel ini pasti GA PENTING karena saya yakin isinya ga jauh-jauh dari joke murahan tapi bisa bikin pipis di celana saking lucunya ato hal-hal yang berbau traveling yang selalu bikin ngeces dan ngiler setengah mati, kadang-kadang indikasi ekstrim malah bisa mengakibatkan serangan jantung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya buka imel itu, ternyata hanya imel forwardan yang ga ada lucu-lucunya dan ga berbau traveling sama sekali. Saya curiga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya baca imelnya secara detail, saya tertegun. GLEG GLEG GLEG. Baru membaca&lt;br /&gt;judulnya saja saya sudah merinding..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Rencanakan Perjalananmu, Terbitkan Bukumu, dan Bentang yang Bayar!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ternyata ini adalah sebuah kompetisi menulis dan budget planning yang disponsori oleh sebuah penerbit kenamaan bernama Bentang Pustaka yang sudah banyak menerbitkan buku-buku keren seperti The Naked Traveler, Laskar Pelangi, Perahu Kertas dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung tergiur untuk terjun langsung berpartisipasi dalam kompetisi ini, mengingat saya akan melakukan perjalanan ke India di bulan Februari. Tapi, saya hampir pingsan ketika saya liat tanggal penutupan kompetisi ini. WAKS, 2 hari lagi! Gimana caranya saya mau bikin proposal yang berkualitas kalo cuman punya 2 hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keinginan saya untuk mewujudkan impian saya ternyata lebih besar dari apapun. Jadi, selama sisa 2 malam itu, saya bersemedi dan berkutat di depan komputer ditemenin Goggle.com, Lonely Planet dan sebuah buku yang saya pinjam dari seorang teman berjudul 100 Wonders of India. Detik-detik terakhir di hari terakhir kompetisi ini ditutup, proposal saya selesai juga dan langsung saya kirimkan ke Bentang Pustaka melalui imel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut jadwal kompetisi, 5 pemenang yang dipilih akan segera ditunjuk dan dihubungi satu hari setelah kompetisi ditutup. Saya sudah grogi dan kebelet menanti-nanti berita bagus hari itu. Tapi berita baik itu ga kunjung datang. Sedihnya. Saya pun serta merta melupakan kompetisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Seminggu kemudian&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 3 sore ha-pe saya berdering, nomornya ga saya kenal. Biasanya saya suka sok ngartis, suka males ngangkat telpon yang ga saya kenal, takut-takut telpon salah sambung dan saya disangka ibu lurah. Tapi ga tau, saat itu saya putusin untuk ngangkat ha-pe saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BP: “Mbak, saya dari Bentang Pustaka, sudah baca imel?”&lt;br /&gt;RTR: “Ehm, belum mbak”&lt;br /&gt;BP: “Saya cuman mau ngasih tau kalo mbak masuk 10 besar untuk kompetisi menulis”&lt;br /&gt;RTR: GLEG&lt;br /&gt;BP: “Mbak diharuskan membuat budget proposal harian untuk perjalanan ke India. Waktunya ga banyak mbak, paling lambat jam 12 siang besok harus dikumpulkan. Lewat dari jam 12, proposal sudah ga diterima lagi karena jam 12.15 proposal akan segera dikirim ke Trinity yang menjadi juri kompetisi ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bengong dan ga percaya. Dan kali ini udah berasa pengsan beneran karena waktu yang dikasih ga banyak, saya lagi flu berat dan huruf N di keyboard laptop saya copot. Gimana mo ngetiknya coba? Kenapa bukan huruf X ato Z aja sih yang copot?? Agh, kenapa semua masalah harus berjatuhan di waktu yang sama waktu saya harus berkonsentrasi penuh dengan proposal ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ditemani dengan tissue satu roll, lagu-lagu koleksi mas John Mayer dan five for fighting, laptop bobrok yang huruf N-nya copot, Google.com, Wikitravel, Lonely Planet dan seorang teman orang Belanda yang gilak dan maniak dangdut bernama Jorrit di YM, saya kerja rodi berusaha menyelesaikan proposal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang dong gimana susahnya harus bikin budget proposal ke negara yang belum pernah kita kunjungi sama sekali. Harus research dan berpikir keras membayangkan harga satu botol air berapa? Harga bus ato kereta yang akan saya naikin berapa? Harga tiket masuk ke objek wisata berapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11 malem masih 40%. Jam 2 pagi hanya 60%. Saya udah mulai gedek dan eSmosi jiwa. Sudah hampir menyerah, serta merta Jorrit mendadak menjadi cheerleader dangdut buat saya. Usaha gokil Jorrit tentunya tidak sia-sia dalam mengeluarkan jurus dangdut ala Belanda. Akhirnya, tepat jam 4 pagi, proposal saya selesai dan saya kirim. Segera saya tewas terkapar di tempat tidur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal tidur 3 jam saja, badan saya dipaksa segar bugar untuk pergi ke kantor dan menghadiri meeting sepanjang hari itu. Kesibukan seharian membuat saya hilang ingatan soal kompetisi sampe jam 5 sore ha-pe saya berdering lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BP: “Mbak, selamat sudah terpilih menjadi salah satu pemenang kompetisi menulis yang diadakan Bentang Pustaka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAAAAAAAAAAAAAHHHHHUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lompat kegirangan! Norak-norak bergembira!! Kegembiraan tak terkatakan dan terungkapkan!! Saya menang!! Seneng banget!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi… apa sih sebenarnya hadiah yang saya dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judul kompetisinya, Bentang Pustaka akan membiayai perjalanan saya ke India dan cerita perjalanan saya di India akan dijadikan sebuah buku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip your hat and cross your fingers for me yah! Semoga impian sederhana saya ini diberkati… perjalanan saya lancar dan buku saya bisa diterbitkan AMIN!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3993445307626159015?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3993445307626159015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/02/mimpi-retrira-hampir-terwujud.html#comment-form' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3993445307626159015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3993445307626159015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/02/mimpi-retrira-hampir-terwujud.html' title='Mimpiku Hampir Terwujud..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4134859260701946535</id><published>2010-01-21T22:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T04:11:49.023-08:00</updated><title type='text'>Belitung - Invisible yet Incredible..</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S1mFRtF0ORI/AAAAAAAAAjI/uUYMFT30bqc/s1600-h/P1020683.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429517364980103442" style="WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S1mFRtF0ORI/AAAAAAAAAjI/uUYMFT30bqc/s400/P1020683.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sejak menonton pelem LASKAR PELANGI, otomatis Belitung saya nobatkan sebagai salah satu destinasi domestik impian yang harus saya kunjungi. Ironisnya, sudah beberapa kali planning perjalanan saya ke Belitung gagal total karena saya suka sok sibuk di kantor dan salah satu alasan lain yang paling significant adalah saya BOKEK alias ga punya duid!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbulan-bulan gambaran pasir putih, birunya air laut, batu-batu granit yang spektakuler besarnya dan gagahnya mercusuar menari-nari di kepala saya. Tidak kuat menahan beban batin walopun dengan modal tabungan cekak, saya pun memutuskan untuk menunaikan perjalanan seru saya ke Belitung bersama Emmanuella, Novie, Savitri dan Gildas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang tamu perjalanan kali ini adalah Gildas, seorang French-Gabonese yang menjuluki Belitung sebagai “The Invisible Island”. Hanya dengan iman saja dia bersedia berlibur bersama kita walopun ketakutan setengah mati karena tidak tau menau mengenai keberadaan Belitung!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sesampainya kami di Belitung, kami disambut oleh Pak TjeTjep. Beliau yang mengantarkan kami ngubek-ngubek Belitung selama 3 hari. Tak disangka tak diduga, Pak TjeTjep ikut terlibat dalam pembuatan pelem Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, jadi kami pun mendapatkan banyak cerita seru seputar pembuatan pelem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami langsung menuju pantai Tanjung Tinggi. Salah satu lokasi pantai tempat pembuatan pelem, sampai-sampai ada plang bertuliskan “Lokasi Syuting Laskar Pelangi”. Berhubung hari itu adalah hari libur, jadi hampir seluruh populasi kota Belitung tumpek blek menghabiskan waktu berpiknik dan berenang di sekitar pantai. Luaarrr biasa ramenya kayak cendol!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, penduduk disana kalo berenang-berenang di pantai selalu memakai BAJU LENGKAP! Bikini is a BIG NO NO! Saya cukup terkesan karena Belitung masih jauh dari sentuhan pengaruh kebudayaan barat dan berharap mereka akan selalu menjaga kebiasaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampakan Tanjung Tinggi yang aseli dengan kombinasi pasir putih dengan air laut yang kehijau-hijauan juga batu-batu granit besar harus diakui sangat cantik. Otak saya dengan IQ jongkok ini tidak pernah habis berfikir bagaimana Tuhan bisa menciptakan segala sesuatunya dengan apik. Saya sungguh bersyukur masih bisa menikmati ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak-anak cowok lokal duduk manis di atas batu granit yang segede rumah itu, nyali saya jadi tertantang untuk ikutan nongkrong disana. BEGH, ternyata mo mencapai di atas sana perlu perjuangan. Harus loncat sana-sini, manjat batu sana-sini. Setengah perjalanan saya sudah mau menyerah karena medan pemanjatan semakin susah.Tapi, seorang anak membantu saya memanjat batu-batu yang curam itu dan akhirnya saya sampai juga di atas sana. Tentunya pemandangan dari atas sangat spektakuler!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan siang kami hari itu ditemani dengan angin kencang dan hujan badai. Tapi hal itu tidak membuat kami bersedih karena menu makan siang kami sungguh menarik. Ikan bakar dan goreng yang disajikan sangat fresh! Belum lagi kepiting saus tiram,tumis kangkung dan terong bakar! Tentunya tidak lupa ditemani air kelapa muda murni.. Yummy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang, kami pun meluncur ke Tanjung Kelayang Resort tempat dimana kami akan menginap. Kembali saya terpukau dengan keindahan alam yang disajikan pantai Tanjung Kelayang. Pasir putih yang lembut ditemani dengan jejeran nyiur melambai menari-nari di depan mata saya. Tampak di kejauhan beberapa batu granit besar berbentuk burung menambah indahnya pantai yang tenang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun menghabiskan sore dengan berenang-renang di sekitar pantai. Tak lama kami melihat para nelayan mulai kembali dari memancing ikan. Sungguh pemandangan yang unik… tapi… kenapa mereka seliweran cuman pake celana dalem doang? Terus kenapa mereka ga malu sama kita seliweran dengan celana dalem doang? Mo diliat ntar bintitan.. Mo ga diliat tapi di depan mata? Ah..Serba salah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, jam 3 pagi kami semua sudah grasak-grusuk cuci muka dan sikat gigi karena kami harus ke Pantai Manggar yang harus ditempuh dalam waktu 2 jam. Kebetulan, kami semua sunrise junkies yang bersedia bangun pagi-pagi buta demi sunrise. Tentunya kami melanjutkan tidur kami di mobil dan menyerahkan tugas menyetir kepada pak TjeTjep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami sampai di Pantai Manggar, matahari sudah mulai muncul sedikit demi sedikit dan tampak anggun menunjukkan sinarnya yang keemasan.Otomatis, kami semua terbuai sibuk jeprat-jepret.. Sampai akhirnya Emmanuella berteriak “aku nginjek e’ek!!” Barulah kami sadar kalo banyak e’ek manusia dimana-mana. Lha, ini apa penduduk lokal demen e’ek berjamaah ato emang tradisi? Apapun jawabannya, tetep banyak e’ek dimana-mana!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, Pak TjeTjep membawa kami berputar-putar untuk napak tilas Laskar Pelangi. Kami melewati rumah Bu Mus, area sekolah, pasar Manggar dan pabrik Timah. Setelah puas napak tilas, kami juga mampir di Danau Kaolin yang merupakan danau buatan hasil kerukan timah dengan warna airnya yang kehijau-hijauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highlight perjalanan kami adalah mengunjungi Pantai Lengkuas di hari terakhir. Jam 6 pagi kami sudah duduk manis di boat yang akan membawa kami kesana selama kurang lebih 45 menit. Cuaca hari itu memang agak sedikit mendung, jadi imbasnya angin kenceng dan ombak tinggi membuat kapal kecil yang kami tumpangi oleng kesana kemari. Walopun tampang kami semua sok cool, tapi dalam hati udah pada ketar-ketir semua. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai ke Pantai Lengkuas, kami melewati beberapa Pulau cantik lainnya seperti Pulau Burung, Pulau Kelayang Besar, Pulau Babi dan Sand bar Island. Tampak dari jauh batu-batu granit bertebaran dimana-mana membentuk suatu formasi yang artistik dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti khasnya pantai lain di Belitung, Pantai Lengkuas juga memiliki pasir putih dan disekitar pantai dihiasi dengan batu-batu granit besar. Tapi yang membuat pantai ini lebih adalah sebuah mercusuar berlantai 18 berdiri dengan gagah disana. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1882, sejak jaman penjajahan belanda tapi dirawat dengan baik sehingga sampai saat ini mercusuar ini masih dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyusuri tiap tangga satu persatu sampai ke lantai 18. Tingginya mintaa ammppYyunn dan tentunya bikin betis medadak mengencang dan nafas ngos-ngosan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampai diatas sana saya terperangah.. Saya ga perlu menjelaskan gimana indahnya pemandangan sekitar Pantai Lengkuas dari atas mercusuar. Walaupun kaki saya gemeteran dan detak jantung saya mendadak kenceng gara-gara takut ketinggian, tapi saya bersyukur bisa menikmati keindahan Tuhan dari atas sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saja yang membuat kami harus meninggalkan Belitung dengan pantainya yang indah. Rasanya berat sekali meninggalkan pulau kecil yang indah ini.. yang belum terjamah oleh modernisasi maupun ekspoloitasi dunia pariwisata ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun akhinya memberikan lambaian terakhir kepada Belitung dari kaca pesawat.&lt;br /&gt;Termenung.&lt;br /&gt;Dan berjanji akan kembali lagi ke Belitung..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S1mFSDWDPJI/AAAAAAAAAjQ/AShCFfn1i64/s1600-h/P1020469.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429517370953776274" style="WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S1mFSDWDPJI/AAAAAAAAAjQ/AShCFfn1i64/s400/P1020469.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4134859260701946535?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4134859260701946535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/01/sejak-menonton-pelem-laskar-pelangi.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4134859260701946535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4134859260701946535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2010/01/sejak-menonton-pelem-laskar-pelangi.html' title='Belitung - Invisible yet Incredible..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/S1mFRtF0ORI/AAAAAAAAAjI/uUYMFT30bqc/s72-c/P1020683.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3856853593412643518</id><published>2009-11-16T00:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-16T20:39:56.778-08:00</updated><title type='text'>Sian Seru Baren Cipu..</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEUeWpCLlI/AAAAAAAAAhI/y-f7hO1OqkI/s1600/cipu1resize.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404623539527626322" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEUeWpCLlI/AAAAAAAAAhI/y-f7hO1OqkI/s200/cipu1resize.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEWAors7AI/AAAAAAAAAhY/q6mLw9xCRo0/s1600/DSC01160.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404625227997834242" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEWAors7AI/AAAAAAAAAhY/q6mLw9xCRo0/s200/DSC01160.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangang bingun kalo saya nulis dengang logat yan aneh. Inilah akibat jalang-jalang dengang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Cipu&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; selama sehari. Saya ketularang jadi oran Makassar. Kalo kaliang sadar, oran Makassar punya kebiasaang unik. Mereka selalu menambah kata yan berakhirang N dengang NG dang mengurangi kata berakhirang NG dengang N. Menurut Cipu, ini yan mereka bilan sebagai OKKOTS. Aneh bukannngggg???&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemareng sepanjan hari saya cumang bisa ketawa-ketawa kegeliang gara-gara cerita-cerita lucu Cipu seputar Okkots. Salah satu ceritanya yan lucu sampai membuat saya gulin-gulin ketawa di busway adalah ketika Cipu menceritakang mengenai sebuah konser dengang bintan tamu sebuah bang lokal. Malam itu san vocalist dengang bersemangat menyapa para penggemarnya..&lt;br /&gt;Vocalist: “Apa kabar kaliaNG yan di UJUN????”&lt;br /&gt;Penggemar : “amaaannnnnnGGGGGGGG….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAKZZZ...Wakakakakakakakakaka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tulisang ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkang oran Makassar. Sebaliknya, saya inging memberikang apresiasi tertinggi karena keunikang mereka. Sekaran yan ada saya malah jadi ketagihang berbicara Okkots. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemareng saya juga sempat mencicipi makanang khas Makassar yaitu Mie Kerin di Kedai Pelangi daerah Jaksa. Rasanya TOB BANGET! Kuahnya dan Mie Kerin yan disajikang menggugah selera. Enak sekali temang-temang! WAJIB dicoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanang kami lanjutkang ke daerah Matramang karena Cipu mau membeli buku komik di Gramedia. Selaing melihat-lihat buku, kami berdua juga mampir ke counter Eiger. Dengang senan hati saya meracuni Cipu untuk membeli backpack kecil yan sama dengang saya walopung warnanya berbeda. Dang kalo kaliang membaca &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/2009/11/bermula-dari-kopi-darat-tak-sengaja.html"&gt;blog Cipu&lt;/a&gt;, kami juga menemukang sebuah notes kecil dengang harga yan sangat murah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah berlari-lari mengejar busway dang haha hihi di busway, kami memutuskang untuk pulan ke rumah masin-masin. Setelah mengucapkang “see you later” akhirnya kami berpisah di halte busway GOR SUMANTRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yan pasti kami akan jalang-jalang wisata kuliner di daerah seputarang Jakarta secara regular. Jadi jika temang-temang berminat untuk bergabun, kami akang dengang senan hati menerima kehadirang kaliang semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cipu, thanks for a nice afternoon ang the treat. Cang wait to meet you againg!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THE ENGGG!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEVsNNCQhI/AAAAAAAAAhQ/FPsnRkAJ5r4/s1600/DSC01157.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404624877024068114" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEVsNNCQhI/AAAAAAAAAhQ/FPsnRkAJ5r4/s200/DSC01157.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEWrk24mVI/AAAAAAAAAhg/I9QmlffjAFc/s1600/DSC01154.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404625965705369938" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEWrk24mVI/AAAAAAAAAhg/I9QmlffjAFc/s200/DSC01154.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3856853593412643518?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3856853593412643518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/11/sian-seru-baren-cipu.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3856853593412643518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3856853593412643518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/11/sian-seru-baren-cipu.html' title='Sian Seru Baren Cipu..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SwEUeWpCLlI/AAAAAAAAAhI/y-f7hO1OqkI/s72-c/cipu1resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-912279795074513788</id><published>2009-10-20T19:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T20:57:03.317-07:00</updated><title type='text'>Thank you for Voting Cuap-Cuap Nabi</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://award.pestablogger.com/?page_id=51"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Acara XL Pesta Blogger 2009 udah berlangsung hari Sabtu kemarin dan saya pun dengan sangat sopan TIDAK menghadiri event ini dikarenakan berbenturan dengan jadwal diving saya. Haha! Tapi &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/"&gt;Cipu&lt;/a&gt; dengan gagah berani mempertanggung-jawabkan perbuatannya untuk menghadiri event ini karena telah menominasikan blog saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sayangnya, blog saya yang super KEREN ini TIDAK MENANG! Hahaha! Saya kayaknya kurang beken di dunia per-BLOGGER-an Indonesia. Tapi bukan berarti saya ga beken di dunia nyata lho.. (waaa, ngarep!!) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya mo mengucapkan TERIMA KASIH sebesar-besarnya buat semua temen-temen yang sudah VOTE FOR CUAP-CUAP NABI dengan PAKSAAN ataupun tanpa PAKSAAN! Wakaka, ketauan deh kalo saya banyak ngancem temen-temen untuk vote. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Dunia blogging saya tentunya tidak akan berakhir. Saya akan tetep traveling dan menulis untuk memenuhi kepuasan batin dan menginspirasi temen-temen seperjuangan yang menikmati dunia traveling..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Again, thanks a bunch peeps! Love ya all!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;em&gt;*cipu, thanks berat man! See you soon! Can't wait to hear another stupid story of your traveling exprience! Bwahahaha... &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-912279795074513788?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/912279795074513788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/10/vote-for-cuap-cuap-nabi.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/912279795074513788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/912279795074513788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/10/vote-for-cuap-cuap-nabi.html' title='Thank you for Voting Cuap-Cuap Nabi'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-1107859705896298729</id><published>2009-09-29T04:09:00.001-07:00</published><updated>2012-01-31T04:39:56.681-08:00</updated><title type='text'>Berlayar menuju Siam Reap..</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*&lt;em&gt;Liputan dari Cambodia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHtOf8RC8I/AAAAAAAAAgg/aVBEgAm5w9k/s1600-h/DSC07772.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386847462660049858" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHtOf8RC8I/AAAAAAAAAgg/aVBEgAm5w9k/s200/DSC07772.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHrlzi41oI/AAAAAAAAAgA/jmlgv0JFlWo/s1600-h/DSC07751.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386845664036050562" style="WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHrlzi41oI/AAAAAAAAAgA/jmlgv0JFlWo/s200/DSC07751.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jam 6 TENG dengan sangat tidak sopan alarm saya berbunyi kenceng banget! Walopun hati setengah kesel tapi saya kegirangan juga mengingat pagi itu saya akan melanjutkan perjalanan ke Siem Reap naek kapal!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada dua alternative alat transportasi ke Siem Reap dari Phnom Phen maupun sebaliknya. Bisa naek bus atau kapal. Hari itu saya memutuskan untuk naek kapal walopun harganya jauh lebih mahal dari bus. Bukan sok kaya, tapi saya pengen ngerasain traveling dengan berbagai macam alternative alat transportasi biar pengalaman traveling saya makin seru. Kalo seandainya bisa naek kuda ke Siem Reap, pasti saya jabanin!! Haha!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya sampe di pelabuhan setengah jam sebelum kapal diberangkatkan. Saya langsung menuju dek belakang tempat dimana semua barang bawaan disimpan. Setelah itu saya masuk ke kapal. Kapalnya cukup besar dan tiap sisinya ada 3 tempat duduk. Saya menuju tempat duduk saya yang letaknya di deket jendela. Sambil nunggu waktu, saya perhatiin orang-orang yang pada mulai dateng. Saya liat ada dua cowok bule dateng pake jaket gunung yang tebelll banget! Saya ketawa ngakak sendiri! “Doh, heboh banget sih mas..emang mo kemana?? Mau maen salju di Cambodia? Salah kostum banget sih mas!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rekomendasi dari seorang temen baik yang pernah melakukan perjalanan ke Siem Reap naek speed boat, saya diingatkan untuk TIDAK DUDUK DI DALAM KAPAL. Tempat duduk paling strategis untuk menikmati pemandangan dan potret memotret berada di atap kapal. Jadi waktu pak nahkoda membunyikan lonceng tanda keberangkatan, saya beranjak dari tempat duduk, keluar kapal menuju atap kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doh, mo menuju kesana aja penuh perjuangan! Cuman ada sisa space sebesar setapak kaki di sisi kapal dan ga ada pegangan sama sekali! Tangga mo naek ke atap kapal juga ga ada. Kalo kecebur bukan hanya MALU tapi udah pasti ditinggal terlantar di tengah sungai! DOUBLE kan MALUnya? Jadi semua orang pada lompat jumpalitan sekuat tenaga dan super hati-hati untuk mencapai atap kapal. Perjuangan berat kami semua ga sia-sia. Pemandangan yang disuguhkan di kedua sisi sungai bener-bener indah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas para penduduk lokal sebagai petani dan nelayan bisa diliat dalam jarak deket. Jejeran rumah panggung disisi sungai menambah kesan kesederhanaan orang-orang Cambodia. Belum lagi kuil-kuil Buddha yang bisa diliat di beberapa daerah, juga hamparan sawah hijau membuat perjalanan di kapal jadi lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga pernah nyangka kalo di bulan Desember adalah musim monsoon di Cambodia, jadi suhu udara bisa berubah drastis dari super hangat mendadak super dingin. Dan itulah yang terjadi di tengah perjalanan. 2 jam pertama menikmati keindahan Cambodia, matahari mendadak menghilang di balik awan dan suhu udara turun jadi diiinngggiiinnnn sekali!! Dengan persiapan yang sangat minim, saya cuman punya jaket tipis setipis kulit lumpia!! Brrr, SAYA KEDINGINAN. Tampaknya penumpang yang laen udah siap sedia dengan jaket tebel, terutama dua mas-mas yang saya ketawain tadi pagi. SAYA KUWALAT sodara-sodara!! Wekekekeke!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ga kuat kedinginnan, akhirnya saya harus rela lengser dan masuk lagi ke dalam kapal. Bengong dan mati gaya di dalam kapal, saya malah ketiduran. Waktu saya bangun, saya langsung keluar menuju dek kapal. Ternyata pas banget karena kapal sedang menyusuri the famous floating village of Chong Kneas yang berada di danau Tonle Sap. Hutan bakau ada di kedua sisi danau dan banyak rumah apung di sekitar area. Anak-anak kecil pada berenang di air danau yang kecoklat-coklatan sambil melambaikan tangan ke arah kapal. Kita pun dengan norak-norak bergembira membalas lambaian tangan mereka! Ga lama setelah itu, kami merapat di pelabuhan Phnom Krom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngambil backpack, saya langsung melompat ke daratan. Jejeran abang ojek sama abang tuk-tuk udah ada dimana-mana. Setelah tawar-menawar dengan tukang ojek, akhirnya saya bayar $1 untuk diantar ke jantung kota Siem Reap yang letaknya kurang lebih 20 menit dari pelabuhan. Ojek meluncur lancar jaya menyusuri beberapa daerah pedesaan mengantar saya ke backpacker area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga nyesel bayar mahal berlayar ke Siem Reap karena itu semua adalah awal mula kegembiraan dan keceriaan petualangan saya. 5 hari liburan saya di Cambodia merupakan sebuah pengalaman indah yang membukakan mata saya untuk menikmati keindahan bangunan bersejarah, mempelajari sebagian kecil sejarah tragis cambodia dan kebahagiaan untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan kasih sayang..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHsrNkbAoI/AAAAAAAAAgY/Raebqt7cJG0/s1600-h/DSC07779.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386846856432779906" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHsrNkbAoI/AAAAAAAAAgY/Raebqt7cJG0/s200/DSC07779.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHsLQwpgDI/AAAAAAAAAgQ/fGTuDtoYX20/s1600-h/DSC07748.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386846307533553714" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHsLQwpgDI/AAAAAAAAAgQ/fGTuDtoYX20/s200/DSC07748.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-1107859705896298729?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/1107859705896298729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/berlayar-menuju-siam-reap.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1107859705896298729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1107859705896298729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/berlayar-menuju-siam-reap.html' title='Berlayar menuju Siam Reap..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SsHtOf8RC8I/AAAAAAAAAgg/aVBEgAm5w9k/s72-c/DSC07772.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-7302877299007103147</id><published>2009-09-09T00:32:00.000-07:00</published><updated>2012-01-31T04:40:25.960-08:00</updated><title type='text'>One Fine Day in Phnom Phen..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari Cambodia &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqddZCU2O7I/AAAAAAAAAf4/-mE2FAwWm9Q/s1600-h/DSC07717.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379370964619770802" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqddZCU2O7I/AAAAAAAAAf4/-mE2FAwWm9Q/s200/DSC07717.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqdbiW8VjmI/AAAAAAAAAfQ/cx6Y2Lz3R1Q/s1600-h/DSC07691.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379368925749677666" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqdbiW8VjmI/AAAAAAAAAfQ/cx6Y2Lz3R1Q/s200/DSC07691.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;left - right : Independence Monument - Central Market Dome&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;MateK! Itu reaksi pertama saya waktu turun dari bus. Saya langsung kebingungan karena baru sadar kalo kami ga berhenti di terminal bus, tapi di salah satu sudut kota di depan sebuah hostel. Apesnya lagi, saya ga punya peta Phnom Phen dan satu-satunya peta yang bisa saya andalkan adalah dari buku Lonely Planet. Tapi gambar peta di buku juga burem, abis saya cuman beli yang bajakan seharga $4! Hahaha..orang Indonesia banget ga seh saya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk mampir ke hostel itu. Basa-basi aja saya tanya harga kamar, karena tujuan akhir sebenarnya mo minta peta Phnom Phen. Melalui reseach dari internet dan rekomendasi temen yang sudah pernah ke Phnom Phen, tempat backpacker yang murah dan asik adalah di area riverfront dan saya yakin banget bukan di daerah dimana hostel itu berada. Boro-boro liat sungai, paret aja ga ada??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah dapet peta, saya pelajari dimana saya berada saat itu dan akan kemana arah jalan saya menuju riverfront. Waktu saya mau pergi, staff hostel nanya kenapa saya ga mau tinggal disitu. Saya cuman bilang kalo mo tinggal di daerah riverfront. Dengan muka ketauan boong dia bilang “that area had been demolished”. Saya hanya tersenyum sopan dan melenggang pergi meninggalkan hostel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal satu peta di tangan, saya memilih untuk berjalan kaki daripada naik tuk-tuk dengan menggendong backpack 40 liter saya yang berat itu. Bukan karena pelit, tapi temen saya bilang kalo Phnom Phen bukan kota besar, jadi diputerin jalan kaki dalam sehari juga cukup. Kebetulan untuk menuju riverfront saya akan melewati banyak tempat penting. Jadi kenapa ga jalan kaki aja??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener-bener berbeda dengan Saigon, yang notabene kota besar dan penduduk lokalnya cenderung kurang ramah dan super cuek, kesan pertama saya mengenai Cambodia adalah kehangatan penduduk lokal yang sangat tulus. Hampir setiap orang yang berpapasan dengan saya selalu tersenyum dan mengucapkan salam. Beberapa supir ojek berhenti menawarkan jasa mereka. Saya cuman senyum dan bilang “No, thank you” dengan sopan. Reaksi mereka hanya mengangguk sopan dan pergi. Sungguh berbeda dari tabiat para ojekERS di Indonesia yang biasanya keUkeUh sumekeUh ngintil kita kemana aja ampe kita jadi salah tingkah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat perhentian pertama saya adalah Independence Monument. Sebuah monument berbentuk replika Angkor Wat yang dibangun tahun 1958 sebagai simbol kebebasan dari penjajahan Perancis tahun 1953. Setelah puas jeprat-jepret di daerah monument, saya meneruskan berjalan menuju Royal Palace. Di tengah perjalanan, saya bertemu dengan seorang mahasiswa yang berbaik hati menemani saya berjalan karena jaraknya cukup jauh. Dia nanya “Can I practice my English with you?” DOWWEEWW, saya pengen ketawa! Belom tau dia kalo bahasa inggris saya juga kacau balau! Pas dia tau kalo saya dari Indonesia, dia langsung bengong dan merogoh sesuatu dari tasnya. Dia ngeluarin sebuah undangan berlogo Garuda emas. Terus dia jelasin kalo dia adalah mahasiswa berprestasi yang mendapat kehormatan diundang untuk hadir di acara kebudayaan Indonesia oleh KBRI. TOB banget ga seh?? Pembicaraan kami jadi seru soal Indonesia walopun dengan Inggris yang belepotan dan patah-patah. Setelah sampai di Royal Palace kami pun berpisah. Apesnya, malem itu akan ada acara kenegaraan jadi Royal Palace ditutup. BEGH, udah jalan ampe gempor ga taunya tutup! Akhirnya saya hanya menyempatkan diri foto-foto di luar palace dan kemudian melanjutkan perjalanan ke riverfront yang jaraknya hanya 10 menit dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya liat udah banyak bule seliweran dan dari jauh kedengeran bunyi musik yang hingar bingar, saya tau kalo saya akhirnya sampe juga di daerah riverfront. Café dan hostel banyak berjejeran. Saya sempet bingung mo pilih yang mana. Akhirnya setelah bolak-balik ngecek kamar dan harga di beberapa hostel yang beda, saya menjatuhkan pilihan pada satu hostel seharga $5. Setelah naro backpack durjana yang super berat itu, saya melanjutkan acara muter-muter kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan saya berikutnya ke Wat Phnom, sebuah kuil Buddha kecil tapi terkenal. Kuil ini merupakan tempat dimana orang-orang Cambodia berdoa untuk meminta keberuntungan. Saya disangka penduduk lokal karena kulit saya yang item dan tampang saya yang kayak wayang ini, jadi saya ga bayar tiket masuk seharga $1. HORE!! Karena disangka orang lokal jadi akhirnya saya ikut-ikutan bakar-bakar dupa. Dodol bukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu saya nongkrong di taman depan Wat Phnom yang tampaknya merupakan kompleks elit. Bangunan US Embassy yang sangat megah dan super modern berada disalah satu sisi jalan. Saya liat banyak anak-anak muda Cambodia yang berpakaian cukup gaul nongkrong di taman itu sambil dengerin musik rock dengan bahasa Cambodia yang saya ga ngerti sama sekali. Saya kira cuman di Indonesia aja ada anak gaul.. ternyata di Cambodia banyak anak gaul juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun melanjutkan jalan sore saya menuju Psar Thmei. Di tengah jalan, saya liat 2 anak jalanan berumur 5 tahun lagi maen bola dengan bola tennis butut di pinggir jalan. Tiba-tiba, salah satu dari mereka mendekati saya. Dia bilang “Water” sambil menunjuk botol minuman di backpack kecil saya yang isinya tinggal setengah. Saya sempet bingung mencerna maksud si kecil. Saya ambil botol minuman saya dan bertanya “Do you want this?” Mereka berdua mengangguk penuh kegembiraan. Saya agak ragu, ga tega ngasih minuman bekas, jadi saya bilang “Wait, I’m gonna buy 2 bottles for you guys” Tapi mereka menolak dan terus nunjuk botol minuman saya. Akhirnya saya pasrah menyerahkan botol minuman itu. Mereka berdua tersenyum, menenggak air minum di depan hidung saya, mengucapkan terima kasih, melambaikan tangan dan balik main bola lagi dengan wajah penuh kegembiraan. Saya tertegun, betapa mudahnya membuat kedua malaikat kecil ini tersenyum. Tapi terbersit juga di pikiran saya, begitu susahkah kehidupan mereka untuk dapet air bersih untuk minum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya sampai di Psar Thmei ato lebih dikenal dengan sebutan Central Market. Disebut demikian karena lokasinya yang memang terletak di jantung kota Phnom Phen. Arsitektur Central Market sangat unik karena terdapat dome yang sangat besar di tengah bangunan yang dianggap merupakan salah satu dome terbesar di dunia. Barang-barang yang dijual di pasar ini cukup beragam, mulai dari souvenir traditional Cambodia, makanan, perhiasan, baju, jam, elektronik dan masih banyak lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari udah mulai gelep waktu saya keluar dari Central Market, jadi saya mutusin untuk balik ke hostel. Saya kurang tau berapa jauh saya jalan hari itu, tapi yang pasti kaki saya pegel banget dan betis saya mendadak membesar bak betis mas ronaldo! Saya udah ga mampu mo kemana-mana lagi, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat mengingat besok saya mau melanjutkan perjalanan ke Siem Reap untuk mengunjungi The Famous Angkor Wat!! Ga lama berbaring di tempat tidur, saya pun tertidur lelap seperti anak monyet.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqddIzJnRmI/AAAAAAAAAfw/Jh-oH6rqGtE/s1600-h/DSC07661.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379370685668214370" style="WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqddIzJnRmI/AAAAAAAAAfw/Jh-oH6rqGtE/s200/DSC07661.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sqdc7RK3JQI/AAAAAAAAAfo/Z5d4DLrDJzo/s1600-h/DSC07658.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379370453208343810" style="WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sqdc7RK3JQI/AAAAAAAAAfo/Z5d4DLrDJzo/s200/DSC07658.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wat Phnom&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-7302877299007103147?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/7302877299007103147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/one-fine-day-in-phnom-phen.html#comment-form' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7302877299007103147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7302877299007103147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/one-fine-day-in-phnom-phen.html' title='One Fine Day in Phnom Phen..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SqddZCU2O7I/AAAAAAAAAf4/-mE2FAwWm9Q/s72-c/DSC07717.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2625719553009668555</id><published>2009-09-01T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T06:01:15.140-07:00</updated><title type='text'>Friendship ala backpacker..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ga keitung deh banyaknya backpacker yang berseliweran di berbagai belahan dunia ini. Berdasarkan pengalaman saya ber-backpacking-ria di segelintir negara Asia Tenggara, sejauh mata memandang saya liat orang-orang dari etnis dan negara yang berbeda menggendong backpack dengan size dan warna yang berbeda tergantung kebutuhan dan kekuatan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui kalo tempat favorit para backpacker dari Eropa dan Amerika adalah Asia. Walopun harga ticket mahal dan harus rela mengkeret di pesawat berjam-jam, tapi kebutuhan sandang, pangan dan papan sepanjang perjalanan terbilang murah meriah muntah! Ga heran kalo kebanyakan dari mereka bisa traveling di Asia selama 3 bulan sampe 1 tahun lamanya. Keputusan saya untuk solo backpacking pada dasarnya diambil bukan karena saya PEMBERANI, tapi saya mengIMANi bahwa saya ga bakalan traveling sendiri karena banyak banget temen baru yang bakal saya temui sepanjang perjalanan. Dijamin saya akan dijauhkan dari kegaringan, malahan temen-temen baru ini bisa menambah keceriaan petualangan saya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Udah ga keitung banyaknya temen yang saya temui waktu lagi backpacking. Kebanyakan dari mereka berakhir jadi temen beneran yang punya ikatan emosi selama backpacking. Padahal kebanyakan friendship itu dimulai karena basa-basi BERBISA. Biasanya obrolan ringan terjadi pas mati gaya di van, bus, pesawat ato kereta api. Ga jarang juga karena obrolan panik pas tersesat ato kebingungan dan orang yang ditanya kebetulan mo ke tempat ato arah yang sama. Ato karena sharing kamar yang sama di guesthouse. Percaya ga percaya, di bawah ini adalah BACKPACKER 101 - GUIDE TO START A CONVERSATION yang isinya  pertanyaan standard untuk memecah kegaringan antara sesama backpacker.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where are you from?&lt;br /&gt;Which country did you visit before you came here?&lt;br /&gt;Where is your next destination?&lt;br /&gt;How long are you traveling for?&lt;br /&gt;Are you traveling alone?&lt;br /&gt;What is your name?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya cukup banyak soal friendship ala backpacker mengingat saya ini orangnya ga bisa bengong. Kata nenek kalo bengong bisa kesambit wewe gombel. Ogah banget kan? Jadi setiap object mahluk hidup yang bisa bicara di sekitar saya pasti bakalan jadi korban kegaringan saya. Tapi di banyak kasus, saya juga jadi korban kegaringan dan kebingungan mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contohnya adalah &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barbara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, seorang backpacker dari Swiss. Saya lagi bengong nunggu Sky Train di Terminal 1 Changi Airport waktu Barbara datengin saya. Dengan nada rada panik, dia nanya gimana caranya dapetin tiket MRT dari airport ke kota. Untungnya saya baru liat-liat peta Changi Airport dan inget kalo MRT station ada di Terminal 2. Pas banget saya juga mau kesana! Jadi akhirnya saya nawarin diri untuk nemenin dia ke MRT station. Ya gitu deh, akhirnya kita berdua jadi ngobrol asik dan langsung merasa deket. Ternyata Barbara adalah seorang guru yang sedang melakukan Round the World Trip selama 7 bulan dan Singapore adalah negara perhentian pertama. Sampe di Terminal 2 kita langsung menuju MRT station dan beli tiket. Kami melanjutkan mengobrol sampe akhirnya MRT siap untuk berangkat. Barbara memeluk saya, mengucapkan terima kasih dan kita pun ber-dadah dadah-ria. Saya merasa ada perasaan kehilangan yang menurut saya adalah sebuah perasaan yang aneh, karena pertemuan kami hanya dalam hitungan menit tapi kami merasa seperti temen baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi kisah saya dengan &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Brian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, seorang backpacker dari Irlandia. Kami berkenalan di Saigon, Vietnam karena hari itu kami berada di van yang sama menuju Cu Chi tunnel dan Chao Dai temple. Kami langsung akrab dan dia jadi potograper gratisan saya yang saat itu kebetulan sedang traveling solo. Haha! Setelah tour hari itu kita masih bareng menyusuri dan hang out di backpacker area daerah Pham Ngu Lau. Pertemanan kami ga berenti disitu aja, karena kami melanjutkan traveling bareng mengeksplorasi sungai Mekong beberapa hari kemudian. Sungai Mekong yang airnya cokelat butek itu jadi lebih menarik karena Brian orangnya asik banget! Haha! Pada saat yang ditentukan pun kami harus berpisah karena saya melanjutkan perjalanan ke Cambodia dan Brian harus kembali ke Irlandia. Sedihnya minta ampppYYYuunn waktu kami mengucapkan selamat tinggal sambil berpelukan ala teletubbies..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan naik bus dari Vietnam ke Cambodia, saya bertemu &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Clark&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, seorang backpacker dari UK. Pertemuan kami diawali dengan ketololan saya karena salah duduk di kursi milik Clark. Tapi karena kebodohan itu, saya malah mendapat teman baru dan berkesempatan mendengar kisah kehidupan Clark yang SPEKTAKULER. Sepanjang perjalanan, saya duduk manis mendengarkan pengalaman Clark sebagai seorang tsunami survivor yang saat tsunami terjadi sedang berada di Phuket bersama dengan pacarnya yang berkebangsaan Indonesia. Clark selamat dari bencana alam hebat itu, tapi pacarnya hilang dan jasadnya tidak pernah ditemukan. Perjalanan berjam-jam di bus jadi menarik karena dia temen ngobrol yang asik banget dan ga ngebosenin gara-gara dengerin cerita Clark. Ga kerasa tau-tau udah sampe di Phnom Phen dan kita udah harus pisahan. Dadah-dadahan lagi..      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ketemu &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;O’Ryan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, seorang backpacker dari Irlandia di sebuah van di Laos. Kisah yang satu ini rada spektakuler karena pembicaraan kita ga dimulai dengan pertanyaan standard seputar backpaking. Saya langsung jadi korban bahan becandaan dia di van dan saya harus berjuang mati-matian ngebales setiap celaan dia. Demi harga diri sodara-sodara! Haha! Herannya, gara-gara cela-celaan kita malah mendadak jadi deket kayak lem. Kami berdua hanya punya kesempatan untuk bareng selama 24 jam. Sadar karena kebersamaan kami terbentur masalah waktu, jadilah kemana-mana kami berusaha bareng. Mulai dari tinggal di guesthouse yang sama, have fun di hippie village sambil seluncuran di zip line, ajrut-ajrutan di mud pit, perang lumpur, menikmati sunset, dinner, hang out di sunset bar sampe pagi menjelang dan nerusin ngobrol di balcony guesthouse sampe matahari terbit. Hati saya hancur lebur luluh lantah ketika akhirnya saya melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendship a la backpacker adalah sesuatu yang menurut saya sangat unik. Karena periode friendship bisa terjadi mulai dari hitungan menit, jam, hari, minggu atopun bulan. Ketika persahabatan itu dimulai, kami semua tau bahwa cepet ato lambat persahabatan itu harus berakhir karena pada akhirnya satu sama lain harus ngucapin selamat tinggal dan ga pernah tau bakal ketemu lagi atau enggak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya mengucapkan SELAMAT TINGGAL jadi rada emosional. Mewek-mewek berjamaah sambil dadah-dadahan juga kadang-kadang terjadi. Wekeke, dangdut abis! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dipikir-pikir, orang-orang ini ga pernah kita kenal atopun ketemu sebelumnya. Tapi proses persahabatan itu terjadi secara alami karena kita berada di tempat yang sama, mengalami kesulitan yang sama,  pengen menjajaki kota dan object wisata yang sama dan yang pasti berbagi satu passion yang sama, yaitu TRAVELING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walopun harus menerima resiko jadi rada mellow, numb ato nangis bombai abis pisahan, saya ga akan pernah berhenti make friends during my travel karena perjalanan saya ga akan berwarna dan memorable tanpa mereka..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2625719553009668555?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2625719553009668555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/friendship-ala-backpacker.html#comment-form' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2625719553009668555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2625719553009668555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/09/friendship-ala-backpacker.html' title='Friendship ala backpacker..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-1491455694743667254</id><published>2009-08-10T05:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T19:56:00.104-07:00</updated><title type='text'>Ngemper [dot] com..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalo lagi on the road biasanya pilihan tempat tinggal saya ga jauh-jauh dari yang berbau murah meriah! Research dimana backpacker area berada di tempat yang akan saya kunjungi selalu jadi hal pertama yang saya lakukan untuk cari referensi hostel ato guesthouse murah kalo mau backpacking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar lebih jelas dengan penggunaan istilahnya, hostel itu cuman istilah kerennya hotel melati. Kalo guesthouse intinya satu kamar buat rame-rame dan biasanya cewe cowo campur. Kamar mandi, ruang tamu, dapur juga dipake bareng-bareng. Udah kayak tinggal di asrama dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan tinggal di hostel ato guesthouse lagi-lagi dikarenakan pengiritan budget. Karena dimana jejeran hostel ato guesthouse berada, disitu jugalah tempat makan dan clubs murah berada. Dua hal yang sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan sodara-sodara! Waduh, saya semakin yakin kalo saya ini pelit, bukan irit! Hahaha!&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di hostel ato guesthouse, walopun murah ga berarti tempatnya jorok, ga aman dan ga layak huni lho. Jaman sekarang hostel ato guesthouse udah pada bersih dan comfy. Tinggal pinter-pinter pilih tempat aja. Seperti hostel yang saya tinggalin di Saigon, daerah Pham Ngu Lao tempat backpacker, saya cuman bayar US$ 10 udah dapet AC, cable TV, aer panas dan free wi-fi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di KL saya punya guesthouse langganan di daerah Bukit Bintang. Sudah beberapa kali saya tinggal disana selalu dapet kamar yang berenam bahkan berempat belas! Bayar 30 MYR dapet kamar ber-AC, locker, seprei dan handuk bersih, air panas dan free wi-fi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka duka tinggal di guesthouse bener-bener niggalin banyak pengalaman menarik. Abis gimana enggak, kebayang dong gimana rasanya sekamar rame-rame bareng dengan orang-orang dari negara lain yang ga dikenal dan punya adat istiadat yang beda. Ada yang ramah, tau diri dan menghormati temen sekamar, tapi ada juga yang cuek beibeh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali di KL, salah satu teman sekamar saya adalah seorang cowok ganteng dari Australia bernama Luke yang kebetulan bekerja sebagai salah satu pekerja NGO di Banda Aceh. Karena saya juga punya background sebagai pekerja NGO di Banda Aceh, mendadak kami langsung punya connection. Setelah makan malem bareng, saya sempet diajakin kongkow-kongkow di teras guesthouse bareng dengan sesama penghuni guesthouse. Tapi harus saya tolak dengan halus karena saya harus tidur cepet gara-gara ga mau ketinggalan pesawat yang kebetulan jadwalnya pagi banget! Saya langsung lelap tertidur satu menit setelah kepala saya menyentuh bantal empuk.. Ditengah tidur nyenyak saya, kesejahteraan tidur saya mendadak terganggu karena kuping saya denger suara orang NGOROK yang bunyinya SPEKTAKULER kenceng banget! Setelah saya telusuri dari mana bunyinya, ternyata suara itu berasal dari tempat tidur Luke. Duh mas, ga jadi ganteng deh kalo ngoroknya amit-amit gitu..Saya coba tidur lagi tapi ga bisa gara-gara NGOROKnya fals banget! Saya pake iPod Touch saya sambil dengerin lagu dengan volume paling kenceng tapi NGOROKnya masih kedengeran..ALAMAK! Rasanya saya pengen nyamperin tempat tidurnya dan bekep dia pake bantal biar ga NGOROK lagiiiiiiiii!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi ceritanya waktu saya tinggal di sebuah guesthouse di Bangkok. Dengan model tempat tidur bertingkat, saya liat salah satu tempat tidur bagian bawah kok ditutupin sama handuk dan seprei, kayak jaman kita kecil dulu maen rumah-rumahan dibawah meja makan. Berhubung sudah jam 3 pagi dan saya udah cukup kecapean abis party ajrut-ajrutan sama temen-temen, saya ga ambil pusing. Saya langsung berbaring di tempat tidur yang kebetulan letaknya di tingkat atas. Ga lama saya denger ada suara tempat tidur yang berdecit-decit.. Saya telusuri lagi dari mana asal bunyinya, ternyata suara itu dari tempat tidur yang ditutupin pake handuk dan seprei itu. Saya liatin kok tempat tidurnya goyang-goyang..dan ga lama ternyata ada suara rintihan cewek…&lt;br /&gt;HOOOOAAAAAA..... GA SOPAAAANNNNNN!!!!!! Ada yang lagi "berbuat"! Pengen saya rajam batu orang-orang ga tau diri itu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hostel dan guesthouse, NGEMPER AIRPORT [dot] com adalah salah satu pilihan tempat tinggal alternative favorit apalagi kalo jadwal connecting flight saya rada-rada ajaib. Berhubung gratis jadi pelayanannya juga minimal banget. Cuman ada bangku super keras yang bikin punggung keram dan itupun kudu rebutan ama yang laen. Kalo ga dapet bangku yah terpaksa tidur di atas trolley. Kamar mandi massal yang dipake bareng ratusan orang, AC super dingin karena central system dan sukur-sukur ada wi-finya! Harga emang ga pernah bohong yah! Hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah ga kehitung berapa kali saya harus ngemper malem-malem menjelang pagi buta di airport. Tapi saya ga pernah be-te karena yang demen ngemper di airport juga banyak! Ga sedikit juga saya dapet kenalan baru sesama backpackers gara-gara ngemper bareng. Ngobrol, ngupi bareng, tukeran buku bacaan, maen kartu, maen sudoku bahkan sampe maen who wants to be a millionaire menjadi aktifitas untuk ngabisin malam yang panjang di airport. Menjelang pagi rame-rame sikat gigi dan cuci muka di toilet bareng. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga jadi turis kere, jadi emang harus siap menanggung segala resiko dan harus rela ngemper-ngemper dah! Ga perlu malu kalo ngemper di airport karena pengalaman travelingnya jadi tambah asoy dan seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya.. kalo harus ngemper di airport, siapa takut???&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-1491455694743667254?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/1491455694743667254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/08/ngemper-dot-com.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1491455694743667254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1491455694743667254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/08/ngemper-dot-com.html' title='Ngemper [dot] com..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5138582373172446713</id><published>2009-07-14T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T19:14:56.756-07:00</updated><title type='text'>Frustrasi ditolak!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*liputan perjuangan perjalanan antara Singapore, Manila dan Guam&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan pihak manapun. Saya ga mau dipenjara…&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06L8GTDxI/AAAAAAAAAd0/-WC1ha328KM/s1600-h/Guam1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358503108426272530" style="WIDTH: 146px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06L8GTDxI/AAAAAAAAAd0/-WC1ha328KM/s200/Guam1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06EYUsH1I/AAAAAAAAAds/ESvxiPXjkz8/s1600-h/DSC01635.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358502978563874642" style="WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06EYUsH1I/AAAAAAAAAds/ESvxiPXjkz8/s200/DSC01635.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Stress, pengen marah, sebel, gondok, keki, pengen maki-maki orang merupakan luapan perasaan yang saya alami ketika DITOLAK terbang oleh Philippine Airlines! Whattzzz, kenapa bisa ditolak sih??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ceritanya berawal ketika seorang teman baik yang berada di Guam, USA mengundang saya berkunjung kesana untuk BERLIBUR. Dengan iming-iming bahwa semua ongkos perjalanan dan akomodasi akan ditanggung 100%, serta merta saya kegirangan TIDAK MENOLAKnya! Lagian siapa juga sih yang bakal nolak liburan gratis??..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya segera melalukan sepak terjang mencari ticket yang murah meriah dari Philippine Airlines (‘PR’) beserta informasi dokumen perjalanan penting yang diperlukan untuk mengunjungi Guam. Saya norak-norak bergembira waktu tahu bahwa pergi ke Guam ga butuh US VISA dengan syarat waktu berkunjung di bawah 15 hari! HOREE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan saya sempet terancam batal karena untuk mengunjungi daerah teritori US harus pake “machine readable passport”. Sedihnya passport saya masih model lama yang ga ada barcode di bawahnya. Hiks..&lt;br /&gt;Setelah berkonsultasi dan dapet penjelasan dari Guam Immigration Bureau melalui telepon, saya diperbolehkan berkunjung dengan model passport saya yang lama karena peraturan Guam ga seketat kalo mo berkunjung ke US mainland. Jadi setelah masalah VISA dan Passport beres, saya langsung membeli tiket pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang dinanti pun tiba. Perjalanan saya hari itu akan cukup panjang dan melelahkan. Rencana penerbangan dimulai dari Indonesia – Singapore – Manila – Guam dengan total jam terbang 10 jam. Baru sampe di Singapore, masalah langsung muncul waktu saya check in di counter PR, Changi Airport. Saya harus berhadapan dengan officer PR yang sengak dan ga sopan abis! Dia ngotot kalo orang Indonesia harus pake US Visa untuk berkunjung ke Guam. Awalnya saya masih baik-baik menjelaskan ke dia kalo Indonesia dapet Visa Exemption untuk berkunjung ke Guam. Eehh, dia malah tambah belagu! Dasar officer tolol, harusnya issue kayak begini airline officer lebih tau dong dari passenger! Dia ngotot ga bolehin saya terbang, sebelum saya bisa nunjukkin US Visa. Saya langsung naek darah! Untungnya ada officer lain yang baik dan menengahi kami berdua yang udah berantem kayak kucing anjing. Beliau bilang kalo officers di Manila bakal lebih tau mengenai masalah ini, jadi saya dibolehin terbang sampe Manila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOOHHH, frustrasi dah saya di pesawat. Makan ga enak, tidur pun ga tenang. Hihi, dangdut abis! Perjalanan 4 jam rasanya jadi 10 jam karena deg-deg-an takut kalo bakal ngalamin hal yang sama di Manila. Segera setelah pesawat mendarat di Manila saya langsung meluncur ke transfer desk PR. Untungnya officers yang berwujud dua mas-mas yang baik hati langsung tau kalo Indonesia dapet Visa Exemption untuk ke Guam. Lega banget rasanya! Saya langsung menuju ruang tunggu setelah boarding pass saya terima. Tapi sebelum menuju ruang tunggu, ternyata saya masih harus berhadapan dengan seorang security officer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu officer ini melihat passport saya, dia langsung bilang “Your passport is not machine readable, I don’t think we can let you board the plane.” WHAT THE HECK! Not another drama please. I really can’t afford it this time..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung digeret dan dikawal security bak seorang kriminal ke ruangan para petinggi PR. Mereka keliatan kelimpungan dan kelabakan. Kitab-kitab mahabarata maupun buku-buku wangsit pada dibaca dan sebagian officer pada sibuk nelpon kebingungan. Sumpah BT banget! Bukannya orang-orang ini harusnya tau peraturan yang berlaku?!? Setelah beberapa saat nunggu, salah satu dari mereka bilang ama saya “Sorry, you can’t board the plane. The consular told us you must have a machine readable passport.” Saya coba bicara dan ngejelasin kalo saya sudah dapet approval dari Guam Immigration Officer, tapi beliau ga mau denger. Dia malah langsung bilang “We will send you back to Singapore on our next flight which is 45 minutes from now. Kindly proceed to the transfer desk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung bilang “Sir, I have my return ticket to Singapore next week. I can walk freely in the Philippines until next week. Don’t you dare send me home right now!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOOHH…stress banget kenapa harus deal sama officer-officer tolol kayak begini. Ga berapa lama telpon saya berdering, dan ternyata temen baik saya dari Guam menelpon. Dia hanya bilang. “I have made a back up reservation for you with Continental Airlines. Go to the next terminal, the flight is leaving in 3 hours. You have ample time to catch it.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemah lunglai saya balik ke transfer desk untuk ngembaliin boarding pass. Saya sempet bilang ke mas-mas yang baik ini kalo saya ga dibolehin terbang. Mereka ikut bersedih dan nyoba membantu dengan mengirimkan telefax ke Guam. Tapi berita yang saya denger tetep sama, kalo saya ga bisa visit Guam tanpa machine readable passport. Saya cuman bilang makasih dan ngasih tau mereka kalo saya mau ke terminal 1 dimana Continental Airlines (“CO”) berlokasi karena temen saya udah buat back up reservation. Mereka hanya mengingatkan kalo mungkin saya akan ngalamin masalah yang sama. Kemungkinan saya tetep ga boleh terbang selalu ada. Aduuh, rasanya lemes banget! Tenaga saya udah abis. Tapi saya pikir ini kesempatan terakhir. Harus dicoba, kalo enggak dicoba mungkin saya bakal nyesel seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik taxi ke terminal 1 dan langsung menuju kantor CO. Herannya sampe disana saya hanya diminta kode booking dan mereka langsung proses ticket saya. Lumayan takjub dengan service mereka yang ga nanya embel-embel VISA dan machine readable passport. Karena penasaran akhirnya saya cerita sama mereka mengenai kisah sedih, derita dan nestapa yang harus saya alami dengan PR. Jadi saya minta mereka make sure kalo saya ga bakalan bermasalah waktu sampe di Guam. Akhirnya passport saya di fax ke Guam Immigration Bureau. Hanya dalam waktu 5 menit mereka langsung dapet konfirmasi. Sambil senyum mereka ngasih passport sama ticket saya dan bilang “Miss, you don’t have to worry about your visa and your passport. You are good to go”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik itu juga rasanya saya pengen KAMEHA-MEHA officer-officer PR yang super DONg-DONg itu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk ruang tunggu dengan ceria walopun sedikit grogi dengan semua kejadian yang barusan saya alami dalam sehari ini. Tepat pukul jam 11 malem pesawat take off dan 5 jam penerbangan saya habiskan dengan tidur. Sesampainya di Guam saya masih rada deg-deg-an takut bermasalah lagi dengan immigration officer. Bisa aja kan waktu liap passport saya yang tanpa barcode itu saya langsung dipulangin ke Manila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kasih passport saya ketika berdiri di depan immigration window. Beliau liat passport saya dan langsung senyum sumringah bilang “Oh, you are Indonesian. SELAMAT DATANG.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari ngecek dan ngecap-in passport saya, dia nyerocos pake bahasa Indonesia yang patah-patah, sampe saya cekikikan berusaha ngebenerin kata-kata yang tepat untuk digunakan. Beliau mengucapkan “TERIMA KASIH” waktu ngembaliin passport saya. Saya jawab “SAMA-SAMA” dan melenggang pergi meninggalkan area kedatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOOAAAHH, what a journey! Saya bener-bener ga nyangka kalo saya harus ngalamin berbagai kesusahan dan kesulitan berantem dan argue sana-sini dealing sama orang-orang ga jelas sepanjang perjalanan sampe stress berat.. and at the end of the day waktu saya sampe Guam, saya disambut dengan seorang Guamanian yang ramah yang bisa ngomong bahasa Indonesia tanpa memperdulikan passport saya model jaman jebot ato enggak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Traveling oh traveling.. kesulitannya berbanding lurus dengan kejutannya yang tak terduga! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06i2JXanI/AAAAAAAAAd8/h_cs2BMNDNA/s1600-h/DSC09442.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358503501965519474" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06i2JXanI/AAAAAAAAAd8/h_cs2BMNDNA/s200/DSC09442.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06xpBMPiI/AAAAAAAAAeE/vDGulCQhciw/s1600-h/DSC09342.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358503756139609634" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06xpBMPiI/AAAAAAAAAeE/vDGulCQhciw/s200/DSC09342.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5138582373172446713?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5138582373172446713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/07/frustrasi-ditolak.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5138582373172446713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5138582373172446713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/07/frustrasi-ditolak.html' title='Frustrasi ditolak!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Sl06L8GTDxI/AAAAAAAAAd0/-WC1ha328KM/s72-c/Guam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5176587320460532393</id><published>2009-06-30T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T00:55:51.725-07:00</updated><title type='text'>Flu Babi..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari Laos&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Skr3Ul3quMI/AAAAAAAAAcM/Tx8rDq8NYr0/s1600-h/DSC00252.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353363040218298562" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Skr3Ul3quMI/AAAAAAAAAcM/Tx8rDq8NYr0/s320/DSC00252.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berita flu babi (‘FB’) di tipi, di radio dan di internet bener-bener menggemparkan dunia! Bayangin, bisa-bisanya berita krisis ekonomi global kalah pamor gara-gara FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya udah sempet ketar-ketir juga soal FB, karena kira-kira sebulan setelah berita menggemparkan ini muncul saya akan melancong ke negara tetangga kita, Laos. Kedengerannya agak geblek kalo harus bertindak ekstrim sampe ngebatalin rencana traveling ke Laos bukan? Tapi kalo nanti terinfeksi terus dikarantina kan malu-maluin ya? Masih mending kali kalo cuman dikarantina, kalo mati gemana??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya lagi kelimpungan sendirian mikirin FB, tiba-tiba temen saya &lt;a href="http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/transgender.html"&gt;Kantie&lt;/a&gt; orang Brunei yang bakal jadi traveling buddy saya mendadak membatalkan rencana traveling kami ke Laos. Dengan alasan, ya gara-gara FB!! Wadaw, kacau dunia per-traveling-an saya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya BT banget soalnya sudah sebulan saya mempersiapkan perjalanan ini dengan cukup mateng. Tiap hari saya lebih banyak baca Lonely Planet daripada baca kitab suci. Haha, dasar murtad! Tiap kali ke kantor, at least saya pake 3 jam sehari buat research di internet ketimbang kerja. Haha, dasar pegawai tidak teladan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gemana dong, kan saya ga mungkin maksa dia harus tetep ke Laos. Jadi saya udah mempersiapkan mental untuk ber-solo backpacking-ria lagi! Ga taunya 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan Kantie berubah pikiran lagi dan akhirnya memutuskan untuk tetep melakukan perhelatan besar ke Laos. Tambah serunya lagi, teman baik saya bernama Emanuella ikut bergabung! HOREEE! The more the merrier!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kami bertiga melakukan perjalanan seru ke Laos. Dari Thailand kita naek sleeper train ke perbatasan Laos. Perjalanan disambung naek dengan kereta kecil ke ibukota Laos, Vientiane. Dari Vientiane naik bus 12 jam ke Luang Prabang dan terdampar di terminal bus jam 4 pagi. Haha! Muter-muter Luang Prabang naek sepeda mini! Intinya, perjalanan kami menyenangkan dan menghebohkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 5 hari traveling bareng, hari itu kami harus berpisah. Kantie melanjutkan perjalanannya muterin Laos ke Pakbeng dan daerah sekitarnya, sedangkan saya dan Emanuella menuju Vang Vieng dan kembali ke Indonesia beberapa hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah saya menginjakkan kaki kembali di bumi Indonesia, saya menghubungi Kantie. Menanyakan kabarnya dan pengen tau gimana cerita sisa perjalanan dirinya ke Pakbeng dan daerah sekitarnya. Tapi bukan kabar baik yang saya denger. Sebaliknya dia bilang “I’m sick. I’m having high fever and running nose.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwak Kwak Kwawaw.. that’s not good to know..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya mendapatkan SMS dari Kantie yang berisi&lt;br /&gt;“It’s confirmed. I’m infected by AH1N1. I was brought into isolation ward last nite around 1 AM. Now in ward with 2 boys and a girl. Everything is going to be fine. Please don’t worry or panic.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huaaaa…gimana ga mo panik? Berarti ada kemungkinan saya ikut terkontaminasi FB ga ya? PANIC ATTACK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tolong doakan Kantie supaya cepet sembuh, dan doakan saya supaya ga ketularan FB..&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Skr3qt0hBVI/AAAAAAAAAcU/Ia4Qilsv9II/s1600-h/DSC00335.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353363420309685586" style="WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Skr3qt0hBVI/AAAAAAAAAcU/Ia4Qilsv9II/s320/DSC00335.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5176587320460532393?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5176587320460532393/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/06/flu-babi.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5176587320460532393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5176587320460532393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/06/flu-babi.html' title='Flu Babi..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/Skr3Ul3quMI/AAAAAAAAAcM/Tx8rDq8NYr0/s72-c/DSC00252.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-6325602728222233205</id><published>2009-05-06T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T00:56:50.931-07:00</updated><title type='text'>Kopi Darat Tak Terduga..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari Airport Cengkareng, Jakarta&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SgJqJl2VQoI/AAAAAAAAAcE/jd1BctD4v-k/s1600-h/cipurini.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332941621771453058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SgJqJl2VQoI/AAAAAAAAAcE/jd1BctD4v-k/s200/cipurini.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemaren pagi, tepatnya tanggal 6 May 2009 saya dijadwalkan terbang kembali ke Sumatera untuk mengemban tugas dalam upaya mencari sesuap nasi dan segenggam berlian. Abis check-in saya menuju Starbucks untuk membeli hot chocolate setelah itu nongkrong di bangku kosong untuk nerusin baca buku yang seru abis. Ga berapa lama, saya merasa di sebelah saya duduk seorang cowok. Tapi dirinya saya cuekin karna saking asiknya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga berapa lama cowok ini menyapa saya..&lt;br /&gt;Dirinya: “Mbak, blogger ya?”&lt;br /&gt;Saya sempet kaget dan ngeliatin muka dia dengan tampang oon sambil bilang “Iya”&lt;br /&gt;Dirinya: “Mbak Retri ya? Saya &lt;a href="http://cipuceb.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Cipu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;”&lt;br /&gt;Saya langsung ketawa ngakak abis-abisan ga nyangka bisa ga sengaja ketemuan sama si Cipu yang selama ini hanya bisa saya pandangi foto-foto narsis dia di blog miliknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan super singkat nan seru itu, kita berdua ngobrol, cekakak-cekikik, tukeran &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SgJp1139LHI/AAAAAAAAAb8/rVA8CHlSz20/s1600-h/cipurini.jpg"&gt;&lt;/a&gt;nomer ha-pe dan pastinya ada sesi pemotretan untuk mengabadikan momen penting tersebut pake blackberry mahal milik Cipu yang pernah dia pamerin di salah satu entry blog-nya! Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang menurut saya pribadi rada aneh tapi bener-bener mengesankan. Dan satu yang saya inget pesen dari Cipu adalah &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Narsis di blog pribadi itu penting!!!”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya kita ga bisa ngobrol lama-lama karena pesawat saya harus segera boarding. Tapi kita janjian ketemuan lagi kan Cipu???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-6325602728222233205?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/6325602728222233205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/05/kopi-darat-tak-terduga.html#comment-form' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6325602728222233205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6325602728222233205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/05/kopi-darat-tak-terduga.html' title='Kopi Darat Tak Terduga..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SgJqJl2VQoI/AAAAAAAAAcE/jd1BctD4v-k/s72-c/cipurini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5155428429688358516</id><published>2009-03-12T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T00:58:02.105-07:00</updated><title type='text'>Petualangan Rumah Hantu..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari berbagai tempat - Bontang, Malang, Filipin, Medan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Harap diketahui bahwa saya ini adalah orang paling penakut sedunia. Di rumah ato di kos, saya ga pernah nutup pintu kamar mandi kalo lagi mandi, pipis ato buang hajat. Saya selalu tutup kuping dan mata waktu di bioskop pas lagi extra pelem-pelem horror Indonesia. Saya ga pernah nonton pelem horror Indonesia SAMA SEKALI! Dan saya ga pernah tidur matiin lampu saking penakutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, saya yang sudah penakut ini pernah dikasih liat mahluk-mahluk aneh. Pertemuan pertama saya terjadi waktu saya masih di Bontang kelas 2 SMP. Saya lagi duduk di tempat tidur dan waktu saya liat jendela kamar yang sedikit tersingkap, saya liat ada dua buah pasang mata berukuran bola tennis berwarna merah penuh dengan urat dan tampak berdarah. Dengan tololnya, saya penasaran dengan “benda” itu, jadi saya berjalan mendekat. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba saya merasa bulu kuduk saya berdiri! Saya mendadak kalap dan ketakutan dan langsung ngibrit lari keluar kamar dan tidur dengan mama malam itu. Kata mama, itu genderuwo! ALAMAK!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, insting saya dengan keberadaan “mereka” jadi kuat. Saya kebanyakan ga bisa liat, paling hanya sekelebat-sekelebat lewat. Tapi, saya jadi bisa ngerasa kalo mereka sedang berada di dekat saya. UGH, SEBEL!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Malang, di tempat kos saya waktu menghabiskan 4 tahun masa kuliah juga serem. Jam 2 malem adalah jam-jam terseram. Kalo sendirian dan masih melek mata jam segitu rasanya tersiksa dan merana! Pasti ada aja hal aneh terjadi. Di keheningan malam yang sunyi itu dinding kos ato pintu kamar diketok-ketok. Ato kedengeran dari jauh orang jalan pake sandal jepit dan suaranya makin mendekat..tiba-tiba langkah kaki itu berhenti di depan pintu kamar saya! LEMESS DEH..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Filipin, kamar apartment saya menghadap ke sekolah SD. Beberapa malam sekitar jam 11, dari kejauhan saya suka liat ada orang duduk di bawah fire alarm sekolah. Saya tau “dia” bukan security guard yang lagi patroli. Pernah satu kali, “dia” menghadap ke arah saya dan melambaikan tangan dari jauh. MY GOD, saya langsung berdoa dan ngibrit nginep di apartment temen saya. TAKKUUTT...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Medan, saya dan sahabat mengontrak sebuah rumah kecil di daerah perumahan TASBIH. Sebenarnya dari jauh aja rumah ini udah keliatan horror dan waktu masuk rumah ini hawanya ga enak. Di kamar mandi suka ada hewan-hewan aneh muncul seperti lipas, cacing dan lintah bermunculan. Berdoa sebelum tidur adalah WAJIB hukumnya buat saya supaya bisa tidur tenang karena saya udah ngerasa ada sesuatu yang aneh di rumah itu. Setiap kali tidur, saya ga pernah tutup pintu biar bisa langsung ngacir ke kamar temen saya kalo ada apa-apa. Herannya setiap kali saya tidur, saya selalu ngerasa ada “seseorang” yang tidak bisa saya liat berdiri di daerah sekitaran pintu kamar memandangi saya dan sering ada “angin dingin” terasa di sekitar kaki saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali sahabat saya ke Jakarta. Dia bertemu dengan Mr.X yang bisa membaca garis tangan. Sahabat saya ini orangnya taat beragama sekali, tapi ga tau kenapa hari itu dia mau aja dibacain garis tangannya. Mr.X hanya bilang “rumah yang kamu tinggalin sekarang ‘panas’ kalo bisa kamu pindah. Di bawah bangunan rumah itu ada sumur yang sudah lama tidak terpakai. Kamu harus pindah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTOWEWEWEWEWWW…saya ketakutan setengah mati waktu temen saya cerita. Tiap malem sebelum tidur kita berdua berdoa dan baca renungan bareng minta penjagaan Tuhan. Urusan kepindahan juga kita proses karena kebetulan saya harus meninggalkan Medan karena keterima kerja di kota lain. Baru 3 hari saya meninggalkan Medan, saya chatting dengan sahabat saya dan dia menceritakan kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat: “Retri, gw sama pacar gw penasaran dengan sumur itu, jadi kemaren kita berdua nyari apa bener sumur itu emang ada”&lt;br /&gt;Saya: “Gile lo, iseng banget! Terus nemu ga?”&lt;br /&gt;Sahabat: “Sumur itu ada…”&lt;br /&gt;Saya: MERINDING MO GILAAA!!&lt;br /&gt;Sahabat: “Setengah putaran sumur itu letaknya ada di pintu kamar lo. No wonder kalo tiap malem lo selalu ngerasa sering diliatin sama “seseorang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merinding setengah mati waktu dia cerita padahal perbedaan jarak dengan kota Medan udah terpisah ratusan kilometer. Saya ketakutan dan rasanya mo nangis tapi bersyukur karena saya udah ga disana lagi. Selang beberapa hari, sahabat saya langsung keluar dari rumah kontrakan itu. Duh, siapa juga yang mau tinggal di rumah hantu sendirian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian pernah punya pengalaman aneh-aneh kayak saya ga? Kalian percaya ga sih dengan keberadaan “mereka?”&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5155428429688358516?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5155428429688358516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/03/petualangan-rumah-hantu.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5155428429688358516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5155428429688358516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/03/petualangan-rumah-hantu.html' title='Petualangan Rumah Hantu..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-7961589256881358842</id><published>2009-03-10T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T05:46:27.379-07:00</updated><title type='text'>Bulu ketek..</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*Liputan dari Anyer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdgTrZ3UhI/AAAAAAAAAbc/9aOe7JZVphY/s1600-h/Nudibranch+3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311820176691778066" style="WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 148px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdgTrZ3UhI/AAAAAAAAAbc/9aOe7JZVphY/s320/Nudibranch+3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdgGJkAsII/AAAAAAAAAbU/5mBhVH-sB-E/s1600-h/palau7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311819944269230210" style="WIDTH: 213px; CURSOR: hand; HEIGHT: 147px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdgGJkAsII/AAAAAAAAAbU/5mBhVH-sB-E/s320/palau7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu kali waktu lagi tugas di Jakarta dan harus ngabisin weekend di sana, saya mutusin gabung dengan Planet Diving untuk menyelam di Shangyang, Anyer. Hari sabtu pagi-pagi buta saya udah nongkrong di Sahid dan kenalan sama temen-temen yang mau diving bareng hari itu. Setelah atur-atur transportasi, kita langsung meluncur menuju Pelabuhan. Semobil dengan saya, cowok yang berprofesi sebagai underwater photographer (“UP”) dan cewek yang kerja jadi staff local di British Embassy (“BE”). Berhubung saya duduk di samping UP yang sedang mengendali mobil, walopun mata udah 5 watt gara-gara harus bangun pagi banget tapi saya harus cuap-cuap nabi nemenin dia. Untungnya ngobrol dengan mereka asik banget, jadi perjalanan 3 jam ga bikin bosen dan mati gaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe di Pelabuhan sekitar jam 9 pagi, Roni yang jadi dive guide hari itu langsung atur-atur boat. Ternyata hari itu ada 2 boat terpisah walopun dengan tujuan yang sama. Yang satu buat yang mo belajar diving dan yang satu lagi buat recreational diving buat yang udah punya diving license. Saya dan UP bergabung di satu boat untuk recreational diving dan harus berpisah dengan BE yang ternyata hari itu baru mau belajar diving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempet beberapa bulan absen dari kehidupan bawah laut, rasanya seneng banget bisa diving lagi. Harus diakui keindahan bawah laut Shangyang ga spektakuler banget, tapi saya happy karena bisa liat banyak banget nudibranch – siput air – dalam berbagai macam warna, bentuk maupun ukuran!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis diving session pertama selesai, boat merapat ke dermaga supaya kita semua bisa istirahat dan makan siang. Saya yang selalu punya masalah kedinginan terpaksa harus berjemur di atas boat untuk menetralisir suhu badan. Doh, udah item pake jemuran segala! Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi asik-asiknya berjemur, si BE tiba-tiba muncul di sebelah saya. Akhirnya kita berdua makan siang dan jemuran bareng di atas boat sambil ngobrol-ngobrol. Waktu BE ngangkat tangannya untuk ngebetulin iketan rambutnya, mata saya yang udah belo’ ini rasanya mo lompat keluar karena saya liat BULU KETEK si BE yang super rimbun! &lt;i&gt;My gosh&lt;/i&gt;, hari gini masih punya bulu ketek?? Ga malu apa ya sama cowok-cowok keren yang sedang berada di sekitar kita??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, si BE kayaknya PD-PD aja tuh dengan bulu keteknya. Abis makan dengan saya, dia langsung baur dengan temen-temen cowok yang lain di jembatan dermaga. Dengan gaya tak berdosanya, dia berbaring di jembatan dengan mengangkat ke dua tangannya!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WADAAAWWWWW!!! Rasanya saya pengen ngambil cukuran dan langsung membabat habis “hutan rimba” miliknya!! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdiLot3V7I/AAAAAAAAAbk/EgOoVYGgCyY/s1600-h/P1010137.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311822237554661298" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdiLot3V7I/AAAAAAAAAbk/EgOoVYGgCyY/s320/P1010137.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-7961589256881358842?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/7961589256881358842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/03/bulu-ketek.html#comment-form' title='21 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7961589256881358842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7961589256881358842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/03/bulu-ketek.html' title='Bulu ketek..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbdgTrZ3UhI/AAAAAAAAAbc/9aOe7JZVphY/s72-c/Nudibranch+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-7512280790649592307</id><published>2009-02-16T22:07:00.000-08:00</published><updated>2009-07-01T01:02:21.540-07:00</updated><title type='text'>Aku dilamar..</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*Liputan dari Saigon, Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpWCoH730I/AAAAAAAAAZU/WOMxWs2_iec/s1600-h/DSC07327.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303646114312609602" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpWCoH730I/AAAAAAAAAZU/WOMxWs2_iec/s200/DSC07327.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpV0wBgpjI/AAAAAAAAAZM/DuZZX0eFsWo/s1600-h/DSC07144.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303645875914974770" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpV0wBgpjI/AAAAAAAAAZM/DuZZX0eFsWo/s200/DSC07144.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;HOOOAAAAA...&lt;br /&gt;Tenang sodara-sodara, ini bukan lamaran seperti di pelem-pelem romantis yang bikin nangis bombay!! Maksudnya sih berhubung bulan ferb-ruari dicanangkan sebagai hari tatih tayang, jadi boleh dong saya nulis yang agak-agak romantis dikit. Jarang-jarang lho saya bisa begini, abis saya rada anti-romantisme. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, cerita ini bermula di hari kedua saya berada di Saigon waktu liburan kemaren. Jadwal hari itu saya akan ikut tour ke Cu Chi tunnel (baca: ku-ci). Jadi saya udah nongkrong pagi-pagi di travel agent sambil nunggu van yang akan bawa rombongan. Waktu van dateng, saya milih tempat duduk rada di belakang dan persis dibelakang saya duduk rombongan empat orang laki-laki dari Irlandia. Satu orang bernama Brian ngajak kenalan, jadilah berendengan saya kenalan sama yang lain. Akhirnya tour hari itu saya jadi barengan sama mereka, cuman saya lebih banyak ngobrol sama Bryan. Lumayan juga bo, setali tiga uang, sambil ngobrol bisa sekalian dimintain tolong untuk motoin diri saya. Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cu Chi tunnel ini merupakan tempat historic karena waktu jaman perang Vietnam melawan Amerika, para pejuang Vietnam tinggal di dalam ruangan bawah tanah yang banyak lorongnya dan sempit banget! Saya ga kebayang mereka semua bisa survived hidup disana karena udaranya sumpek abis emang ga banyak lubang udara dan rada menakutkan karena gelep banget! Waktu masuk ke dalam lorong itu, banyak banget kelelawar terbang-terbang. Syyeerreemm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis selesai tour hari itu, saya diajakin dinner. Saya kirain bakalan dinner rame-rame, tapi kok si Bryan malah ngusir-ngusir temen-temennya supaya pergi? Ternyata, Bryan cuman mau dinner bareng saya doang! Haha! Akhirnya, kita dinner di Vegetarian resto deket hostel tempat saya menginap. Jadilah kita ngobrol ngalor ngidul yang akhirnya membawa kesimpulan bahwa kita akan pergi tour bareng ke Mekong Delta besok lusa berhubung saya sudah punya janji dengan temen local saya Chaucy untuk puter-puter kota Saigon keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang ditentukan untuk Mekong Delta pun tiba! Kita naek bus dan berpetualang menyusuri Mekong Delta dengan perahu kecil yang didayung sama penduduk lokal. Pemandangannya ga jauh-jauh dari sungai dengan warna kecoklat-coklatan tipikal warna air sungai di Indonesia juga. Haha! Sebenarnya sih pemandangan disana biasa aja dan kalo boleh jujur rada membosankan, tapi mungkin karena saya pergi dengan Bryan jadi hari itu lebih menyenangkan. Selain menyusuri Mekong Delta, kita juga mampir di desa-desa sekitar untuk muter-muter naek sepeda ontel, makan buah-buahan seger sambil menikmati lagu tradisional Vietnam, mampir ke peternakan lebah sambil nyicipin hot lemon tea dan yang terakhir maen-maen ke pasar terapung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung malem itu adalah malem natal dan besoknya Bryan harus balik ke Irlandia, di bus Bryan ngundang saya untuk Christmas and farewell dinner bareng lagi. Kali ini kita berdua dressed up dan makan di sebuah resto yang lumayan mahal buat ukuran turis gembel seperti saya. Haha! Saya pesen Salmon steak dan satu gelas red wine. Seperti yang anda ketahui bahwa saya tidak minum minuman berakohol, tapi ga tau kenapa malem itu saya pengen nyoba dikit-dikit walopun pada akhirnya saya juga cuman bisa minum seteguk-dua teguk doang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita makan sambil ngobrol santai ditemenin dengan alunan musik klasik dari seorang pemain biola. Abis selesai makan kita masih ngobrol-ngobrol sambil nungguin Bryan ngabisin gelas wine miliknya dan saya! Haha!&lt;br /&gt;Tiba-tiba…si Bryan megang tangan saya! Nah lho nah lho..kenapa kok mendadak jadi romantis begini?&lt;br /&gt;Terus dia bilang “Would you come to Ireland and marry me?”&lt;br /&gt;TOWEWEWWWW…mendadak saya mendapatkan serangan BRAIN FREEZE! Bener-bener ga bisa mikir dan ngomong apa-apa! Perasaan campur aduk antara tidak percaya, seneng, takut dan bingung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah otak dan tubuh saya bisa beradaptasi dengan situasi aneh ini, saya berkesimpulan bahwa ini lamaran dadakan versi traveler gokil! DON’T TRY IT AT HOME!! Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abis makan, kita menghabiskan waktu dengan jalan kaki menyusuri daerah Bun Vien dan Pham Ngu Lao bareng, setelah itu Bryan nganterin saya balik ke hostel. Sebelum pisah, kita berpelukan seperti teletubbies sambil mengucapkan kata “see you later, mate”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpVsNhqEAI/AAAAAAAAAZE/-o1NvX3TU3s/s1600-h/DSC07152.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303645729215614978" style="WIDTH: 202px; CURSOR: hand; HEIGHT: 151px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpVsNhqEAI/AAAAAAAAAZE/-o1NvX3TU3s/s200/DSC07152.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpWTwrBhYI/AAAAAAAAAZc/SBRxAx-cif4/s1600-h/DSC07402.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303646408665040258" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpWTwrBhYI/AAAAAAAAAZc/SBRxAx-cif4/s200/DSC07402.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-7512280790649592307?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/7512280790649592307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/aku-dilamar.html#comment-form' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7512280790649592307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7512280790649592307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/aku-dilamar.html' title='Aku dilamar..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SZpWCoH730I/AAAAAAAAAZU/WOMxWs2_iec/s72-c/DSC07327.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-1781411089568609450</id><published>2009-02-10T22:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T23:03:02.430-08:00</updated><title type='text'>Pahlawan Devisa..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*tulisan ini dibuat untuk "Aku Untuk Negeriku"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;mimpiku untuk mereka semua yang aku ceritakan melalui tulisan ini..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih Pahlawan Devisa? Saya ga pernah menyangka kalo gelar ini dengan tulus dianugerhakan kepada para jajaran Tenaga Kerja Indonesia (“TKI”) yang mencari nafkah di negeri orang untuk memperbaiki perekonomian keluarga mereka yang dibawah garis kemiskinan karena kesempatan bekerja di dalam negeri pun sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat terdapat 696,746 TKI legal yang bekerja di luar negeri pada tahun 2007 yang membuat jumlah total keseluruhan TKI menjadi 4.9 juta terhitung sejak tahun 1994. Seperti kita semua tau, bahwa kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pekerja kasar karena minimnya pendidikan yang mereka miliki dan tidak sedikit dari mereka yang buta huruf alias ga bisa baca tulis. Tujuan awal dari uang yang mereka bawa pulang ke Indonesia untuk menghidupi keluarga atau bisnis kecil-kecilan, tapi siapa yang menyangka kalo sebagian dari pendapatan yang mereka kirimkan kembali ke Indonesia ini sangat membantu perekenomian negeri kita tercinta, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2003 pengiriman uang dari TKI mengalami kenaikan. Tahun 2007 tercatat sebanyak 5.9 Miliar Dolar pengiriman uang dari TKI. Kalo diitung-itung totalnya udah mencapai 16.2 Miliar Dolar uang yang dikirimkan oleh para Pahlawan Devisa sejak tahun 2003 sampe awal tahun 2008! Banyak bukan sodara-sodara? Itu semua duit! Dibeliin kerupuk, Indonesia bisa tenggelem!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya, kok saya ga pernah denger mereka dielu-elukan sebagai orang-orang yang berjasa buat negeri ini ya? Yang saya kebanyakan denger malah kisah sedih dan derita mereka. Baru berencana mau pergi kerja aja udah harus jual sawah dan jual sapi buat bayar agen tenaga kerja karna &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ga ada institusi keuangan yang bisa membantu mereka ngasih pinjaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Untung-untung kalo emang bener-bener dikirim keluar negeri dan bekerja disana. Kebanyakan dari mereka ditengah jalan malah TERTIPU..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah kerja disana, belum tentu juga diperlakukan secara manusiawi sama majikannya. Ada beberapa kasus dimana majikan sendiri mencuri uang mereka!! Ga sedikit kasus TKI kita yang disiksa oleh majikannya, belum lagi ada beberapa kasus kematian. Ironis banget ga sih? Kenapa ga ada perlindungan buat mereka disana ya? &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menyedihkan kalo tau faktanya bahwa para TKI ini dikirim dengan bekal informasi seadanya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Padahal kalo dipikir, ga ada susahnya kan memberikan sedikit training kepada mereka jika mereka menghadapi kesulitan ataupun bahaya ketika sedang bekerja untuk menghubungi polisi ato KBRI. Saya yakin KBRI tentunya akan bersedia memberikan bantuan dan perlindungan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi pas sampe di Indonesia, ada perlakuan yang berbeda buat para TKI. Setelah melewati petugas imigrasi, ada JALUR KHUSUS yang harus mereke lewati. Berhubung saya ga pernah melewati jalur itu, saya ga tau apa yang terjadi disana, tapi pasti ga jauh-jauh dari &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PALAK-MEMALAK!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Mo nuker duit di tempat nuker duit aja mereka dikasih rate penukaran yang beda. Mo naek travel kembali ke desanya masing-masing juga dikasih harga yang beda dan jauh lebih mahal karena DILARANG oleh agen tenaga kerjanya untuk naek kendaraan umum atapon dijemput sama keluarganya sendiri. Menyedihkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal-hal ini harus terjadi sama pahlawan-pahlawan kita??? Kenapa harus ada perbedaan kasta dan perlakuan buat para TKI yang tidak memiliki skill ini? &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bukankah perjuangan hidup dan penderitaan mereka bekerja di luar negeri udah cukup berat ?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Sesampainya di Indonesia untuk temu kangen dengan keluarga saja mereka masih harus berjuang lagi menghadapi tantangan yang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak banget sebenarnya hal yang bisa diperbaiki untuk memperbaiki kesejahteraan dan perlindungan buat para TKI.&lt;br /&gt;• Depnakertrans bisa bekerja sama dengan Institusi keuangan untuk ngasih pinjaman ke mereka&lt;br /&gt;• Bagus banget kalo sebelum dikirim, agen tenaga kerja memberikan training-training yang dianggap penting seperti bahasa, kebudayaan, KEUANGAN dan informasi penting lainnya seperti alamat &amp;amp; no.telpon KBRI&lt;br /&gt;• Depnakertrans bisa memperbaiki system kedatangan buat para TKI di bandara supaya mereka ga harus kehilangan uang mereka untuk para tukang palak!&lt;br /&gt;Yah, itu hanya sedikit contoh ide simple yang bisa saya kasih. Saya rasa, masih banyak hal yang bisa diperbuat untuk memperbaiki system ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di bawah ini adalah sepenggal kisahku ketika beberapa tahun yang lalu diberikan kesempatan untuk duduk bersebelahan di pesawat AirAsia dengan seorang TKI wanita yang bekerja di Malaysia. Dirinya masih muda dan sangat lugu. Logat bicaranya lucu karena aksen jawa-nya yang sangat kental..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia: “Mbak sekolah ya? Enak ya mbak sekolah. Aku capek mbak, jauh dari keluarga harus kerja banting tulang”&lt;br /&gt;Saya: “Iya mbak, saya anak sekolah. Mbak kerja apa di Malaysia dan udah berapa lama?”&lt;br /&gt;Dia: “Sudah 2 tahun mbak. Aku udah capek sama ga betah kerja makanya aku minta sama majikan pulang ke Indonesia.”&lt;br /&gt;Saya: “Oh gitu. Ga betah kenapa mbak? Majikannya jahat ya?”&lt;br /&gt;Dia: “Iya mbak. Disuruh kerja terus, ga ada istirahatnya. Tapi aku untung lho mbak masih dikasih makan teratur sama majikan. Temen aku ada tuh yang sering dikasih makanan basi. Ada juga yang ga dikasih makan karena jatah makanannya buat anjing peliharaan.”&lt;br /&gt;Saya: (Cuma bisa terdiam)&lt;br /&gt;Dia: “Mbak, nanti kalo udah sampe di bandara aku boleh minta tolong ga?”&lt;br /&gt;Saya: “Mau minta tolong apa? Kalo bisa dibantu, pasti saya bantuin”&lt;br /&gt;Dia: “Kata temen-temenku, kalo sampe di bandara itu biasanya aku nanti disuruh lewat jalan yang beda. Katanya sih disana nanti kita dimintain duit. Padahal duit yang aku bawa pulang juga ga banyak mbak.”&lt;br /&gt;Saya: “Oh gitu, jadi terus gimana saya bisa bantuinnya?”&lt;br /&gt;Dia: “Aku mo minta tolong supaya nanti mbak jalan disebelah aku terus biar aku ga disangka TKI mbak. Jadi aku ga usah liwat jalur itu.”&lt;br /&gt;Saya: “Kalo gitu aja sih mudah. Ya udah, nanti pas abis lewat imigrasi kita bareng terus sampe keluar bandara ya. Jangan misah-misah.”&lt;br /&gt;Long story short, sesampainya di bandara kita berdua jalan bareng dan berhasil melawat para tukang palak TKI. Setelah mengambil barang, kami keluar bandara dan mengantar dirinya bertemu dengan keluarganya secara sembunyi-sembunyi. Sangat terharu melihat pertemuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seteleh membaca cerita panjang saya ini, apakah kalian berfikiran yang sama kalo kesejahteraan mereka sebagai Pahlawan Devisa patut diperjuangkan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-1781411089568609450?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/1781411089568609450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/pahlawan-devisa.html#comment-form' title='23 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1781411089568609450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/1781411089568609450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/pahlawan-devisa.html' title='Pahlawan Devisa..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2756805167580408065</id><published>2009-02-05T02:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-05T18:45:14.179-08:00</updated><title type='text'>Aku bertemu seorang Tsunami Survivor..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan perjalanan antara Saigon dan Phnom Phen*&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara merasa ga “nyaman” duduk disebelah orang aneh, setelah urusan Visa on Arrival Cambodia selesai, saya SEGEERRAA mencari tempat duduk lain yang ada untuk menyelamatkan diri dari Viet. Wah, untunglah ternyata di bagian belakang bus masih banyak tempat duduk kosong. Saya pilih bangku deket jendela biar bisa sekalian liat-liat pemandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngarep bakalan duduk sendiri karena kepala udah mulai nyut-nyutan gara-gara kurang tidur. Ga taunya ada cowok bule nongol di samping saya dan dia bilang “you are sitting on my seat”&lt;br /&gt;WADAAWWW..malu banget ga sih???&lt;br /&gt;Saya udah langsung SIAP GRAK mau pindah, tapi ternyata sambil senyum dia bilang “No worries, I’ll just sit next to you. Problem solved.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya udah akhirnya kita kenalan. Cowok ini namanya Clark dan berasal dari London. Waktu saya bilang kalo saya berasal dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, doski sempet kaget banget. Dia cuman bilang “I have never thought an Indonesian girl would be very brave to travel alone” dan saya cuman nyengir doang dan agak bangga-bangga dikitlah dibilang pemberani :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia nyeletuk “Apa kabar?”&lt;br /&gt;Nah lho, kok mendadak ngomong pake bahasa Indonesia?&lt;br /&gt;Ternyata usut punya usut, Clark pernah tinggal di Jakarta 1 tahun kurang sedikit, jadi dia masih bisa bahasa Indonesia dasar sedikit. Sahabat baiknya sampai saat ini juga masih tinggal di Jakarta karena menikah dengan orang Indonesia. Jadi deh kita malah ngobrol ngalor-ngidul dan ga tau gimana mulainya, kita sampe pada topik Tsunami. Dari situ, mengalirlah sebuah kisah pengalaman hidup Clark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Tsunami terjadi tanggal 26 Desember 2004 pukul 10:10 pagi, Clark sedang berada di kamar mandi sebuah hotel yang berlokasi di Phuket, Thailand. Beberapa menit sebelum ombak besar Tsunami menghantam pantai, ada bunyi BENDA JATUH yang kenceng banget kayak bunyi BOM. Yang ada di pikiran dia hanya satu “Teroris!!” Langsung doski ngibrit keluar kamar untuk menyelamatkan diri. Tapi pas dia berdiri di depan pintu, dia bengong gara-gara ngeliat ombak gede dan tinggi banget! Di dalam ombak itu, dia liat orang-orang terperangkap di dalem sana. Baru mo lari lagi, ombak udah menghempas badan dia. Kelelep, terperangkap dan terguling-guling di dalam ombak selama beberapa menit, tiba-tiba badannya udah kebanting di atap hotel. Clark pengsan beberapa saat. Waktu sadar, badannya berasa udah remuk. Mulutnya berdarah, semua giginya hilang. Untungnya ga ada tulang yang patah, hanya lebam sekujur tubuh. Waktu Clark berdiri, dari atas atap dia liat banyak mayat dimana-mana. Dia panik, terutama karena teringat pacarnya, orang Indonesia yang saat itu harusnya bareng dia..HILANG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat bertebaran dimana-mana. Orang panik nyariin sodara, pacar, suami, istri dan anak. Orang nangis dan teriak histeris dimana-mana. Stress ngeliat orang mendekati kematian karena abis tenggelem dan luka berat, tapi ga bisa bantuin. Keadaan bener-bener kacau. Sampe akhirnya bala bantuan dateng dan keadaan mulai membaik sedikit demi sedikit. Walopun bukan sesuatu yang mudah dilakukan, Clark “mengabdi” ngebantuin orang-orang yang bisa dia bantu selama beberapa hari sambil mencari pacarnya. Saat yang bersamaan dia juga melakukan dokumentasi foto-foto mengenai keadaan setelah tsunami dan beberapa fotonya diterbitkan oleh majalan TIME. Setelah itu Clark memutuskan untuk pulang kampung ke London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 1 tahun lebih Clark harus bolak balik ketemu dengan psikiater karena efek traumatic dan kesedihan yang mendalam. Menghilangkan bayangan temen-temen dia yang tergeletak di pantai tak bernyawa, pacar dia yang hilang dan ribuan mayat yang ga diketahui ditumpuk di dalam konteiner bukanlah hal yang mudah. Tapi dia berhasil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bilang “I know God has a big plan for me. That’s why I survived.” Saat ini Clark sedang menulis sebuah buku mengenai cuplikan kehidupannya sebagai seorang Tsunami Survivor berjudul Waves of Tears yang akan direlease pada tanggal 14 Februari 2009 di London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga pernah tau apakah saya bisa sekuat Clark untuk membangun kehidupan saya lagi kalo hal yang mirip terjadi. Tapi yang pasti kisah kehidupan dia menginspirasi saya untuk selalu kuat dalam menghadapi cobaan hidup.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2756805167580408065?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2756805167580408065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/aku-bertemu-seorang-tsunami-survivor.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2756805167580408065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2756805167580408065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/aku-bertemu-seorang-tsunami-survivor.html' title='Aku bertemu seorang Tsunami Survivor..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2390777447407848968</id><published>2009-02-03T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T20:44:06.789-08:00</updated><title type='text'>Orang aneh pake kondom..</title><content type='html'>&lt;em&gt;*Liputan perjalanan antara Saigon dan Phnom Phen*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298795630851481906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SYkajVJLYTI/AAAAAAAAAYk/JxdAhRs6rAc/s320/DSC07577.JPG" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Abis ajeb-ajeb saya langsung balik ke hostel dan nge-pack ulang barang-barang bawaan saya. Jadwal keberangkatan bus ke Phnom Phen cuman 2 jam lagi, jadi saya ga mutusin untuk tidur. Secara, bakalan 7 jam di bus, ngapain lagi kalo ga molor kan? Untungnya, di hostel murah yang saya tinggalin dengan harga $10.00/malem itu, fasilitasnya jauh dari OK! Kasur empuk, kamar mandi bersih pake air anget pula, handuk juga disediain, Tipi dengan berbagai macam channel international dan Wi-Fi gratis!! TOB ga sih? Jadi, waktu 2 jam saya habisin buat baca-baca blog, buka facebook dan balesin imel temen-temen. Pengennya sih saat itu juga meng-UPDATE blog tercinta, tapi berasa ribet banget deh kalo harus ngetik di screen iTouch karena JARI JEMPOL saya kegedean! Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 jam berlalu dengan cepat. Saya mandi dan langsung menuju Sinh Café, travel agent dimana bus ke Phnom Phen ngetem. Setelah lapor hadir, saya langsung disuruh naek bus dengan nomor tempat duduk yang sudah disediakan. Ga lama saya duduk, temen sebangku saya nongol. Cowok berdarah campuran Jerman-Vietnam dengan bahasa inggris yang patah-patah bikin saya heran setengah mati! Orang jerman kok bahasa inggrisnya belepotan? Anyway, kita kenalan dan ngobrol dikit-dikit buat basa- basi doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga tau kenapa, hari itu saya lagi ga mood buat ngobrol-ngobrol. Apa karena kecapean dan kurang tidur? Ga ngerti deh kenapa. Tapi, cowok bernama Viet ini gara-gara kegaringan di bus jadi ngoceh melulu. Kalo ga diladenin ga enak juga. Jadi saya sebagai orang Indonesia yang baik berusaha tersenyum dan sok-sok ngedengerin, padahal kagak ada juga yang nyangkut di otak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi..ada satu topic yang selalu saya inget mengenai Viet dan somehow saya menjatuhkan vonis bahwa dia adalah Orang Aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Viet: “I went to the hospital with my girlfriend yesterday”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Retri: “Someone got sick?”&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Viet: “No. We went there to see the gynecologists. I was afraid my girlfriend might be pregnant.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Retri: “Oh Okay. What was the result?”&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Viet: “Fortunately, NEGATIVE” (ngomongnya dengan senyum sumringah!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Retri: “Ow, good for you! No responsibility to be a father yet!”&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Viet: “Haha, true! I was scared to death”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Retri: “I bet you were”&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Viet: “I know it would be impossible because everytime we had sex, I always used condom for protection”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Retri: *terperangah dan langsung crispy smile (senyum garing) mode: ON*&lt;br /&gt;Percakapan tidak dilanjutkan dan saya langsung pura-pura merem tertidur dengan nyenyak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toooweeewww… too much information ga sih???&lt;br /&gt;Mungkin dia punya cita-cita jadi ambassador for HIV/AIDS project kali ya?&lt;br /&gt;Ih, mana ada sih orang baru kenal langsung percaya diri ngobrol mengenai sex dan condom sebagai protection?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah ga berapa lama dari pembicaraan aneh itu kita berhenti di perbatasan Vietnam dan Cambodia untuk mengurus Visa on Arrival. Saya langsung ganti tempat duduk. Untungnya, temen sebangku saya yang berasal dari London ini orang normal! Kita berbagi cerita dan dia menceritakan kisah kehidupannya yang sungguh mengesankan. I’ll share it with you guys on my next post!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298797039312897282" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SYkb1UEjBQI/AAAAAAAAAYs/vkXwYM2VcSc/s320/DSC07614.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2390777447407848968?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2390777447407848968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/orang-aneh-pake-kondom.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2390777447407848968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2390777447407848968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/02/orang-aneh-pake-kondom.html' title='Orang aneh pake kondom..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SYkajVJLYTI/AAAAAAAAAYk/JxdAhRs6rAc/s72-c/DSC07577.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-669976701993883676</id><published>2009-01-29T22:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T23:46:06.636-08:00</updated><title type='text'>Krisis G-O-M-B-A-L..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Udah beberapa bulan terakhir ini tiap kali saya nonton tipi, dengerin radio, baca blog, dateng ke acara seminar, meeting di kantor, kongkow-kongkow sama temen sampe chatting di internet, pembahasannya ga jauh-jauh dari Krisis Global (baca: Krisis Gombal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbasnya berasa banget di industri perminyakan tempat dimana saya bekerja untuk mencari sesuap nasi dan SEGENGGAM BERLIAN. Biar kedengerannya agak intelek, menurut hasil research di internet tercatat harga crude oil per July 2008 mencapai $147.27 dan per December 2008 TERJUN BEBAS menjadi $33.87. Selain harga stock jadi ikutan turun, jam terbang operasi eksplorasi dan penambangan minyak jadi turun juga. Dengan alasan krisis gombal, sudah banyak teman-teman di kantor saya “dirumahkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gara-gara krisis gombal juga rencana promosi saya harus ditunda sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Lemes banget waktu boss saya yang baik hati itu ngasih berita buruk ini. Duh, tapi mau diapain lagi? Emang saya bisa apa? Mo nangis, mo ngambek, mo marah ntar malah dipecat lagi! Hehehe.. BT-nya setengah mati deh! Langsung kepikiran gimana bisa beli blackberry idaman? Terpaksa deh beli blueberry cheesecake yang ada! Gimana mo mempercepat penambahan tabungan traveling ke Papua kalo begini caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang biasanya ca’ur berusaha berfikir bijaksana dan berdoa. Tiba-tiba wangsit itu datang dari Tuhan. Saya diingetin kalo di saat-saat genting seperti ini saya harusnya bersyukur karena masih punya pekerjaan dan penghasilan yang layak. Coba bayangin orang-orang yang “dirumahkan” karena keadaan ekonomi seperti ini? Apalagi kalo yang “dirumahkan” sudah berkeluarga dan punya anak? Langsung deh saya jadi teringat sama sebuah pepatah yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“People concentrate so much on what they don't have, they forget about what they already have”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agh, saya jadi malu! Saya lupa bersyukur untuk apa yang sudah saya punya di hidup ini. I learned my lesson to always look at the bright side and be thankful for what I already have :)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-669976701993883676?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/669976701993883676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/krisis-g-o-m-b-l.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/669976701993883676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/669976701993883676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/krisis-g-o-m-b-l.html' title='Krisis G-O-M-B-A-L..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4739148049072498304</id><published>2009-01-12T22:03:00.001-08:00</published><updated>2009-01-12T22:38:23.181-08:00</updated><title type='text'>Transgender ??</title><content type='html'>&lt;em&gt;*Masih liputan dari Vietnam&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWwvG6gy49I/AAAAAAAAAYI/icosmLYUbPY/s1600-h/DSC07536.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290655458086020050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWwvG6gy49I/AAAAAAAAAYI/icosmLYUbPY/s320/DSC07536.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;left-right: Jane, Kantie, Anh&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ga afdol rasanya kalo traveling tanpa clubbing a.k.a ajeb-ajeb bareng temen-temen baru. Maka pada hari yang ditentukan, tepatnya jatuh pada satu hari setelah malam natal, saya dan beberapa teman dari Vietnam, Singapore, India, Brunei, Amrik dan Eropa punya janji temu untuk makan malam setelah itu dilanjutkan dengan ajeb-ajeb di club bernama Bounce. Ngomong-ngomong, ga semua teman yang dateng malam itu saya kenal. Jadilah malam itu saya banyak berkenalan dengan temen-temen baru, salah satunya Kantie dari Brunei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya cantik, gokil, lucu dan seru banget. Kayaknya she was the STAR of the night because she lighten up the night with her presence and her jokes! Berhubung kita seumuran (baca: TUA), sama-sama vegetarian, sama-sama ga minum alcohol dan sama-sama gokil (cuman saya masih kalah gokil) jadi kita langsung CLICKED at our very first conversation and the rest of the night..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem menjelang pagi itu kita harus said good bye karena besoknya saya melanjutkan perjalanan saya ke Cambodia, sedangkan Kantie harus balik ke Brunei. Cuman sampe saat ini kita masih in touch. Masih ngobrol di Yahoo Messenger, masih exchange comments di Facebook. Sampai beberapa hari yang lalu saya membaca profile yang ditulis oleh Kantie di salah satu social network miliknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;First off, I am a transsexual woman...so that means life is not easy for me (if you are still reading these at this point with any sense of judgement then you are truly a humane human). But the fact that I am a transsexual woman doesn't make me less of a human. I am just an ordinary person who is trying to go through life just like everyone else and I am a passionate traveller and love discovering new places.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya SCHOCKED dan bengong waktu baca tulisan itu..&lt;br /&gt;. . . . . . . .&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu saya hanya nonton di CNN mengenai hal ini. Beberapa minggu yang lalu, saya ketemu wujud asli mereka yang “bertransformasi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit saya renungkan dan pikirkan saya jatuh pada sebuah conclusion..&lt;br /&gt;Who am I to judge?&lt;br /&gt;Saya rasa keputusan Kantie untuk “merubah” dirinya dari seorang lelaki menjadi wanita mungkin bukan sebuah keputusan yang mudah. Dan sayapun ga tau gimana dia harus struggle untuk nemuin jati dirinya jaman masih kecil ato remaja dulu. Bingung milih mo jadi cewek ato jadi cowok. Saya jadi mikir betapa mudahnya hidup yang saya jalani ini tanpa harus mikir pengen jadi cewek ato cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah situasi ini membuat saya langsung menjauh dan ga mau berteman sama dia?&lt;br /&gt;Tidak sodara-sodara!&lt;br /&gt;June ini kita akan travel bareng ke Laos. Mudah-mudahan kita ga naksir cowok yang sama pas traveling bareng. Duilee, saya takut nanti di-BOGEM sama kekuatan lelaki dirinya! Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;*Kantie, I don’t think you read my blog. However, if you find this blog accidentally, I just wanted you to know that you are still my friend whether you are a boy or a girl!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4739148049072498304?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4739148049072498304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/transgender.html#comment-form' title='19 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4739148049072498304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4739148049072498304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/transgender.html' title='Transgender ??'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWwvG6gy49I/AAAAAAAAAYI/icosmLYUbPY/s72-c/DSC07536.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-2124841802071560243</id><published>2009-01-08T17:44:00.001-08:00</published><updated>2009-01-08T17:50:34.001-08:00</updated><title type='text'>Saigon Lautan Motor..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari Vietnam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWasxiYQOiI/AAAAAAAAAX4/oExPxxOOvm4/s1600-h/DSC07001.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289104779435325986" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWasxiYQOiI/AAAAAAAAAX4/oExPxxOOvm4/s320/DSC07001.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Huh, siapa yang nyangka kalo ternyata jumlah motor di Saigon/Ho Chi Minh City bisa sampe jutaan!! Populasi kota tersebut 9 juta manusia dan pengendara motonya mencapai 6 juta! Duilee, kebayang ga sih betapa padat, ribet dam sembrawutnya lalu lintas di Saigon. Walopun udah terbiasa dengan keteledoran dan kesembronoan pengendara motor di Indonesia, saya tetep mengalami CULTURE SHOCK di negara tetangga! Belum lagi, orang-orang disana demen banget NGLAKSON! Duh, kebayang dong betapa ributnya jalanan dengan suara klakson jutaan motor itu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pertama saya di Saigon, saya diundang makan malam oleh seorang teman local bernama Trinh yang saya kenal ketika sedang berjalan-jalan seorang diri di Bun Vien Street. Dengan mengendarai motonya, kita melintasi padatnya jalur lalu lintas Saigon menuju Ben Than Market. Tips buat survive mengendarai motor disana adalah dengan SELALU MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS! Kalo patuh pada peraturan malah mati gaya boo..hahaha! Yang kudu dipatuhi hanya pas di perempatan lampu abang ijo! Selebihnya..asoy geboy dan harus fleksible!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan malam, saya ditinggal sendiri oleh Trinh di area Ben Than market. Itu karena keinginan saya sendiri pengen liat-liat night market disana seperti apa lagipula hostel tempat saya menginap di daerah Pham Ngu Lao cuman walking distance. Sapa tau ada barang lucu yang bisa dibeli dan bisa sekalian uji kesaktian tawar-menawar. Pas udah waktunya pulang, saya cuman bisa TERNGANGA.. Ada jutaan motor yang mepet-mepet banget jaraknya berlalu lalang di sepanjang jalan sekitar Ben Than market dengan kecepatan lambat merayap disertai dengan bisingnya klakson-klakson ga jelas! Addduhhh, gimana saya mau nyebrang jalan?? Saya stuck di pinggir jalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 menit kok belum langgeng juga ya jalanan.. akhirnya saya nekat nyebrang jalan. Walopun kayaknya saya dicaci maki sama pengendara motor, tapi saya cuek beibeh..toh saya ga ngerti juga mereka ngomong apaan! Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya sudah berada di tengah jalan ditengah-tengah ribuan motor itu……mendadak semua pengendara motor pada ga mau ngalah dan ga ngasih saya lewat.. saya TERJEBAK DI LAUTAN MOTOR!! Maju kena mundur kena kayak pelem DKI warkop! Toolloongg!! Rasanya pengen nangis.. kebayang ga sih saya berada ditengah jalan seorang diri dan ada ribuan motor lalu lalang di sekitaran saya??..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya penderitaan itu segera berakhir! Mungkin karena akhirnya banyak pengendara motor yang kasian liat saya stuck di tengah jalan. Akhirnya beberapa motor mulai mengurangi kecepatan dan membiarkan saya menyebrang jalan dengan selamat dan sentausa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengalaman terjebak tersebut, saya jadi tau tips yang manjur buat nyebrang jalan di Saigon. Caranya dengan menutup mata anda dan melengganglah di jalanan tersebut tanpa merasa bersalah! Karena..kalo kita cuek beibeh dan tidak melihat ataupun ga mau tau dengan para pengendara motor itu, mereka malah keder dan berhati-hati. Tapi kalo kita sopan-sopan dan takut-takut..malah ga dikasih jalan! Ini tips manjur nih! Bisa dibuktikan sendiri kalo kalian jalan-jalan ke Saigon :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289105152227905490" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWatHPI7j9I/AAAAAAAAAYA/qtjiYOqGwfo/s320/DSC06989.JPG" border="0" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-2124841802071560243?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/2124841802071560243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/saigon-lautan-motor.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2124841802071560243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/2124841802071560243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/saigon-lautan-motor.html' title='Saigon Lautan Motor..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWasxiYQOiI/AAAAAAAAAX4/oExPxxOOvm4/s72-c/DSC07001.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4808638719282619861</id><published>2009-01-07T20:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T21:11:09.470-08:00</updated><title type='text'>Segelintir foto dari Singapore..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya bukannya saya ga pengen menampilkan foto-foto Singapore. Tapi menurut saya, Singapore hanyalah sebuah CONCRETE JUNGLE! Haha. Mudah-mudahan saya tidak menyingung siapa-siapa atas STATEMENT ini. Karena sebenarnya temen saya Karen dan Jani yang ASELI orang Singapore yang membuat statement tersebut. Cuman atas permintaan khayalak ramai, maka saya sisipkan sedikit jepretan foto kota Singapore :) Selamat menikmati jepretan amatiran saya ini. Haha!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288781599974876466" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWWG2BEf5TI/AAAAAAAAAXw/cIk9hi0eWu0/s320/DSC06938.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Merlion Esplanade&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288781384931253090" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWWGpf-Gm2I/AAAAAAAAAXo/6ubyX26OhAE/s320/DSC06934.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Singapore Flyer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWWGbidqajI/AAAAAAAAAXg/5_V4C8niC-A/s1600-h/DSC06932.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288781145082325554" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWWGbidqajI/AAAAAAAAAXg/5_V4C8niC-A/s320/DSC06932.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;A random picture somewhere around Esplanade park&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4808638719282619861?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4808638719282619861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/segelintir-foto-dari-singapore.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4808638719282619861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4808638719282619861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/segelintir-foto-dari-singapore.html' title='Segelintir foto dari Singapore..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SWWG2BEf5TI/AAAAAAAAAXw/cIk9hi0eWu0/s72-c/DSC06938.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-9106578922220449095</id><published>2009-01-06T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T20:30:09.350-08:00</updated><title type='text'>Orang Lanjut Usia, Orang Cacat dan Ibu Hamil..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;*Liputan dari Singapore&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, yang namanya jadi backpacker (baca: turis gembel) saya cuman punya pilihan untuk traveling murah meriah dengan menggunakan jasa Budget Airlines. Haha! Perhentian pertama saya sebelum mencapai Ho Chi Minh City (dahulu disebut Saigon) adalah Singapore. Dengan alasan untuk mendapatkan harga tiket murah meriah, saya terpaksa harus tinggal sehari semalam di Singapore. Untungnya, ada seorang teman baik bernama Jani yang menawarkan saya untuk tinggal di apartmentnya! Lumayan, bisa irit dikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum keberangkatan, Jani mengirimkan informasi bus dari Airport menuju apartment-nya secara detail. Walopun belum pernah naek bus di Singapore, saya sok-sok pede! Hehe. Setelah tanya sana-sini mengenai harga ticket bus dan gimana cara pembayarannya, saya turun menuju ke Bus Stop di bawah Changi Airport. Ga berapa lama, bus yang harus saya naiki pun dateng. Kebetulan antrian bus-nya lumayan panjang, jadi saya rada terakhir masuknya dan saya masih harus membereskan urusan saya dengan pak supir kalo saya butuh tiket. Pas saya dapetin tiket saya, bus-nya udah mulai jalan. Badan saya udah mulai oleng ke kanan dan ke kiri berhubung backpack saya lumayan besar! Jadi buru-buru saya berjalan dan menduduki kursi terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feeling saya ketika duduk disitu agak aneh. Karena saya cuman liat engkoh-engkoh tua di area tempat duduk saya. Waahhh, ini pasti ada yang salah nih!! Akhirnya saya liat-liat sekitar bus. Dan ternyata BENAR sodara-sodara! Di salah satu jendela bus ada sebuah sticker dengan ukuran lumayan GEDE tertulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“TEMPAT DUDUK BERWARNA HIJAU HANYA DITUJUKAN UNTUK ORANG LANJUT USIA, ORANG CACAT DAN IBU HAMIL”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dooeeennnggg!!! Lemes deh saya! Gimana mo ngecengin cowo-cowo keren diseberang tempat duduk sana kalo mereka mikir saya orang cacat ato ibu hamil kali ya? Hahahaha!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhirnya, waktu bus-nya stop di pemberhentian pertama..saya langsung ngibrit dan pindah tempat duduk yang ditujukan for those people who are YOUNG, COOL and BUBBLY just like me! Haha! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-9106578922220449095?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/9106578922220449095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/orang-lanjut-usia-orang-cacat-dan-ibu.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/9106578922220449095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/9106578922220449095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/orang-lanjut-usia-orang-cacat-dan-ibu.html' title='Orang Lanjut Usia, Orang Cacat dan Ibu Hamil..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-7723756150375183841</id><published>2009-01-05T00:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T01:27:43.944-08:00</updated><title type='text'>I'm back!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hii…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah pulang kembali ke negeri kita tercinta! Pengalaman saya menjadi BOLANG di negeri orang selama 16 hari sangat berkesan dan menyenangkan! Selain berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, mencoba makanan lokal, mencoba hal-hal baru, berkenalan dengan sesama fellow travelers dan masih banyak lagi.. yang terpenting dari trip ini adalah saya belajar untuk selalu bersyukur atas betapa layak dan cukupnya berkat yang sudah Tuhan berikan buat saya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah ga sabar pengen berbagi cerita dan pengalaman! Saya punya segudang cerita asik! Tapi it has to wait ya teman-teman! Saya masih ditodong sama boss tercinta buat ngerjain performance appraisal nih! Haha! Doain mudah-mudahan bisa dapet promosi dan naek gaji biar tahun ini saya bisa menjelajah Eastern part of Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhoo..tuh kan! Emang penyakit tau ga sih! Kalo abis traveling emang ga bisa berenti! Hahaha! Yuukk..disambung besok yaa..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-7723756150375183841?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/7723756150375183841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/im-back.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7723756150375183841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/7723756150375183841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2009/01/im-back.html' title='I&apos;m back!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-6449058043706834307</id><published>2008-12-18T17:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T17:46:44.673-08:00</updated><title type='text'>Libur t’lah tiba! Hore! Hore! Horeeee!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hari ini muka saya cerah ceria dan sumringah penuh KEBAHAGIAAN! Bahagia karena besok saya akan menjadi seorang BOLANG! Bocah Petualang! Liburan akhir tahun ini, saya akan berpetualang mengunjungi Vietnam dan Cambodia backpacking seorang diri!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bakalan menjadi pengalaman pertama saya traveling ke mancanegara sendirian! Biasanya sih saya punya traveling buddy, tapi kali ini saya memutuskan untuk menantang diri saya sekaligus UJI KESAKTIAN! Wakakaka..perasaan saya campur aduk! Excited, happy dan groggy!! Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, doakan perjalanan saya ya…&lt;br /&gt;Mudah-mudahan saya having fun dan yang pasti bisa banyak belajar dari hal-hal kecil yang saya temui sepanjang perjalanan 2 minggu saya disana :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalian, saya mengucapkan SELAMAT HARI NATAL bagi yang merayakan. Semoga Kasih Kristus dan Damai Natal selalu bersama kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan… SELAMAT TAHUN BARU!! Semoga tahun depan kita menjadi manusia yang lebih baik dari tahun ini ya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIBUR T’LAH TIBA! LIBUR T’LAH TIBA! HOREE! HOREE! HOREEEEE!!!!&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-6449058043706834307?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/6449058043706834307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/libur-tlah-tiba-hore-hore-horeeee.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6449058043706834307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6449058043706834307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/libur-tlah-tiba-hore-hore-horeeee.html' title='Libur t’lah tiba! Hore! Hore! Horeeee!'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-256095618216788792</id><published>2008-12-09T22:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T22:59:55.543-08:00</updated><title type='text'>Gay Bar..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;Saya punya seorang teman, lelaki bule super hunkalicious dan fun yang selama ini saya panggil dia dengan panggilan kesayangan "JELEK" chit-chat di internet kemarin sore. Saat ini dia berada jauh disana. Di negeri asalnya Paman Sam. Ini penggalan chit-chat kami sore itu yang sampe akhirnya memberikan insipirasi buat saya untuk menuliskannya di blog ini..&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: y-o-u&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: me...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: :) yes, you..how are you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: me? doing okay :) you?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: good :) so, I got a new funny job&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: tell me why is it so funny?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: well it's at a gay bar haha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: oh my god! *laughing my ass off* hahaha what do you do there?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: help the bartenders basically. It's only been three days, but so far so good! haha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;It's interesting being the only non-gay one there&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: really??? soon you'll be one :P I heard rumor it's contagious&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: hahaha! I do'nt think that's how it works :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: j-o-k-i-n-g how do you handle the situation being the only non-gay there? Do people think you are one of them?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: the ones that know me don't. But the customers I'm sure do which is fine, it just means I'll make more money :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: hahahaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: You probably think that someday soon I'm going to tell you that I'm gay now :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: hahahahaha I'll be prepared by the time you tell me..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: haha you might be waiting a long time :) well the thing is that they are all such nice people and I'm comfortable with myself so I don’t have to worry like some guys do&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: I know they are. I have some gay friends and they are nice. Good because some "normal" guys don't feel comfortable at all being around gay people.&lt;br /&gt;me: do they flirt with you? Sorry, I’m curious&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: haha yes they do! It's so funny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: hahahahaha oh my god..THIS IS FUN!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: haha I know! That’s why I took the job! fun :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: yup yup yup! But I think don't be rude to them because they get offended easily..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: yeah, I would never be rude I just laugh and smile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;me: good! I can't stop smiling imagining you are in the bar in the middle of Gay Ocean...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Him: haha that's pretty much what it's like :)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#6666cc;"&gt;Hooaa...Gay Bar booo!! Jadi pengen kesana ga sih?? Hihihihi...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#6666cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#6666cc;"&gt;Terus terang saya punya beberapa temen Gay dan saya ga pernah merasa "risih" untuk beredar di sekitar mereka. Karena mereka FUN banget dan mereka juga manusia biasa! Tapi berabenya kalo udah naksir cowok yang sama. Hihi, mendingan ngalah deh daripada ditabok pake kekuatan lelaki. Haha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sedih juga kalo tau banyak diskriminasi dimana-mana untuk para Gay. Bukannya mereka manusia juga yang harus diperlakukan sama? Mereka juga jadi Gay kebanyakan bukan karena kemauan mereka. Tapi bawaan lahir. Nah, kalo yang kayak gitu mau gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh...kenapa dunia ini makin complicated ya? &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-256095618216788792?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/256095618216788792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/gay-bar.html#comment-form' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/256095618216788792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/256095618216788792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/gay-bar.html' title='Gay Bar..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-4128327124334845582</id><published>2008-12-05T02:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T02:39:20.861-08:00</updated><title type='text'>Saya kangen belahan pantat saya..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya punya seorang sahabat baik bernama Ahliong. Seorang lelaki keturunan Tionghoa, bermata sipit dan berkulit putih-putih melati. Berbeda dengan saya yang berdarah Jawa, bermata belok dan berkulit item. Tapi perbedaan ini ga pernah sedikitpun menghambat persahabatan kami. Walopun banyak orang yang kayaknya agak aneh kalo melihat kami jalan berdua. Bagaikan LANGIT dan BUMI kali ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena satu kos bareng dan kerja di kantor yang sama, kemana-mana kami selalu berdua. Dari pergi ke kantor, makan siang di kantin kantor bareng, pulang kantor bareng lagi dan makan malem bareng lagi. Saking deketnya, sampe-sampe saya sudah HAFAL MATI kebiasaan-kebiasaan aneh dia. Dia juga udah ga malu kalo suka pinjem pelem bokep di depan saya. Wakaka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman deket menjuluki kami “belahan pantat” sebagai plesetan dari lagu Tompi yang berjudul Belahan Jiwa. Mungkin karena kami bukan pasangan kekasih jadi langsung turun derajat ke pantat..hahaha! Padahal kalo dianalisa lebih lanjut…jadi belahan pantat aja ga cocok! Orang pantat dia putih terus pantat saya item..hihihi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UDAAHHH…cukup ngomongin PANTAT!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, temen saya Ahliong punya jadwal menjadi Trainer IT Security di Jakarta. Jadi dia harus pergi selama 2 minggu. Baru kali ini saya ditinggalkan sendiri dan selama dia ga ada… hidup saya sepiii…&lt;br /&gt;Nyetir sendiri pulang pergi kantor ternyata ga enak karena ga ada yang diajak ngobrol. Makan malem sendiri juga ga enak abis jadi bengong sendiri. Huuhh..ga enak banget deh pokoknya!!! Apa-apa sendiri..Padahal ya kalo Ahliong lagi ada suka saya tindas dan cela. Tapi pas dia ga ada kok saya jadi kangen sama belahan pantat saya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya…beberapa hari lagi Ahliong udah mau pulang!! Yiippeeeyyy!!!!&lt;br /&gt;Udah ga kuat menahan rasa kangen ingin menindas dan mencela dirinya lagi…hahahaha!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Teman, kamu juga ngerasa kehilangan sahabat kamu kalo dia tidak beredar disekitar kamu kan???...NGAKU!*&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-4128327124334845582?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/4128327124334845582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/saya-kangen-belahan-pantat-saya.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4128327124334845582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/4128327124334845582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/12/saya-kangen-belahan-pantat-saya.html' title='Saya kangen belahan pantat saya..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-3769652408884665390</id><published>2008-11-25T18:04:00.000-08:00</published><updated>2011-09-03T05:50:45.632-07:00</updated><title type='text'>Thanksgiving..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tradisi ini dirayakan di Amerika Serikat ataupun negara-negara lain yang sedikit banyak terpengaruh oleh budaya Amerika. &lt;i&gt;Thanksgiving&lt;/i&gt; selalu jatuh pada hari KAMIS di minggu terakhir bulan November. Nah nah nah, jadi hari-hari gini orang-orang di Amrik sana udah mulai pada sibuk persiapan. Turkey menjadi salah satu symbol perayaan ini. Jadi Turkey panggang dan beragam makanan tradisional disajikan. Kebanyakan dari mereka juga selalu mengusahakan untuk “mudik” dalam rangka merayakan tradisi ini bersama dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya inget waktu saya berada di luar negeri dan jauh dari keluarga, salah seorang teman dekat mengundang saya &lt;i&gt;Thanksgiving Dinner&lt;/i&gt; bersama dengan keluarganya. Pokoknya kayak di pelem-pelem gitu deh jadinya. Semua anggota keluarga duduk bareng di meja makan dan sebelum kami berdoa untuk menyantap hidangan yang tersedia, kami bergandengan tangan dan tiap orang menyebutkan satu ato dua hal yang membuat mereka bersyukur malam itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I’m glad I have a family who loves me for the way I am”&lt;br /&gt;“I’m thanking God for giving me such a great parents. Love you Mom and Dad”&lt;br /&gt;“I’m grateful for the food that we’re about to partake”&lt;br /&gt;“I thank God, I just got a new job at a bookstore recently”&lt;br /&gt;“Thank God for giving me a beautiful and sweet Mom” &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Julie berderai-derai air mata waktu si kecil Michelle menyebutkan hal ini)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“I’m happy that I’m sitting here to celebrate this festive with you guys. You guys are wonderful”&lt;br /&gt;etc..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar malam itu bahwa hal-hal yang disyukuri tidak selalu harus hal-hal yang “besar”. Tapi hal-hal yang simple pun menjadi sangat bermakna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kamu bersyukur untuk apa?&lt;br /&gt;Let’s share..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-3769652408884665390?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/3769652408884665390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/thanksgiving.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3769652408884665390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/3769652408884665390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/thanksgiving.html' title='Thanksgiving..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-6147055176366106592</id><published>2008-11-24T00:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T19:04:45.015-08:00</updated><title type='text'>Boss saya..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Percaya ga percaya, yang namanya boss tuh cocok-cocokkan..&lt;br /&gt;Kadang ada yang baik, super baik, nyebelin, jahat, pelit, kejam, cuek..intinya yang namanya boss sifatnya beragam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah punya boss berkebangsaan campuran Perancis dan Kamboja. Dengan sangat terpaksa harus saya nilai sebagai boss yang ga becus dan kejam. Nama samaran buat dia adalah POL POT! Kerjanya males, suka ngelempar tanggung jawab dan kerjaannya cari-cari kesalahan bawahan. Tiap hari saya berantem sama dia dan rasanya kerja disitu tertekan setengah mati. Saya jadi ga semangat kerja, males makan yang dampaknya adalah berat badan saya terjun bebas dan ga bisa naek lagi ampe sekarang. Ketika ada tawaran kerja di tempat lain, saya langsung sabet tanpa mikir dua kali. Yang penting saya terlepas dari belenggu tirani Pol Pot! Wakaka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya boss yang lain lagi. Berkebangsaan Indonesia bersuku Batak. Orangnya super cuek! Nongol di kantor kagak pernah! Kerjaannya kelayapan. Haha! Doski kagak pernah ngomel sedikitpun dengan hasil kerja saya. Ngobrol dengan saya juga paling sekali dua kali dalam sebulan. Tapi..tiap bulan saya selalu dapet ekstra $200 dari kocek boss saya sendiri. Awalnya saya tanya “uang apaan nih Pak?” doski hanya menjawab “uang capek” Awalnya saya kira hanya sebulan pertama saya kerja doang, tapi tiap bulan secara konsisten dan ga perlu diingetin duit $200 itu selalu ada di meja saya tiap akhir bulan! Boss baek banget seehh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boss yang lain berkebangsaan Amerika. Ddduuuhh, orangnya sih baek hati. Tapi kalo ngomong kagak bisa pelan. Maksud saya kudu tereak-tereak sampe kuping saya suka budek sebelah. Haha! Kadang kita juga jadi suka misunderstood gitu. Nih orang ngamuk ato memuji sih?? Orangnya perfectionist dan detail banget! Sampe kerjaan yang kecil-kecil sekecil upil aja dicerewetin sama dia. Hooaa.. Tapi kalo dia suka dengan kerjaan kita, bakal disayang banget! Contohnya saya.. hehe, saya dapet Scuba Diving Course gratis sebagai bonus kerja saya! Asssoooyy ga tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boss saya yang sekarang berkebangsaan Inggris. Kalo ngomong kumur-kumur karena British Accent-nya yang kental banget! Haha! Orangnya baik, fair, gokil dan suka nyela’ orang. Hubungan saya jadi kayak temen banget sama dia. Sedikit banyak saya jadi betah kerja di perusahaan ini karena dia. Waktu saya bikin kesalahan yang sangat fatal, dengan gagah perkasanya dia ngebelain saya. Duuuhhh Paakk…aku padamu! Haha! Lain lagi dengan kejadian pagi ini waktu saya lagi berdiri di depan mesin foto kopi nungguin hasil fotokopian, dia lewat di belakang saya. Terus dia stop dan bilang “Be still” eehh, kenapa ya? Ga taunya dia benerin kerah baju saya yang kurang rapi dan bilang “Now, you look great!” sambil ngeloyor pergi. Duuuhhh Pakk, aku padamu lagi! Haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu gimana? Boss pengaruh ga sama kerjaan kamu?&lt;br /&gt;Boss kamu orangnya kayak gimana? Asik ga kerja sama mereka? Yuukk mari berbagi gossip mengenai boss kita..wakakaka…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-6147055176366106592?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/6147055176366106592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/boss-saya.html#comment-form' title='18 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6147055176366106592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/6147055176366106592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/boss-saya.html' title='Boss saya..'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5718521309964536687</id><published>2008-11-05T20:48:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T20:49:36.958-08:00</updated><title type='text'>Kobokan Rame-Rame</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya punya seorang sahabat baik namanya Fritz di kantor saya yang lama. Fritz ini orang BATAK KARO pertama yang pernah saya temui. Satu kali Fritz minta saya untuk ditemenin berkunjung ke rumah salah satu kerabatnya karena kakeknya sedang sakit keras. Awalnya saya tolak mentah-mentah, tapi karena ga tega melihat wajah melasnya, hati saya pun luluh dan akhirnya setuju. Ga taunya, alasan Fritz mengemis meminta saya ikut supaya saya jadi TAMENG biar dirinya tidak dimaki, dicerca dan diomeli oleh kerabatnya karena dia sudah lama tidak muncul dan bersilaturahmi dengan sodara-sodaranya.. *cemberut mode on*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana, kami disambut oleh keramahan dan kehangatan sodara-sodara Fritz. Mulai dari nenek, tante, oom, dan sepupunya. Kami mampir ke kamar dimana kakek Fritz terbaring lemah. Saya hanya duduk di sudut ruangan, memperhatikan gerak-gerik mereka, mendengar pembicaraan mereka dalam dialek Karo yang tidak saya mengerti dan tenggelam dalam lamunan saya sendiri. Melihat kakek Fritz, saya mendadak sedih abis jadi teringat almarhum kakek saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga berapa lama, kami diajak untuk makan malam. Kami duduk lesehan bareng di dapur dan di hadapan kami sudah tersedia lauk pauk sederhana khas masakan rumah Indonesia, sayur bayam dan ikan pedas. Yyiippey..saya bahagianya luar biasa, karena sudah kangen berat dengan makanan rumah. Wajar dong, makanan anak kos yang biasanya cuman jajan di abang-abang pinggir jalan yang itu-itu aja bikin bosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua biji mangkok besar kobokan bersih disitu. Saya ambil satu terus mencuci tangan di dalam kobokan itu. Abis itu saya makan dengan lahapnya. Tentunya sambil ngobrol ngalor ngidul dengan sodara-sodara Fritz yang lain. Pada dasarnya saya ini kalo makan emang lambat, jadilah saya yang terakhir selesai makan. Tangan saya kotor. Saya plirak plirik mata saya mencari-cari kobokan bersih. Tapi kok ga ada? Yang ada hanya dua mangkok kobokan yang tadi saya pake dan airnya udah berubah warna menjadi kecoklat-coklatan dan udah ada minyak-minyaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya spontan nanya Fritz, “Kobokan bersih mana?” terus si Fritz dengan polosnya dan tanpa berdosa bilang “Lha, itu ada dua. Pake aja satu.. Disini kan KOBOKAN RAME-RAME”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajeeeeeee giiiilllleeeeeee……………………………………&lt;br /&gt;GUBRAAAKKK….. TOWEEEWWEEEEWWWEEEEWWW……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya shocked dan speechless. Akhirnya saya memutuskan menggunakan tisu untuk membersihkan tangan saya, setelah itu permisi ngeloyor pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;*Ternyata menggunakan KOBOKAN RAME-RAME telah menjadi bagian dalam budaya orang Batak untuk menunjukkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan*&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5718521309964536687?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5718521309964536687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/kobokan-rame-rame.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5718521309964536687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5718521309964536687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/kobokan-rame-rame.html' title='Kobokan Rame-Rame'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1605738290724732830.post-5068771390846100013</id><published>2008-11-04T22:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T00:22:00.017-08:00</updated><title type='text'>Pahlawan Pemberantas KKN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;“Titip uang, mungkin kurang – Titip omongan pasti lebih”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu kali saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian wawancara penerimaan karyawan untuk posisi Tender &amp;amp; Contract Administrator di sebuah perusahaan multinasional bonafide yang bergerak di bidang eksplorasi minyak bumi. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan modal doa restu dari keluarga, sedikit percaya diri dan banyak groginya, saya pun melangkahkan kaki memasuki ruangan wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam pertanyaan dalam bahasa Inggris pun dilontarkan. Saya berusaha memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan meyakinkan. Tiba pada pertanyaan terakhir, tim penguji bertanya “Di lingkungan kerja seperti apa atau dengan orang seperti apa anda tidak dapat bekerja dengan baik?” Sebuah pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, namun berbekal sejumlah research di internet mengenai prinsip-prinsip yang dipegang oleh perusahaan tersebut, maka saya pun menjawab dengan cukup percaya diri dengan mengatakan “Saya tidak dapat bekerja dengan orang-orang dan di lingkungan yang tidak memiliki integritas.” Senyum pun merekah dari wajah para tim penguji, sepertinya mereka cukup puas dengan jawaban saya. Maka saya meninggalkan ruangan wawancara tersebut tetap dengan doa, percaya diri dan tidak grogi sama sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan kabar melalui telepon yang menyatakan bahwa saya diterima untuk bergabung bekerja dengan perusahaan tersebut. Senangnya bukan main, ternyata doa dan usaha saya tidak sia-sia! Siapa sih yang tidak senang mendapatkan tawaran bekerja di perusahaan eksplorasi minyak? Walaupun harus merelakan diri tinggal di tempat terpencil tapi at least masa depan terjamin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama saya bekerja, saya langsung dipertemukan dengan Direktur perusahaan yang juga menjadi salah satu anggota Tim Penguji pada saat saya diwawancara. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan alasan Manajemen menjatuhkan pilihan mereka pada saya dibandingkan dengan kandidat yang lain karena mereka terkesan atas komitmen integritas saya. Dijelaskan lebih lanjut bahwa pekerjaan yang akan saya tangani ini berhubungan banyak dengan tender dan kontrak yang notabene isinya hanya masalah duit dan persaingan, jadi mereka memang membutuhkan orang-orang yang memiliki integritas tinggi. Dengan alasan agar rahasia penawaran perusahaan tidak jatuh ke tangan yang salah, apalagi pesaing, bisa berabe! Mendengar hal itu, saya pun jadi semangat untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik supaya dapat menunjukkan kepada manajemen kalau mereka tidak salah menjatuhkan pilihannya pada saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah saya mempelajari hal-hal baru mengenai persyaratan tender maupun kontrak. Urusan pekerjaan kantor berjalan, hubungan pertemanan di kantor juga berjalan. Saya mulai mengenal beberapa teman kantor yang akhirnya menjadi teman baik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ketika sedang makan siang di kantin kantor, seorang teman bertanya kepada saya “Waktu wawancara, kamu sempat ditanya hal-hal yang berhubungan dengan memberantas KKN tidak?” Karena saya orangnya jujur (hmm), maka saya menjawab Tidak karena hal memberantas KKN memang tidak ditanyakan pada saat saya wawancara. Dahi teman saya berkerut dan dia tampak kebingungan. Dengan perasaan ingin tahu, saya menanyakan mengapa dia tampak bingung dengan jawaban saya, tapi dia hanya menggelengkan kepala. Melihat hal itu, saya pun tidak mau bertanya lebih lanjut dan memilih untuk mengganti topik pembicaraan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari masih dengan perasaan penasaran, akhirnya saya menanyakan hal yang sama kepada teman saya mengenai kebingungan dia soal pemberantasan KKN. Setelah diancam dengan sedikit paksaan akhirnya dia mengatakan pada saya bahwa gossip yang beredar di seputar kantor pra kedatangan saya adalah alasan manajemen menerima saya di perusahaan tersebut adalah karena saya ingin memberantas KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dapat dikontrol, saya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar cerita teman saya. Oh my God, memangnya saya ini anggota rahasia Komisi Pemberantas Korupsi? Mau memberantas KKN di perusahaan tersebut?? Ada-ada saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, sang Direktur Perusahaan ini sempet menjelaskan kepada orang-orang dalam bahasa Inggris alasan Menejemen menerima saya seperti yang sudah disebutkan di atas tadi karena komitmen integritas saya. Beliau menambahkan dengan memberikan perumpamaan bentuk integritas tersebut dengan komitmen untuk tidak melakukan KKN. Naaa...ternyata orang-orang langsung menyimpulkan KKN-nya doannggg. Secepat kilat gosip pun beredar mengenai hal ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan polosnya teman saya menambahkan bahwa pada hari kedatangan saya hampir seluruh isi kantor penasaran ingin tahu bentuk dan rupa dari “Pahlawan Pemberantas KKN.” Tentulah setelah melihat kenyataan yang ada sebagian dari mereka merasa kecewa, karena pahlawan yang gencar-gencarnya mengatakan ingin memberantas KKN ini hanya seorang perempuan berbadan kecil, kurus, hitam dan hidup lagi!! Penonton kecewa…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1605738290724732830-5068771390846100013?l=cuapcuapnabi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/feeds/5068771390846100013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/pahlawan-pemberantas-kkn.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5068771390846100013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1605738290724732830/posts/default/5068771390846100013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cuapcuapnabi.blogspot.com/2008/11/pahlawan-pemberantas-kkn.html' title='Pahlawan Pemberantas KKN'/><author><name>Rini Raharjanti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10426956113040004723</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_T-Ns4YTT7Fk/SbCldFbaphI/AAAAAAAAAa0/CIYx8dNrERY/S220/facing....jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
