Tips

Wednesday, May 16, 2012

[Knock on wood!] Passport hilang dalam perjalanan?

Pada saat melakukan perjalanan, biasanya doa yang selalu dipanjatkan dengan sangat khusuk adalah meminta Tuhan agar dijauhkan dari segala marabahaya dan kecelakaan. Tentunya, dirundung musibah hingga mengakibatkan passport hilang dalam sebuah perjalanan memang hal yang tidak diinginkan setiap orang. Tapi kalo musibah itu terjadi dalam perjalanan gimana?

Tulisan ini terinspirasi oleh seorang sahabat bernama Sabrina yang baru saja kembali dari Ho Chi Minh City, Vietnam. Nahasnya, dalam perjalanan tersebut dirinya mengalami musibah.

Di satu pagi, bersama teman-teman, Sabrina  sedang asik melenggang di pinggir jalan memakai sling bag (tas selempang) menikmati suasana pagi Ho Chi Minh City yang sudah mulai ramai. Tidak Sabrina sadari, sebuah motor yang dikendarai oleh dua orang pemuda Vietnam melaju dengan kecepatan tinggi, mendekati dirinya dari belakang dan menjambret tas Sabrina!!! Semua isi tas berupa passport, dompet dan barang-barang elektronik melayang dalam hitungan detik!! Duuuh, baru membayangkan situasi sulit itu, saya langsung berdoa dalam hati supaya kejadian seperti itu tidak akan menimpa saya.

Sontak emosi kemarahan, kekesalan, kebingungan, kepanikan dan ketakutan bercampur jadi satu. Dengan sedikit sisa kewarasan yang ada dan bantuan teman-teman seperjalanan, Sabrina menuju Kantor Konsulat Jenderal RI. Keberadaan teman dalam situasi sulit seperti ini tentunya cukup memberikan kelegaan karena bantuan moral dan finansial dapat ditanggulangi dalam waktu singkat. Lah, tapi kalau kejadian seperti itu menimpa kita pada saat kita sedang solo traveling bagaimana? *gigit jari..

Saat sampai di Kantor Konsulat Jenderal RI, Sabrina langsung memberitahukan musibah yang terjadi. Dibantu oleh petugas konsuler Konsulat Jenderal RI, Sabrina mengisi beberapa formulir untuk mendapatkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (“SPLP”) yang berfungsi sebagai dokumen pengganti passport yang telah hilang. Proses tersebut berjalan mulus karena Sabrina mempersiapkan perjalanan ini dengan baik sehingga tidak lupa untuk menyimpan soft copy passport dalam bentuk email. Hal ini tampak sepele, tapi sangat penting karena memudahkan petugas konsuler dalam melakukan pelacakan dan pemberian informasi kepada petugas Imigrasi di Indonesia untuk melakukan deaktivasi terhadap nomor passport yang hilang agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Di hari yang sama, walaupun prosesnya cukup melelahkan Sabrina sudah mendapatkan SPLP yang bisa digunakan sekali jalan untuk kembali ke tanah air. SPLP dapat digunakan sebagai dokumen pendukung untuk pengurusan passport baru saat tiba di Indonesia.

Musibah memang tidak dapat dihindari. Namun hal-hal berikut ini dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan mitigasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.
1. Selalu siapkan fotokopi passport dalam bentuk hard copy maupun soft copy dalam email atau smart phone saat melakukan perjalanan. Hal ini penting untuk membatu pengurusan “Surat Perjalanan Laksana Paspor” dari Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal RI terdekat.
2. Simpanlah uang, kartu debit maupun kartu kredit di tas dan tempat yang berbeda. Jika musibah terjadi (knock on wood!), masih tersedia pundi-pundi persediaan uang lain untuk sisa perjalanan.
3. Sebaiknya gunakan daypack (ransel) saat berjalan-jalan dalam kota. Sling bag (tas selempang) lebih rentan penjambretan.

Mudah-mudahan informasi dan tips ini berguna untuk kita semua agar selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan. Saya pun berdoa supaya kita semua selalu dilindungi Tuhan dan dijauhkan dari kasus dan musibah yang aneh-aneh saat melakukan perjalanan!! Safe travels friends!!

Lanjut yuukk...