Tips

Sunday, February 17, 2013

The Trip Must Go On

Sehari sebelum keberangkatan saya ke Australia, saya sibuk gubrak-gabruk mencetak semua tiket dan melakukan advance web check-in untuk semua penerbangan yang akan saya lakukan dalam perjalanan tersebut. Rencana itinerary dan semua informasi penting seperti pilihan akomodasi, objek wisata yang ingin dikunjungi, jadwal bus sampai daftar resto yang sudah saya siapkan selama sebulan terakhir ikut saya cetak sebagai bahan panduan selama perjalanan.

Semalam sebelum keberangkatan, saya bela-belain mengambil waktu khusus untuk bertemu dengan teman yang akan traveling bareng melakukan "gladi resik" untuk persiapan perjalanan kami supaya tidak ada barang atau dokumen yang kelupaan. Saat saya sampai di cafe tempat janjian ketemuan, saya sumringah memberikan tumpukan hasil cetak tiket dan dokumen lainnya ke teman saya. "Nih, udah lengkap semua. Tiketnya tinggal dibawa dan malem ini tinggal lu baca-baca lagi itinerary-nya", ujar saya. Teman saya membalas, "Makasih ya. But... I have a bad news"
DEGG, jantung saya langsung hampir berhenti berdetak dan perasaan saya langsung ga enak. Dengan asal saya langsung nyamber menjawab, "Kenapa? Lu ga bisa berangkat besok?" Teman saya bergumam, "Iya, because I have..."

Kata-kata selanjutnya yang keluar dari mulut teman saya beserta dengan penjelasan detail udah mulai ga saya simak dengan seksama lagi karena saya mendadak nervous. Saya nervous bukan karena takut traveling sendirian. Tapi mental saya selama ini udah disiapkan untuk traveling bareng dan tau-taunya last minute... BAAAMM! Traveling sendiri lagii???

ARGGHH, saya ga suka dengan perubahan plan yang mendadak seperti ini. Tapi ga ada yang bisa saya lakukan kecuali berusaha tenang. Ikut ngebatalin perjalanan tentunya bukan pilihan buat saya. Jadwal cuti yang sudah di approved, investasi berupa tiket pesawat yang sudah dibeli ga mau saya sia-siakan begitu saja hanya gara-gara kurang nyaman traveling sendirian. Lagipula Australia gitu loh! Negara modern yang aman dan semua orang berbahasa Inggris. Cincai lahhh, paling-paling juga nyasar dikit-dikit.

Akhirnya dengan sisa waktu yang ada sebelum keberangkatan, disela-sela waktu berkemas dan menunggu pesawat, saya pergunakan sebaik-baiknya untuk melakukan riset yang jauh lebih mumpuni mengenai Australia terutama kota-kota yang saya pengen kunjungin. Dan yang paling utama banyak berdoa dan mempersiapkan mental!

Hasilnya, 2 minggu selama saya melakukan perjalanan di Australia, perjalanan saya mulus tanpa ada hambatan. Semua keceriaan traveling seperti ketemu temen baru, ngedatengin tempat-tempat keren dan nyobain beberapa aktifitas seru jadi highlight perjalanan saya.

Haishh, traveling itu tantangannya banyak banget yah! Ga hanya saat traveling, bahkan sebelum traveling berlangsung juga udah ada aja masalahnya. Intinya sih untuk ngadepin situasi sulit, tetep berfikir positif dan selalu siapin diri dan mental dengan segala kemungkinan yang bakal terjadi. Alangkah lebih baiknya lagi, traveling sendiri atau berbarengan, tetap sediakan waktu untuk riset untuk bekal informasi. Apapun halangannya kawan, the trip must go on... :)

Lanjut yuukk...