Tips

Tuesday, November 4, 2008

Pahlawan Pemberantas KKN

“Titip uang, mungkin kurang – Titip omongan pasti lebih”
Suatu kali saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian wawancara penerimaan karyawan untuk posisi Tender & Contract Administrator di sebuah perusahaan multinasional bonafide yang bergerak di bidang eksplorasi minyak bumi. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dengan modal doa restu dari keluarga, sedikit percaya diri dan banyak groginya, saya pun melangkahkan kaki memasuki ruangan wawancara.

Berbagai macam pertanyaan dalam bahasa Inggris pun dilontarkan. Saya berusaha memutar otak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan baik dan meyakinkan. Tiba pada pertanyaan terakhir, tim penguji bertanya “Di lingkungan kerja seperti apa atau dengan orang seperti apa anda tidak dapat bekerja dengan baik?” Sebuah pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab, namun berbekal sejumlah research di internet mengenai prinsip-prinsip yang dipegang oleh perusahaan tersebut, maka saya pun menjawab dengan cukup percaya diri dengan mengatakan “Saya tidak dapat bekerja dengan orang-orang dan di lingkungan yang tidak memiliki integritas.” Senyum pun merekah dari wajah para tim penguji, sepertinya mereka cukup puas dengan jawaban saya. Maka saya meninggalkan ruangan wawancara tersebut tetap dengan doa, percaya diri dan tidak grogi sama sekali!

Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan kabar melalui telepon yang menyatakan bahwa saya diterima untuk bergabung bekerja dengan perusahaan tersebut. Senangnya bukan main, ternyata doa dan usaha saya tidak sia-sia! Siapa sih yang tidak senang mendapatkan tawaran bekerja di perusahaan eksplorasi minyak? Walaupun harus merelakan diri tinggal di tempat terpencil tapi at least masa depan terjamin!

Di hari pertama saya bekerja, saya langsung dipertemukan dengan Direktur perusahaan yang juga menjadi salah satu anggota Tim Penguji pada saat saya diwawancara. Pada kesempatan tersebut beliau menjelaskan alasan Manajemen menjatuhkan pilihan mereka pada saya dibandingkan dengan kandidat yang lain karena mereka terkesan atas komitmen integritas saya. Dijelaskan lebih lanjut bahwa pekerjaan yang akan saya tangani ini berhubungan banyak dengan tender dan kontrak yang notabene isinya hanya masalah duit dan persaingan, jadi mereka memang membutuhkan orang-orang yang memiliki integritas tinggi. Dengan alasan agar rahasia penawaran perusahaan tidak jatuh ke tangan yang salah, apalagi pesaing, bisa berabe! Mendengar hal itu, saya pun jadi semangat untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik supaya dapat menunjukkan kepada manajemen kalau mereka tidak salah menjatuhkan pilihannya pada saya!

Mulailah saya mempelajari hal-hal baru mengenai persyaratan tender maupun kontrak. Urusan pekerjaan kantor berjalan, hubungan pertemanan di kantor juga berjalan. Saya mulai mengenal beberapa teman kantor yang akhirnya menjadi teman baik saya.

Suatu saat ketika sedang makan siang di kantin kantor, seorang teman bertanya kepada saya “Waktu wawancara, kamu sempat ditanya hal-hal yang berhubungan dengan memberantas KKN tidak?” Karena saya orangnya jujur (hmm), maka saya menjawab Tidak karena hal memberantas KKN memang tidak ditanyakan pada saat saya wawancara. Dahi teman saya berkerut dan dia tampak kebingungan. Dengan perasaan ingin tahu, saya menanyakan mengapa dia tampak bingung dengan jawaban saya, tapi dia hanya menggelengkan kepala. Melihat hal itu, saya pun tidak mau bertanya lebih lanjut dan memilih untuk mengganti topik pembicaraan kami.

Keesokan hari masih dengan perasaan penasaran, akhirnya saya menanyakan hal yang sama kepada teman saya mengenai kebingungan dia soal pemberantasan KKN. Setelah diancam dengan sedikit paksaan akhirnya dia mengatakan pada saya bahwa gossip yang beredar di seputar kantor pra kedatangan saya adalah alasan manajemen menerima saya di perusahaan tersebut adalah karena saya ingin memberantas KKN.

Tanpa dapat dikontrol, saya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar cerita teman saya. Oh my God, memangnya saya ini anggota rahasia Komisi Pemberantas Korupsi? Mau memberantas KKN di perusahaan tersebut?? Ada-ada saja!

Ternyata, sang Direktur Perusahaan ini sempet menjelaskan kepada orang-orang dalam bahasa Inggris alasan Menejemen menerima saya seperti yang sudah disebutkan di atas tadi karena komitmen integritas saya. Beliau menambahkan dengan memberikan perumpamaan bentuk integritas tersebut dengan komitmen untuk tidak melakukan KKN. Naaa...ternyata orang-orang langsung menyimpulkan KKN-nya doannggg. Secepat kilat gosip pun beredar mengenai hal ini..

Dengan polosnya teman saya menambahkan bahwa pada hari kedatangan saya hampir seluruh isi kantor penasaran ingin tahu bentuk dan rupa dari “Pahlawan Pemberantas KKN.” Tentulah setelah melihat kenyataan yang ada sebagian dari mereka merasa kecewa, karena pahlawan yang gencar-gencarnya mengatakan ingin memberantas KKN ini hanya seorang perempuan berbadan kecil, kurus, hitam dan hidup lagi!! Penonton kecewa…

5 comments:

  1. Wah benar-benar jadi pahlawan pemberantas KKN, sekalian aja daftar di KPK. hihihi.
    Oh yah ini link ku yang lain http://cipukun.blogspot.com
    Link ku add ke link ku yah?

    ReplyDelete
  2. wah, selamat memberantas KKN deh. hehehe....

    ReplyDelete
  3. KKN emang perlu dibasmi.korupteor jelek, sialan...!
    salam kenal ya mba..
    wawancara kerja anda oke juga tuh.

    ReplyDelete
  4. > enno:
    makasih udah mampir dan menikamti cuapan aku :)

    > cipu:
    haha, mo daftar KPK kagak masuk2 nih..sial (denger-denger gajinya gede lho..) hihi.. udah aku link ya kamu..makaci!

    > ali:
    hahaha, iya lagi sedang memberantas..tapi memberantas nyamuk di kantor..wakakaka..

    > anas:
    makasih udah mampir dan salam kenal juga :) Emang koruptor jelek! Menyebalkan! Bikin negara ancur..patut dibasmi!!

    ReplyDelete