Tips

Monday, September 13, 2010

Shalat Ied Sunda Kelapa - Sebuah Pembelajaran




Fajar belum menyingsing, saya dan Alexander sudah berada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan masih sepi. Saya hanya melihat beberapa photographer berseliweran di keremangan subuh. Di sisi lain, beberapa orang lengkap dengan baju koko dan peci sedang menggelar tikar untuk persiapan Shalat Ied pagi itu.

Bersamaan saat matahari mulai muncul, para jamaah yang akan melakukan shalat Ied mulai berdatangan. Beberapa orang muncul dari kapal dengan lincahnya menyebrangi balok-balok jembatan yang menyambungkan kapal dan pelabuhan dengan baju koko dan sajadah disampirkan di pundak mereka. Tak sedikit juga yang datang dengan kapal kecil dari kampung tetangga untuk mengikuti Shalat Ied menambah kesan religi pagi itu.


Beriringan dengan jumlah jamaah yang makin bertambah, jumlah photographer yang berada di Sunda Kelapa juga bertambah secara significant. Mereka hadir dengan berbagai macam model kamera mahal berserta dengan lensa-lensa dengan variasi ukuran yang berbeda. Mulai dari yang sekecil botol aqua sampai yang sebesar bazooka!

Bikin saya yang bukan berprofesi sebagai photographer ini, yang hanya berbekal kamera pocket sebesar kotak korek api merasa terintimidasi dan minder abis!

Pelabuhan Sunda Kelapa di saat Shalat Ied memang selalu menjadi salah satu surga favorit bagi pada photographer. Jejeran kapal tradisional khas Indonesia berasal dari suku Bugis yang biasa disebut Kapal Pinisi tertambat dengan rapi dan gagah sepanjang pelabuhan. Tak lupa barisan sajadah dengan corak dan warna-warni yang meriah memberikan sentuhan kombinasi suasana yang menarik bagi para photographer untuk diabadikan melalui lensa kamera mereka.

Misi saya untuk datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa pagi itu sangat sederhana. Saya hanya ingin melihat sebuah ritual keagamaan yang khusyuk dan penuh makna bagi yang merayakan. Tapi hati saya terenyuh karena yang terjadi disana berbeda sekali dengan yang saya bayangkan. Mau tau apa yang saya lihat terjadi disana?

Prosesi suci yang seharusnya berjalan dengan solemn ini ternodai dengan kehadiran para photographer yang menurut saya kurang ethical. Bayangin saja, saat Shalat Ied berlangsung, jumlah photographer yang tidak sedikit itu bergerombol di beberapa sudut dimana objek foto bagus berada tanpa menghiraukan dan tanpa malu-malu untuk memotret TEPAT DI DEPAN para jamaah yang sedang shalat. *Duh, elu-elu pade bukan Tuhan kali yang harus disembah *

Ada lagi yang saya lihat. Seorang Ibu yang sudah berumur duduk di kursi roda dan sedang berdoa dengan khidmat. Dilihat dari jauh tampak indah dan menyentuh. Tapi keindahan itu segera luntur saat 10-12 orang photographer mengelilingi si Ibu dan langsung sibuk memotret tanpa rasa malu. SIGH.

Saya memang bukan photographer. Saya tidak bisa merasakan bagaimana sedihnya dan gundah gulananya dan DONGKOLnya kehilangan sebuah momen penting yang selayaknya diabadikan dalam bentuk foto. Tapi pemikiran logika sederhana saya berbicara, gimana rasanya jika saya saat sedang berada di gereja dan berdoa bertekuk lutut dengan konsentrasi tingkat tinggi terus ada gerombolan photographer menghujani saya dengan jepretan ganas mereka? Yang ada konsentrasi saya buyar dan dapat dipastikan saya akan kameha-meha para photographer ini biar tau etika!

Saya ga punya koleksi foto dengan hasil spektakuler seperti para photographer yang hadir pagi itu di Pelabuhan Sunda Kelapa. Saya hanya punya beberapa hasil jepretan berkualitas ecek-ecek dari kamera pocket saya.

Tapi saya diingatkan mengenai The Golden Rule – “Treat others as you would like to be treated”. Saya dengan tegas tidak mau jadi "model dadakan" saat sedang beribadah. Jadi saya juga tidak mau menggaggu mereka yang sedang beribadah. Yuuk, jadi orang lebih sensitive terhadap sesama. Kita belajar bahwa menghormati sesama itu penting. Menghormati umat lain yang sedang beribadah juga lebih penting. Berbuatlah sesuatu dengan kesadaran tinggi dan penuh etika.

Minal Aidin wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin bagi teman-teman yang merayakan!





Lanjut yuukk...