Tips

Thursday, December 22, 2011

If you ever go to New Zealand..

"IF YOU EVER GO TO NEW ZEALAND... YOU HAVE TO DO SKYDIVE!!"

Slogan tersebut menggelitik andrenalin saya..

Saat menginjakkan kaki di New Zealand beberapa waktu lalu, tanpa berfikir panjang saya memutuskan untuk mencoba Skydive. Saya akui saya nervous berat dan ketakutan setengah mati beberapa saat sebelum naik ke pesawat. Namun adrenalin rush yang saya rasakan saat meloncat dari pesawat dan pengalaman terbang di udara di atas kota Wanaka yang hari itu tampak spektakuler membuat saya akan mengingat pengalaman ini seumur hidup!

Video di bawah ini merupakan dokumentasi pengalaman Skydive saya di Wanaka New Zealand. Jangan ketawain tampang culun saya yang terlihat ketakutan yaah! Yukkk kita liat videonya!!


Lanjut yuukk...

Wednesday, December 14, 2011

Serba-serbi traveling..

Traveling, menurut kacamata saya sebagai pemula dalam dunia traveling berpendapat kalo traveling ga bisa dipandang hanya dari satu sudut dan sisi saja. Gimana juga hanya bisa dipandang dari satu sudut? Wong hal yang berkaitan dengan traveling ini banyak kok. Kayaknya asik nih ngebicarain serba-serbi traveling. Sebenarnya, apa aja sih yang hinggap dipikiran kita saat mikirin traveling?

1. Tempat tujuan
Yay!! Mikirin tempat tujuan emang hal yang paling seru dan asik saat ide traveling muncul. Karena inti dari traveling tak lain tak bukan adalah mengunjungi suatu tempat yang menarik. Jadi tentu harus dipikirkan mau ke negara mana? Mau ke kota apa? Mau ke desa? Mau ke pantai? Mau ke gunung? Mau mengunjungi siapa? Mau mau mau mau mau!! Pokoknya semua mau kamu harus bisa diakomodasi di tempat tujuan traveling supaya kepuasan traveling kamu tentunya akan terpenuhi.

2. Tujuan traveling
Mau nyoba kuliner lokal? Mau mempelajari budaya lain? Mau belajar bahasa baru? Mau cari temen baru? Mau nambahin cap baru di passport? Mau adventure? Mau shopping? Mau dugem? Mau voluntary service? Mau sekolah? Mau bisnis? Mau lari dari kenyataan? Mau menyembuhkan patah hati? Terserah deh, yang penting apapun pilihan traveling kamu, pastikan kamu menikmati semua itu dengan sepenuh hati.

3. Gaya traveling: Solo vs Group
Pilihan gaya traveling biasanya ada relasinya dengan kepribadian kamu atau kebanyakan kepepet sama keadaan. Pengennya sih traveling bareng temen, tapi temen lagi bokek dan jadwal cuti ga disetujui sama boss yang mengakibatkan traveling bareng luluh lantak!! Akhirnya solo traveling menjadi pilihan.
Lucunya, ga semua orang nyaman traveling sendiri. Anehnya, ga semua orang juga nyaman traveling dalam rombongan besar. Ada juga yang hanya nyaman traveling dalam kelompok kecil. Tapi ada juga orang-orang tipe “loner” atau “hardcore traveler” yang ga pernah punya masalah walaupun harus traveling sendirian walau ke negeri antah berantah sekalipun. Traveling bersama sekelompok sahabat juga menyenangkan dan seru kok!

4.Tempat tinggal: Hostel vs Hotel
Beda huruf S ditengah aja ternyata bikin perbedaan antara hostel dan hotel menjadi sangat signifikan! Hostel diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang cukup nyaman dengan fasilitas terbatas tapi murah meriah. Hotel tentunya diasosiasikan dengan tempat peristirahatan yang penuh dengan kenyamanan tingkat tinggi, servis lengkap dan mahal.

5. Model Tas: Koper vs backpack
Hayooo, mau pake koper ato backpack? Ada yang bilang bawa koper lebih enak, karena ada rodanya jadi tinggal ditarik aja. Ga pake encok pegel linu! No no no, enakan bawa backpack, simple tinggal digendong di punggung aja! Well, sekali lagi model tas pun menjadi topik menarik saat membicarakan soal traveling. Walopun kamu mengaku seorang backpacker sejati, tapi masak dalam sebuah business trip kamu nekat mau bawa backpack? Ntar baju-baju kantor untuk meeting presentasi penting jadi kusut semua. Kalau backpack tentunya lebih praktis apalagi untuk perjalanan yang berpindah-pindah kota dalam kurun waktu yang cukup pendek. Jadi memilih model tas juga harus disesuaikan dengan kepentingan dan kenyamanan traveling kamu.

6. Maskapai penerbangan: Low Cost vs Full board
Jaman dulu memang full board airlines selalu menjadi pilihan utama saat traveling karena jangkaun rute-nya jauh lebih beragam. Tapi saat ini tidak sedikit nama-nama budget airlines (Low Cost) yang saat ini berkibar untuk menggelitik hasrat traveling kita. Jadi memilih maskapai penerbangan juga bukan hal yang memusingkan kok. Lagi-lagi, sesuaikan dengan budget.

7. Cara Traveling: Independet vs Tour Agent
Yang doyan traveling gaya backpacking sudah dipastikan lebih memilih cara independent. Milih tempat tinggal sendiri. Milih moda transportasi sendiri. Milih jalur traveling sendiri. Milih objek wisata yang mau dikunjungi sendiri. Milih ngurus budget sendiri. Pokoknya, ngurus apa-apa sendiri adalah model traveling independent. Kalau boleh dirangkum sih model traveler independent itu… doyan baca peta sendiri untuk mengeksplor suatu tempat dengan bantuan dari source yang terbatas dan senang tersesat!!
Sedangkan yang memilih gaya traveling dengan tour agent, kebanyakan adalah orang-orang yang ga suka ribet dan tentunya punya duit lebih (penting nih!). Karena suka dengan apa-apa yang serba simple, lebih memilih untuk tidak mengalami kerumitan dalam traveling. Enak kan, apa-apa udah diurusin dari A to Z. Dari keberangkatan sampe pulang. Ga pake bingung dan ga pake tersesat. Semuanya lantjar djadja dan aman sentosa. Oh Indahnya..

8. Biaya: Murah Meriah vs Mewah
Kalau emang ga mampu tinggal di hotel berbintang lima saat traveling, tinggal di hotel bintang kejora asal bersih dan aman juga bisa menjadi pilihan untuk yang budgetnya terbatas. Kalau biaya traveling tidak memungkinkan untuk menggunakan pesawat terbang, tetap ada pilihan bis ataupun kapal. Masalah biaya semua bisa diatur. Kalau tidak bisa traveling mewah, traveling murah meriah juga bisa jadi seru dan tetap memorable. Intinya, kalau udah masuk soal biaya, tentunya tergantung dengan keadaan financial masing-masing.

Perbedaan antara backpack dan koper bukanlah sebuah issue yang harus diperdebatkan. Perbedaan antara traveling independent dan ikutan tour agent juga bukan masalah keren-kerenan. Perbedaan hostel dan hotel juga bukan masalah gaya-gayaan. Inti traveling itu simple kok! Ga peduli gaya, cara dan budget karena semua itu tergantung dengan kebutuhan, keinginan dan kepentingan masing-masing. Jadi yang paling penting untk diingat adalah kita semua SHARING SATU PASSION YANG SAMA yaitu TRAVELING!

Lanjut yuukk...

Thursday, September 1, 2011

Nikmatnya Mandi Air Soda

“Aku lagi di Tarutung, mandi air soda!! Asik banget! Dadah..” Tiba-tiba hubungan telepon saya dengan Friska, teman kantor saya putus begitu saja. Meninggalkan saya sendiri dengan rasa penasaran. “Air soda? Beneran ga sih?” saya membatin serasa tidak percaya.

Rasa penasaran saya akhirnya terbayarkan, di hari saya mengunjungi pemandian air soda yang berlokasi di Desa Parbubu, Tarutung, Sumatera Utara. Bentuk kolam pemandiannya sangat sederhana dan tidak dikenakan biaya masuk karena tempat tersebut memang merupakan kolam pemandian umum bagi penduduk sekitar. Jadi jangan kaget kalau di satu sudut kolam terlihat beberapa orang yang asik bersabun atau mencuci rambut mereka. Setelah itu dengan santainya nyebur ke kolam untuk membersihkan diri.

Eeeww, pasti kalian berfikir kalau air kolam kotor, jorok dan penuh kuman. Faktanya berbanding terbalik, air yang ada di kolam tersebut sangat bersih dan jernih. Hal ini terjadi karena air selalu keluar dari sumber mata air yang berada di dasar kolam dan otomatis mengalir keluar kolam membawa semua kotoran dan kuman secara natural. Uniknya lagi, karena posisi kolam berada di pinggiran sawah, air yang keluar dari kolam digunakan untuk mengairi sawah di sekitar daerah itu.

Kolam pemandian air panas dengan mudah bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, terutama di daerah pegunungan. Tapi kolam pemandian air soda merupakan kejadian alam yang istimewa yang jarang bisa ditemukan di Indonesia, bahkan dunia. Pengen tau gimana rasanya berenang dan berendam di air soda? Rasanya seperti berendam dalam jutaan gallon sprite panas! Menggigit-menggigit gimana gitu! Mantap banget deh!

Serunya lagi, saya bisa menyelam untuk melihat keadaan dasar kolam yang banyak terdapat bebatuan sulfur berwarna oranye. Bebatuan inilah yang menjadi sumber mata air soda yang keluar berupa air dan gelembung-gelembung udara kecil. Gelembung udara inilah yang memberikan efek soda di dalam kolam saat menyentuh kulit saya.

Kolam pemandian yang berlokasi di sudut persawahan memberikan saya kesempatan untuk memanjakan diri di dalam air soda yang panas dan menikmati pemandangan hamparan sawah yang hijau beserta para petani yang sedang sibuk bekerja saat itu. Perbukitan hijau juga menambah cantiknya pemandangan alam Indonesia.

Pengalaman ini tentunya merupakan salah satu pengalaman traveling yang tidak akan saya lupakan dan mengingatkan saya kembali bahwa Indonesia tidak kalah unik dan cantik dibanding negara-negara lain.

Lanjut yuukk...

Thursday, August 25, 2011

Cewe Solo Traveling? Siapa Takut!

Cewe cenderung selalu banyak pertimbangan dan kekuatiran saat memutuskan untuk traveling, apalagi traveling sendirian, atau yang lebih dikenal dengan sebutan solo traveling. Sebenarnya bukan hanya kita sih yang kuatir. Teman bahkan keluarga besar pun biasanya ikut kuatir. Apalagi yang punya pacar! Jadi makin rempong cyinn! Akibat kekuatiran mereka, ga jarang beberapa teman cewe saya harus membatalkan rencana dan mimpi solo travel mereka.


Beberapa tahun belakangan ini saya memang sering melakukan solo traveling. Sama seperti yang lain, awalnya saya juga sempet gugup dan resah. Pengalaman tinggal dan bekerja di negara orang beberapa tahun pun ga sanggup menenangkan kegugupan saya untuk solo traveling. Bahkan, satu malam sebelum keberangkatan saya dalam sebuah perjalanan panjang, saya hampir menyerah dan sempat terlintas untuk membatalkan perjalanan. Tapi, kalau mengingat uang yang sudah saya investasikan dalam bentuk tiket dan banyaknya waktu yang terbuang untuk melakukan research di internet dan membaca beberapa buku panduan, saya ga rela membiarkan mimpi itu terhalang oleh kekuatiran saya!!

Akhirnya, saya memutuskan untuk nekat. Karena kalau saya ga pernah mencoba, saya ga akan pernah tau bagaimana sensasi melakukan solo traveling, kan? Saya juga ga akan punya pengalaman yang bisa saya bagikan dengan teman-teman, kan?

Biasanya, setelah melakukan perjalanan, banyak pertanyaan-pertanyaan pengulangan terlontar dari teman-teman yang penasaran seperti apa sih rasanya melakukan solo traveling.

“GA TAKUT TRAVELING SENDIRIAN?”
Takut adalah satu rasa yang ga akan pernah bisa dihindari. Takut dan excited biasanya adalah kombinasi perasaan terkuat yang dirasakan banyak orang, apalagi saat akan melakukan sebuah perjalanan. “Duh, gimana ya kalo nanti tersesat?" "Duh, gimana ya nanti kalo ada yang gangguin saya?" "Duh, gimana ya kalau kehabisan duit?" Semua pertanyaan kekuatiran itu mendadak muncul. Tapi pada saat yang sama perasaan juga bercampur aduk dengan kegembiraan. “Asyik, saya mau lihat Angkor Wat di Kamboja!” “Asyik saya mau main di Disneyland Hong Kong! Asyik, saya mau trekking ke Rinjani! Asyik, saya mau diving di Raja Ampat!

Kalau perasaan takut itu selalu menjadi penghalang buat saya untuk solo traveling, saya ga akan pernah punya keberanian untuk menjelajah misteri dunia ini. Salah satu pelajaran terpenting dari traveling buat saya pribadi adalah mengajarkan saya untuk keluar dari comfort zone. Karena kemauan untuk keluar dari comfort zone, saya makin banyak mengenali potensi diri karena banyak hal yang saya bisa lakukan yang dulunya ga pernah saya pikirkan. Ingat saja, sepanjang kita melakukan perjalanan dengan menggunakan common sense, perjalanan akan terasa lebih menyenangkan dan aman.

“GA BOSEN SENDIRIAN?”
Saya pikir saya akan cengok sendirian saat perjalanan. Saya pikir saya akan nelangsa sendirian saat duduk di bus saat melakukan perjalanan. Saya pikir saya akan mengunjungi tempat-tempat wisata sendirian saat solo traveling. Ternyata saya salah! Sepanjang perjalanan saya ga pernah sendirian, karena banyak teman baru yang saya temui di jalan. Awalnya hanya saling lempar senyum, lalu berlanjut jadi temen ngobrol, lalu berlanjut jadi teman makan. Tanpa saya sadari, tiba-tiba saya sudah duduk dengan mereka di satu kereta menuju Nong Khai, untuk menjelajah Laos bersama. Cewe memang diberkahi kelebihan untuk berinteraksi lebih luwes dengan orang lain dibandingkan cowo. Jadi pergunakan kemampuan ini semaksimal mungkin saat solo travel. Sebaiknya jangan terlalu flirty, karena temen cewe bakalan sebel sama kamu dan temen cowo bakalan menganggap kamu rendah. So, be wise with your attitude girls!

“AMAN GA SIH NEGARA INI UNTUK CEWE?”
Percaya ga percaya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanya oleh kaum hawa. Menurut saya, satu negara dinyatakan aman saat negara itu sedang tidak dalam status perang, sedang tidak punya konflik politik dan tidak sedang mengalami bencana alam. Namun satu hal yang paling penting lagi adalah negara yang akan dituju sedang tidak masuk dalam list Travel Warning. Jadi, ga usah traveling capek-capek ke Sudan atau Irak ya cyin, kecuali kamu sedang dalam misi perdamanian PBB.

Tips aman buat cewe kalo sedang traveling adalah percaya insting kamu. Kalau sudah merasa tidak aman dan nyaman dalam satu situasi, jangan malu untuk berteriak minta tolong atau lari. Kalau sudah dalam keadaan yang sangat berbahaya, berusahalah melawan karena kemungkinan besar saat itu hidup kamu sedang dipertaruhkan! Hindari berjalan sendiri di tempat-tempat yang sepi dan gelap. Pepper spray atau pisau lipat juga dapat sangat membantu dalam keadaan genting. Selain itu, jangan jadi pusat perhatian. Dandanan konservatif aja yah! Ga perlu pakai hot pants, high heel 7 senti dan kaca mata gede saat traveling di Aceh. Save it for hanging out with your girl friends at Plaza Indonesia.

“APA AJA YANG PERLU DIBAWA?”
“He who would travel happily must travel light.” – Antoine de St. Exupery. Jadi, ga perlu mindahin isi lemari kamu ke dalam tas. Cewe emang suka rempong sih kalo packing. Semua pengen dibawa. Tapi inget, kalo mau perjalanan kamu nyaman, bawalah baju secukupnya karena fasilitas laundry dengan harga terjangkau selalu tersedia. Kalau mau cuci sendiri juga bisa. Buat Miss Matching, bawa baju dan alas kaki dengan pilihan warna dasar. Biar nyaman, sebaiknya membawa flat shoes. Bawaan saya saat traveling ga pernah lebih dari 7 kilogram karena saya ga mau keberatan dan kerepotan bawa backpack berat sambil wara-wiri di jalan.

Satu hal ini sering terlupakan, tapi penting. Cek tanggal datang bulan kamu sebelum traveling. Jangan lupa selalu selipkan beberapa pembalut di tas, supaya saat darurat datang kamu sudah memiliki persediaan. Persediaan selanjutnya, dengan mudah kamu bisa membeli di convenience store terdekat.

“APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN SEBELUM BERANGKAT?”
Saya anjurkan untuk melakukan reservasi kamar terlebih dahulu untuk hari pertama saat sampai di tempat tujuan. Hal ini untuk menghindari keribetan saat sampai di tempat baru. Kadang-kadang terlalu banyak adjustment yang harus dibuat dalam waktu singkat saat kita sampai di tempat tujuan, bisa bikin panik. Jadi kalau kamu sudah punya reservasi, setidaknya saat sampai di bandara kamu hanya perlu mencari transportasi untuk menuju tempat tersebut.

Tukar uang dalam bentuk USD jika kamu akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Jika nilai tukar uang negara yang dituju tidak terlalu buruk, sebaiknya tukarkan sedikit IDR dengan mata uang tersebut dengan perkiraan uang transportasi dari airport ke tempat penginapan dan satu kali makan. Selanjutnya, kamu bisa menukar USD ke mata uang lokal.

Jangan lupa untuk selalu menyediakan 1 copy paspor kamu di dalam tas. Yang sudah canggih biasanya memindai paspor mereka dan disimpan dalam bentuk soft copy di email sehingga dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan. Just in case, passport kamu hilang saat traveling, kamu bisa langsung mendatangi KBRI terdekat agar dapat dibantu. Duh, tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi ya!

Ini yang paling penting, siapkan mental kamu untuk melakukan solo traveling. BE BRAVE. There’s a big world out there waiting for you to be explored.. Have fun girls!

Lanjut yuukk...

Thursday, August 11, 2011

Kalau Mau Travel..

#Tips dasar bagi para independent travelers. Layak disimak..

Kalau mau travel harus punya PASSPORT apalagi kalau mau jalan-jalan ke luar negeri. Walaupun ngurusnya penuh perjuangan karena antriannya ga manusiawi, tapi dokumen ini sangat penting untuk mewujudkan mimpi kamu melihat dunia.

Kalau mau travel harus punya UANG yang cukup untuk jalan-jalan. Ga penting ngumpulin duit sampe punya satu karung, yang penting sesuai dengan kebutuhan aja. Kalo budget cuman cukup buat backpacking doang, ya hayuk aja!

Kalau mau travel harus MAU RESEARCH. Sekarang HP canggih semua, model laptop pun beragam mulai dari yang beratnya 10 kg sampe yang cuman 5 gram dan akses wi-fi ada dimana-mana. Buku panduan traveling juga sudah banyak tersedia di toko buku dan harganya sangat terjangkau. Ga ada deh alasannya ga bisa buka internet ato males research kalo mau jalan-jalan. Itu hukumnya HARAM. Informasi Visa, tempat tinggal, transportasi dan banyak hal lain bisa diketahui kalau kita mau research.

Kalau mau travel harus punya KEBERANIAN UNTUK KELUAR DARI COMFORT ZONE karena fear get you nowhere! Jadi kalo mo jalan-jalan, harus punya nyali dan keberanian untuk explore the world.

Kalau mau travel harus punya KEMAUAN UNTUK BERTANYA karena malu bertanya sesat di jalan!!

Kalau mau travel harus TRUST YOUR INSTINCT. Kalo pikiran dan tubuh mulai bereaksi dengan penuh kecurigaan akan kemungkinan bahaya atau musibah, ambil waktu untuk berdiam diri dan pelajari lingkungan sekitar. Kalau emang harus kembali ke tempat kita berada sebelumnya, DO IT! Kalau rasanya harus segera melarikan diri dari kondisi yang tidak aman, DO IT!

Kalau mau travel harus berani SUSAH. Ngemper-ngemper semaleman di airport ga papa lah, demi pengiritan budget. Naek bus sebagai ganti naek pesawat bolehlah, itung-itung perjalanan lebih diwarnai dengan petualangan kan/

Kalau mau travel, pelajari dan HORMATI BUDAYA SETEMPAT. Jangan sampe hal-hal yang menurut komunitas setempat taboo atau sakral terus kita langgar. Kalau akibatnya kita diarak satu kampung karena melanggar budaya setempat, pasti malunya minta ampun!

Kalau mau travel harus punya TOLERANSI TINGGI. Kalo jadi backpacker dan tinggal di hostel yang menampung 14 orang dalam satu kamar, toleransi tinggi itu penting. Masak dikit-dikit mau ngambek kalo ada temen sekamar yang lupa matiin lampu pas keluar kamar? Masak mau bekep orang yang ngoroknya kenceng banget di tempat tidur sebelah sampe dia matek? Enggak kan?

Kalau mau travel harus NEKAT. Nekat nabung. Nekat beli tiket. Nekat pergi ke tempat yang asing buat kamu. Nekat makan makanan yang ga biasanya kamu makan. Nekat ketemu orang-orang baru yang ga pernah kamu kenal sebelumnya. Nekat belajar hal baru. Nekat melakukan banyak hal yang ga pernah dibayangin sebelumnya. Dan list kenekatan pun akan terus bertambah saat kalian mulai melakukan perjalanan.

Jadi, siapkan diri kamu untuk mulai berpetualang yah! Semoga tips-nya bermanfaat!

Lanjut yuukk...

Sunday, July 24, 2011

The Rock Islands of Palau!

Pasti kebanyakan kamu ga mengira bahwa ada sebuah negara bernama Palau di muka bumi ini. Memang sih Palau tidak terkenal dibandingkan negara kepulauan lain seperti Maldives, Tahiti ataupun Fiji. Tapi, Palau merupakan tempat tujuan wisata yang sangat indah dan patut dikunjungi buat kamu-kamu pencinta laut dan pantai. Kebanyakan turis yang mengunjungi Palau adalah para penyelam karena tempat ini adalah Diving Paradise for Diving Freaks!

Terletak 800 kilometer dari arah timur Filipina, Palau dikenal sebagai salah satu pulau terindah yang termasuk dalam Kepulauan Micronesia. Sekilas sejarah mengenai Palau yang perlu kamu ketahui adalah Palau merupakan negara asuhan Jepang. Pada tahun 1914 Jepang “membeli” Palau dari Jerman dan menguasai negara ini hingga masa Perang Dunia II. Pada tahun 1944 Amerika Serikat merebut Palau dari Jepang dan menjadikan negara ini sebagai salah satu wilayah perwakilan Amerika Serikat di Samudera Pasifik. Jadi, mata uang yang dipakai di Palau sampai saat ini adalah Dollar Amerika dan Struktur Kepemerintahan yang dipakai juga sama seperti Amerika Serikat. Pada tahun 1994 atas kebaikan hati Amerika Serikat maka Palau mendapatkan kemerdekaan secara penuh.


Nenek moyang Palau dipercaya berasal dari Indonesia. Jadi, kalau kamu berada di Palau dan memberitahukan penduduk lokal disana bahwa kamu orang Indonesia, mereka akan sangat senang dan menghargai kamu.

Jadi jadi jadi.. sebenarnya apa sih Rock Islands itu?

ROCK ISLANDS
Turis yang datang ke Palau selalu ingin mengunjungi Rock Islands. Sesuai dengan namanya, Rock Islands memiliki banyak sekali batu karang yang sangat besar dengan bentuk menyerupai pulau-pulau kecil bertebaran di Samudera Pasifik. Di atas bebatuan karang ini biasanya terdapat tumbuh-tumbuhan, sehingga dari kejauhan pulau-pulau ini malah terlihat seperti jamur yang bertebaran di tengah laut! Kebanyakan bebatuan ini berukuran kecil, tapi ada juga yang berukuran besar bahkan sampai punya pantai untuk berleha-leha maupun gua-gua kecil untuk dieksplorasi.

ISLANDS HOPING
Mengunjungi pantai untuk bersantai ria sambil beristirahat dan menikmati makan siang merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau kamu sudah berada di atas hammock, disertai dengan angin sepoi-sepoi. Dijamin kamu bisa tidur pulas! Selain untuk beristirahat, banyak turis yang menyempatkan waktu mereka untuk snorkeling dan memberikan makan ikan-ikan hias di sekitar pantai. Ada beberapa pantai di Rock Islands yang menjadi objek wisata utama Palau seperti Ngermeaus Island, Fantasy Island, Ngemelis Island dan Ulong Island. Pantai-pantai ini begitu indah dengan airnya yang berwarna biru, pasir putih yang lembut, pepohonan nyiur melambai dan udara yang sangat segar. Biasanya, pantai-pantai ini banyak dikunjungi untuk istirahat melepas lelah, namun tidak sedikit juga turis dan penduduk lokal menghabiskan akhir pekan dengan berkemah di pantai.

SNORKELING
Yang menjadi daya tarik utama Rock Islands sebenarnya bukanlah pulau-pulau tersebut, namun pemandangan alam bawah lautnya yang fantastis. Kamu tidak perlu diving untuk menikmati indahnya alam bawah laut tersebut, karena dengan snorkeling saja kamu sudah bisa menikmati indahnya berbagai jenis terumbu karang dan ikan-ikan hias yang beraneka ragam penuh warna karena air laut Palau sangat bersih dan jernih. Kalau kamu sedang beruntung, dengan snorkeling saja kamu bahkan bisa melihat dari kejauhan ikan hiu ataupun penyu laut! Spektakuler enggak sih?

DIVING
Kalo snorkeling saja hebohnya sudah begitu, bagaimana dengan diving? Most Wanted Diving Spot in Palau bernama Blue Corner. Jika cuaca sedang cerah, dalam sehari bisa terhitung lebih dari 50 penyelam menyelam di tempat ini. Kamu pasti penasaran kenapa sih Blue Corner begitu terkenal? Jawabannya adalah jika kamu menyelam ditempat ini, kamu akan melakukan upacara uji nyali karena kamu akan menyelam di dalam arus yang sangat kencang sembari melihat sekumpulan ikan hiu berjumlah 10-20 buah yang berseliweran di depan mata kamu. Iiih, pasti serem! Jangan salah, hiu-hiu ini sudah terbiasa dengan kehadiran para penyelam sehingga mereka enggak akan menyerang kamu. Jarang-jarang lho kamu bisa mendapatkan pengalaman diving bersama hiu-hiu yang bersahabat.

Tidak puas melihat ikan hiu dan ingin melihat jenis ikan yang lain, kamu bisa menyelam di German Channel. Konon, channel ini dibuat oleh orang Jerman untuk memudahkan perjalanan speedboat agar tidak tersangkut oleh terumbu karang yang besarnya segede-gede rumah! Yang bisa kamu temukan pada saat diving di German Channel adalah Manta Ray dan Spotted Eagle Ray yang selalu berenang dengan anggun. Selain itu banyak juga Sting Ray yang senang berkamuflase di dalam pasir. Tidak hanya Blue Corner dan German Channel, diving spots lain yang wajib dikunjungi adalah Blue Hole, Siaes Tunnel, Turtle Cove dan New Drop-Off. Di tempat-tempat ini dengan mudahnya kamu akan menemukan beranekaragam terumbu karang, anemone (rumahnya Nemo), clownfish (nama asli Nemo), rombongan Barracuda dan Blue Trevally , Napoleon wrasse, Giant Clamps (Tiram Raksasa) dan penyu laut! Dijamin kamu enggak akan menyesal diving disini karena pemandangannya keren abis!

Sebagai referensi, tidak banyak pilihan maskapai penerbangan yang dapat kamu andalkan untuk terbang ke Palau. Philiipines Airlines, Cebu Pacific ataupun Air Asia adalah pilihan maskapai penerbangan untuk terbang dari Jakarta – Manila. Sedangkan dari Manila, hanya ada satu pilihan penerbangan, yaitu Continental Airlines. Tidak diperlukan Visa untuk bertandang ke Palau. Jadi, kamu tidak perlu pusing dan repot lagi untuk mengurus Visa. Setiba di Palau, kamu sudah bisa langsung menghubungi tour agent yang ada di Palau seperti Sam’s Tour, Neco Marina, Fish and Fins dan Jive untuk merencanakan jalan-jalan seru kamu ke Rock Islands.

Things to bring yang tidak boleh dilupakan adalah bathing suit, sunglasses, sunscreen, topi dan handuk! Dengan barang-barang itu saja, dijamin kamu bisa survive dan enjoy your stay in Palau. Jadi, tunggu apa lagi??

*Artikel ini pernah dipublikasikan oleh backpackerindonesia.com

Lanjut yuukk...

Thursday, May 5, 2011

Guam's Two Lovers Point

This article was published in Venture Magazine, 3rd Issue on January 2011. Picture is the courtesy of Karina Santos

‘Til death do us part is normally vowed on the wedding day by brides and grooms, looking deeply into each other’s sparkling eyes. Sorrowfully, in this case, it turned into a tragedy as a result of a forbidden love.

Two lovers point or Puntan Dos Amanten is located above Tumon Bay, Guam. It is a well-known tourism object in Guam where one can experience the island’s beauty through a remarkable view of the island, its white sandy beaches and amazing cliff lines overlooking the great ocean view of the Philippine Sea.

I stepped into a gazebo that is well constructed on the top of 378-foot cliff. As I entered, I was welcomed by a sequence of large marble slabs with beautifully engraved drawings of two native lovers. These drawings tried to tell me something about the story but I still could not quite relate the series of drawings in front of me.


Luckily, I found a marble statue with the legend of Two Lovers Point. I started reading.

Legend tells of several hundred years ago when Spain colonized Guam. There was a proud family living in Hagatna, the capital city of Guam. The father was a rich Spaniard and the mother was from a very respected local Chamorro family. They had a very beautiful, trustworthy and intelligent daughter. With all those outstanding qualities, she always made her family proud and brought dignity unto her family.

One day, an arrogant Spanish Captain came to ask the daughter’s father for her hand in marriage. Without her knowledge, the father agreed to give his blessing to this marriage. When the daughter discovered this, she was so distraught that she made a run from her house all the way to the north end of the island where she found a quiet place to wander along the shore to make peace with her unfortunate situation.

When she was wandering, she met a young and handsome Chamorro warrior from a good family. Their eyes met and on that particular minute, they fell in love. She found the love of her life because he was gentle and his eyes told her that he truly loved her dearly.

The proud Spanish father was furious when he found out about his daughter’s love affair. He insisted that she marry the Spanish Captain. One evening, she took off from the house and made her way to meet her Chamorro lover once again, at the highest point along the cliff line above the shore where they first watched the stars together.

When the father discovered that his daughter was gone, he told the Spanish Captain that his daughter was kidnapped by the Chamorro boy. Then the father and the captain, along with soldiers searched for the couple up to the high cliff of Tumon Bay. When they were approaching, they saw that the two lovers already stood together at the edge of the cliff.

As if nobody was watching, the two lovers took the long strands of their hair and tied them together in a knot. They looked deeply into each other’s eyes and kissed for the very last time. They both knew that they will be inseparable in eternal life. They gazed down to their destiny, and as the soldiers approached they leaped from the high cliff into the roaring waves below.

To this day, there are those who claim to have heard the whispers of the two lovers upon the waves proclaiming their undying love.

A chill ran down my spine after I finished reading the legend. “What a tragic love story” was the feeling in my mind. But, even though this is a tragic tale, today the same site where the two lovers stood brings a joyous feeling to today’s lovers who visit this place.

One unique activity that lovers now often do in this place involves the purchase and locking of a “Two Lovers Point Padlock” and throwing away the key. Lovers write their names on these locks and the lock them on the fence of the gazebo to declare their undying love with the hope that it will last forever. It made me smile when I saw them do this because it was obvious that love is in the air!

Next to the gazebo, there is a small yet beautiful wedding chapel where it is common to see tourists who have come to Guam especially to be joined in marriage in a beautiful tropic setting. I believe it must be wonderful for two people to become united and celebrate the miracle of love, with their cherished family and friends as witnesses, in a truly unique and beautiful location as Two Lovers Point

Lanjut yuukk...