Tips

Tuesday, February 10, 2009

Pahlawan Devisa..

*tulisan ini dibuat untuk "Aku Untuk Negeriku"
mimpiku untuk mereka semua yang aku ceritakan melalui tulisan ini..

Siapa sih Pahlawan Devisa? Saya ga pernah menyangka kalo gelar ini dengan tulus dianugerhakan kepada para jajaran Tenaga Kerja Indonesia (“TKI”) yang mencari nafkah di negeri orang untuk memperbaiki perekonomian keluarga mereka yang dibawah garis kemiskinan karena kesempatan bekerja di dalam negeri pun sangat kecil.

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat terdapat 696,746 TKI legal yang bekerja di luar negeri pada tahun 2007 yang membuat jumlah total keseluruhan TKI menjadi 4.9 juta terhitung sejak tahun 1994. Seperti kita semua tau, bahwa kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan pekerja kasar karena minimnya pendidikan yang mereka miliki dan tidak sedikit dari mereka yang buta huruf alias ga bisa baca tulis. Tujuan awal dari uang yang mereka bawa pulang ke Indonesia untuk menghidupi keluarga atau bisnis kecil-kecilan, tapi siapa yang menyangka kalo sebagian dari pendapatan yang mereka kirimkan kembali ke Indonesia ini sangat membantu perekenomian negeri kita tercinta, Indonesia.

Sejak tahun 2003 pengiriman uang dari TKI mengalami kenaikan. Tahun 2007 tercatat sebanyak 5.9 Miliar Dolar pengiriman uang dari TKI. Kalo diitung-itung totalnya udah mencapai 16.2 Miliar Dolar uang yang dikirimkan oleh para Pahlawan Devisa sejak tahun 2003 sampe awal tahun 2008! Banyak bukan sodara-sodara? Itu semua duit! Dibeliin kerupuk, Indonesia bisa tenggelem!

Tapi anehnya, kok saya ga pernah denger mereka dielu-elukan sebagai orang-orang yang berjasa buat negeri ini ya? Yang saya kebanyakan denger malah kisah sedih dan derita mereka. Baru berencana mau pergi kerja aja udah harus jual sawah dan jual sapi buat bayar agen tenaga kerja karna ga ada institusi keuangan yang bisa membantu mereka ngasih pinjaman. Untung-untung kalo emang bener-bener dikirim keluar negeri dan bekerja disana. Kebanyakan dari mereka ditengah jalan malah TERTIPU..

Udah kerja disana, belum tentu juga diperlakukan secara manusiawi sama majikannya. Ada beberapa kasus dimana majikan sendiri mencuri uang mereka!! Ga sedikit kasus TKI kita yang disiksa oleh majikannya, belum lagi ada beberapa kasus kematian. Ironis banget ga sih? Kenapa ga ada perlindungan buat mereka disana ya? Menyedihkan kalo tau faktanya bahwa para TKI ini dikirim dengan bekal informasi seadanya. Padahal kalo dipikir, ga ada susahnya kan memberikan sedikit training kepada mereka jika mereka menghadapi kesulitan ataupun bahaya ketika sedang bekerja untuk menghubungi polisi ato KBRI. Saya yakin KBRI tentunya akan bersedia memberikan bantuan dan perlindungan!

Belum lagi pas sampe di Indonesia, ada perlakuan yang berbeda buat para TKI. Setelah melewati petugas imigrasi, ada JALUR KHUSUS yang harus mereke lewati. Berhubung saya ga pernah melewati jalur itu, saya ga tau apa yang terjadi disana, tapi pasti ga jauh-jauh dari PALAK-MEMALAK! Mo nuker duit di tempat nuker duit aja mereka dikasih rate penukaran yang beda. Mo naek travel kembali ke desanya masing-masing juga dikasih harga yang beda dan jauh lebih mahal karena DILARANG oleh agen tenaga kerjanya untuk naek kendaraan umum atapon dijemput sama keluarganya sendiri. Menyedihkan bukan?

Kenapa hal-hal ini harus terjadi sama pahlawan-pahlawan kita??? Kenapa harus ada perbedaan kasta dan perlakuan buat para TKI yang tidak memiliki skill ini? Bukankah perjuangan hidup dan penderitaan mereka bekerja di luar negeri udah cukup berat ? Sesampainya di Indonesia untuk temu kangen dengan keluarga saja mereka masih harus berjuang lagi menghadapi tantangan yang lain..

Banyak banget sebenarnya hal yang bisa diperbaiki untuk memperbaiki kesejahteraan dan perlindungan buat para TKI.
• Depnakertrans bisa bekerja sama dengan Institusi keuangan untuk ngasih pinjaman ke mereka
• Bagus banget kalo sebelum dikirim, agen tenaga kerja memberikan training-training yang dianggap penting seperti bahasa, kebudayaan, KEUANGAN dan informasi penting lainnya seperti alamat & no.telpon KBRI
• Depnakertrans bisa memperbaiki system kedatangan buat para TKI di bandara supaya mereka ga harus kehilangan uang mereka untuk para tukang palak!
Yah, itu hanya sedikit contoh ide simple yang bisa saya kasih. Saya rasa, masih banyak hal yang bisa diperbuat untuk memperbaiki system ini.

Di bawah ini adalah sepenggal kisahku ketika beberapa tahun yang lalu diberikan kesempatan untuk duduk bersebelahan di pesawat AirAsia dengan seorang TKI wanita yang bekerja di Malaysia. Dirinya masih muda dan sangat lugu. Logat bicaranya lucu karena aksen jawa-nya yang sangat kental..

Dia: “Mbak sekolah ya? Enak ya mbak sekolah. Aku capek mbak, jauh dari keluarga harus kerja banting tulang”
Saya: “Iya mbak, saya anak sekolah. Mbak kerja apa di Malaysia dan udah berapa lama?”
Dia: “Sudah 2 tahun mbak. Aku udah capek sama ga betah kerja makanya aku minta sama majikan pulang ke Indonesia.”
Saya: “Oh gitu. Ga betah kenapa mbak? Majikannya jahat ya?”
Dia: “Iya mbak. Disuruh kerja terus, ga ada istirahatnya. Tapi aku untung lho mbak masih dikasih makan teratur sama majikan. Temen aku ada tuh yang sering dikasih makanan basi. Ada juga yang ga dikasih makan karena jatah makanannya buat anjing peliharaan.”
Saya: (Cuma bisa terdiam)
Dia: “Mbak, nanti kalo udah sampe di bandara aku boleh minta tolong ga?”
Saya: “Mau minta tolong apa? Kalo bisa dibantu, pasti saya bantuin”
Dia: “Kata temen-temenku, kalo sampe di bandara itu biasanya aku nanti disuruh lewat jalan yang beda. Katanya sih disana nanti kita dimintain duit. Padahal duit yang aku bawa pulang juga ga banyak mbak.”
Saya: “Oh gitu, jadi terus gimana saya bisa bantuinnya?”
Dia: “Aku mo minta tolong supaya nanti mbak jalan disebelah aku terus biar aku ga disangka TKI mbak. Jadi aku ga usah liwat jalur itu.”
Saya: “Kalo gitu aja sih mudah. Ya udah, nanti pas abis lewat imigrasi kita bareng terus sampe keluar bandara ya. Jangan misah-misah.”
Long story short, sesampainya di bandara kita berdua jalan bareng dan berhasil melawat para tukang palak TKI. Setelah mengambil barang, kami keluar bandara dan mengantar dirinya bertemu dengan keluarganya secara sembunyi-sembunyi. Sangat terharu melihat pertemuan mereka.

Seteleh membaca cerita panjang saya ini, apakah kalian berfikiran yang sama kalo kesejahteraan mereka sebagai Pahlawan Devisa patut diperjuangkan?

23 comments:

  1. ih kasian bgt ya, sampe sangking takutnya dipalak..jaat bgt sih!!

    ReplyDelete
  2. ho oh,kasian.. dikira jadi TKI makmur apah...

    dasar tikus2 palak biadaab.. huh..

    yang pasti bwat fuda TKI patut di acungkan djempol. ya iya sih..

    dari pada orang2 miskin nganggur yang bisanya cuma ngeluh n ngeluh karna negara ini yang bobrok.nga bisa mengatasi kemiskinan yg meraja lela..

    sampe kapan mau nunggu.. lebaran monyet kali.. ayo berusahaa..toh bwat dirimu sendiri ehehehe..

    two thumb up bwat TKI.. yihaaaa..

    ReplyDelete
  3. Yah, itulah cerminan nasib TKI. Belum tentu bahagia di negeri orang, sampai bandara masih di palak juga. Huwh...!! Saya salut Mba mau membantu dia.

    Idenya menurut saya sangat bagus dan harusnya itu diterapkan di Indonesia tercinta. Kalo bisa sih, Indonesia harusnya mengirimkan tenaga terampil ke luar negeri, bukan mengirimkan pembantu yang kebanyakan nasibnya dibodihi dan disiksa.

    Good post, Re. BTW kuliahnya di kampus apa?

    ReplyDelete
  4. duit milyaran kok dibeliin krupuk sih?? lha mbok ya dibeliin jajan permen cicak aja, warna-warni looohh


    *komen-seenak-jidad-sambil ngebayangin-punya-duit-milyaran*

    ReplyDelete
  5. Gw inget waktu satu pesawat dengan para TKI dari dan ke Colombo dengan Emirates. Doh, trenyuh melihat kepolosan dan keluguan sebagian besar dari mereka. Di pesawat, tiap ada pengumuman dalam bahasa Inggris, pasti nanya ke gw minta diterjemahin. Trus pas balik, di Bandara petugas teriak2x kayak menggiring apa gitu buat mereka ambil jalur khusus TKI...

    Sebenernya semua pekerja formal ato informal itu TKI yak, tapi kok kayak ada pengkotak2x-an dan pengkelas2x-an.

    Gw berharap TKI kita bisa dihargai kayak tenaga kerja Philipina yang solid n disegani di LN, sampe2x pemerintah turun tangan membela warganya yang teraniaya. Salut deh gw... Semoga pemerintah mau membuka mata n memberikan tempat khusus pada para TKI ini, pahlawan devisa... (tapi terabaikan dan teraniaya, ironis.)

    ReplyDelete
  6. > Linda Belle:
    Iyah, kasian banget kan mereka..

    > Fuda:
    Gw juga pengen nampol tukang palak itu! Nyebelin! Haha!
    BENEERR..salut banget buat para TKI dengan usaha dan niat mereka!!

    > Kampanye Damai Pemilu 2009:
    Setuju banget tuh! Ke depannya emang ada baiknya kalo kita emang ngirimin tenaga terampil ke luar negeri! Orang Indonesia pinter-pinter, rajin-rajin dan punya POTENSI besar!!

    Saya ga kuliah di Malaysia, tapi di Philippines :)

    > TATARI:
    hahaha, perumpamaan say..biar tahu kalo duit milyaran tuh banyak!

    > Felicity:
    Iya bener, kenapa sih mereka harus ditempatkan di kasta yang paling rendah? Harusnya diperlakukan sama..

    Setuju say! Secara gw dulu sekolah di Philippines :) Salut setengah mati dengan system ketenaga kerjaan mereka. Ada bagusnya kita belajar dari mereka :)

    ReplyDelete
  7. pahlawan devisa itu kan hanya bahasa halusnya birokrat, dalam hati mereka tetap aja dianggap pembokat. padahal, mereka lupa, seorang 'ayah' mestinya malu ketika 'anaknya' minta penghidupan pada orang lain.

    ReplyDelete
  8. pertama aku salut ama anda yang sangat ringan tangan....
    kasian yah mereka.....seakan2 pemerintah ini menutup mata kepada mereka.....kenapa tak ada LSM yang khusus menangani masalah TKI ini......
    biar mereka mendapat perlakuan yang adil alias ada yang mengontrol mereka.......
    yang suka malak itu mbak memang kayaknya sudah kagak punya hati alias setan and sudah pasti neraka tujuan hidupnya.....

    kalaupun pemerintah turun tangan biasanya nanti terjadi kecelakaan baru repot......
    merekla tdak mau ngurus mreka dari awal......

    ReplyDelete
  9. Maunya pemerintah berperan lebih besar dalam mengatasi ini..PAHLAWAN DEVISA kan? Mereka patut diberi perlindungan hukum.
    btw..mbak retrira boleh kenal lebih dekat tidak? emailku isti_sari@yahoo.com. thanks

    ReplyDelete
  10. jadi bertanya-tanya , yg mbikin aturan palak memalak TKI itu siapa ? terus apa ndak ada yg negur kalo ato menangkap basah oknum yg malak2 itu ? kalau hal ini sdh jadi rahasia umum ? duh .. kok jadi inget korupsi ya , banyak yg takut utk mengungkap akhirnya jadi budaya yg dah mengakar di mana-mana

    ReplyDelete
  11. dipalak..kasian yah..begitulah, ga pernah ada yg menganggap jasa-jasa mereka ato at least orang yang memperjuangkan ekonomi keluarga lah. yang jadi TKI selalu dipandang rendah, dikira bego (soalnya dilaur mereka kerjaannya dianggap kelas rendah. dasar ga punya hati! pulang palak blegukk!!!
    tapi gue pribadi salut ama para TKI. semangat dan kerja keras mereka bikin orang-orang yang disayanginya (bahkan negara) masih tetap bernapas sampe sekarang.
    Hidup TKI!! *jadi TKI aaah*

    ReplyDelete
  12. dah tahu para tki klo pulang dipalak,tp aparat yg berwenang pura2 ga tahu

    ReplyDelete
  13. derita TKI
    pdhl mereka udah berkontribusi..
    tp biasanya malah dianggap "nyusahin" pemerintah.. macam mana..

    ReplyDelete
  14. Tak banyak orang yang punya empati seperti retrira. sebenarnya terminal 3 sering menjadi sorotan media sebagai tempat eksploitasi para TKI. tapi tetap saja memang entah kenapa tidak bisa dikendalikan.
    Turut berduka bagi para pahlawan devisa kita

    ReplyDelete
  15. semua crita-mu itu benar ret.
    para pahlawan devisa kita ini menjadi sumber pemalakan di bandara sana. kayak sapi perah.
    padahal dari awal mereka berangkat, mereka udah pinjam duit sana-sini. kerjanya kayak rodi.
    eh,sampe di negara kita yang tercinta ini, diperas lagi.
    pdahal sila pertama dari pancasila kita KTYME.
    so???

    ReplyDelete
  16. Aduh, aku merinding mb bacanya.. kok ya tega2nya malak. Seharusnya para TKI itu bersatu melawan ketidakadilan ini ya..

    ReplyDelete
  17. kerja untuk sebuah mimpi dengan resiko mati atau terhina karena diperkosa. Seharusnya stop pengiriman TKI perempuan, bukannya menepelekan kekuatan wanita tapi saya rasa di negeri sendiri lebih aman.

    Kalau TKI pria masa mau diperkosa?

    ReplyDelete
  18. > sibaho:
    aku suka dengan statement kamu!

    > www.katobengke.com:
    Ide kamu mengenai LSM untuk menangani masalah ini bagus banget! yang saya tau, ILO sedang bikin approachment untuk memperbaiki sistem TKI yang ada sekarang. Doh, kalo soal tukang palak...biar Tuhan aja deh yang bales!!!

    > isti:
    iya mbak, mudah-mudahan pemerintah mo buka mata untuk memperbaiki kekurangan disana-sini dan yang pasti memberikan mereka perlindungan :) aku udah add mbak isti di yahoo aku :)

    > jelajahiduniaely:
    ga tau deh siapa yang mulai acara palak-memalak ini :( emang kayaknya udah mengakar mbak. Tapi kita harus OPTIMIS supaya sistem ini bisa dibenahi dan ga merugikan para TKI..

    > nie:
    gw juga salut ama mereka. mereka bisa ngidupin keluarga, punya bisnis kecil-kecilan dan malah MEMBANTU NEGARA ini.. mereka patut dihormati..

    > jerova:
    aparat kan dapet jatah....ntar jerova kalo udah gede jangan suka malakin ya...ga baik! apalagi malakin TKI!

    ReplyDelete
  19. > dee:
    ironis banget kan say... speechless ga sih melihat kenyataan ini?

    > cipu:
    iya, kenapa ya ga bisa dikendalikan dan dibenahi gitu? sedih banget..

    > budiawanhutasoit:
    ga ngerti deh kenapa yah ada orang yang ga punya hati dan tega ama mereka....padahal sama-sama TEMEN SEBANGSA..orang udah susah malah ditambah susah lagi....

    > meidy:
    iya, mereka harusnya bersatu untuk melawan ketidakadilan ini..tapi dengan minimnya pendidikan yang mereka punya jadi sedikit menghalangi... makanya, kita-kita yang educated dan punya hati ini mudah-mudahan bisa ngebantuin mereka :)

    > mencobahidup:
    no doubt bekerja di indonesia akan jauh lebih aman..tapi apakah lapangan pekerjaannya ada buat mereka? mereka berangkat karena kurangnya lapangan pekerjaan....

    duduk di rumah tanpa berusaha nungguin durian runtuh sampe lebaran monyet (menjiplak apa yang dikatakan fuda) mungkin ga bakalan dapet..makanya mereka bekerja di luar negeri dengan segala resiko yang ada....menyedihkan bukan??

    ReplyDelete
  20. Saya pernah survey tentang hal ini. Kesimpulan sementara adalah:
    1. PJTKI banyak yang asal kirim TKW tanpa pelatihan cukup.

    2. TKW menghalalkan segala cara untuk pergi kerja ke LN.

    3. Pemalak terdiri dari berbagai unsur, yakni berseragam coklat, hijau, bersafari, LSM, dan berdasi.

    4. Pihak Pemerintah belum optimal bekerja untuk rakyat.

    Kesimpulan ke-3 lah yang memperparah keadaan.

    ReplyDelete
  21. > bagus pras:
    wwooww..kamu hebat sampe pake survey segala...

    kalo diliat dari hasil survey kamu tetep ya semua pihak harus kerjasama dengan baik.. dari agennya, TKI-nya maupun pemerintah..

    ga tau nih ya kenapa pemerintah kok kayaknya ga ambil pusing masalah ini???

    MAKASIH SHARINGNYA! bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  22. Yup sama pemikiran kita...
    Intinya belum ada perhatian khusus dari pemerintah kita..kalopun ada sifatnya masih normatif belaka...

    Oh mereka adalah "Pahlawan2 Yang Terbuang"

    ReplyDelete
  23. Sudah saya baca kisah pertolongan anda. untung ada anda, kalo nggak gak tau berkurang berapa tuh duit. Nggak untungnya, cuma satu TKI yang turun bersama anda hari itu.
    Kapan saya bisa bikin lagu tentang TKI ya? O ya usulan anda tentang peminjamn modal untuk berangkat kerja ke luar negri tu bagus.

    ReplyDelete