Sebuah imel masuk ke inbox saya. Ketika saya liat nama sendernya - Emmanuella, saya langsung berasumsi kalo imel ini pasti GA PENTING karena saya yakin isinya ga jauh-jauh dari joke murahan tapi bisa bikin pipis di celana saking lucunya ato hal-hal yang berbau traveling yang selalu bikin ngeces dan ngiler setengah mati, kadang-kadang indikasi ekstrim malah bisa mengakibatkan serangan jantung!
Waktu saya buka imel itu, ternyata hanya imel forwardan yang ga ada lucu-lucunya dan ga berbau traveling sama sekali. Saya curiga..
Setelah saya baca imelnya secara detail, saya tertegun. GLEG GLEG GLEG. Baru membaca
judulnya saja saya sudah merinding..
Ternyata ini adalah sebuah kompetisi menulis dan budget planning yang disponsori oleh sebuah penerbit kenamaan bernama Bentang Pustaka yang sudah banyak menerbitkan buku-buku keren seperti The Naked Traveler, Laskar Pelangi, Perahu Kertas dan masih banyak lagi.
Saya langsung tergiur untuk terjun langsung berpartisipasi dalam kompetisi ini, mengingat saya akan melakukan perjalanan ke India di bulan Februari. Tapi, saya hampir pingsan ketika saya liat tanggal penutupan kompetisi ini. WAKS, 2 hari lagi! Gimana caranya saya mau bikin proposal yang berkualitas kalo cuman punya 2 hari?
Tapi keinginan saya untuk mewujudkan impian saya ternyata lebih besar dari apapun. Jadi, selama sisa 2 malam itu, saya bersemedi dan berkutat di depan komputer ditemenin Goggle.com, Lonely Planet dan sebuah buku yang saya pinjam dari seorang teman berjudul 100 Wonders of India. Detik-detik terakhir di hari terakhir kompetisi ini ditutup, proposal saya selesai juga dan langsung saya kirimkan ke Bentang Pustaka melalui imel.
Menurut jadwal kompetisi, 5 pemenang yang dipilih akan segera ditunjuk dan dihubungi satu hari setelah kompetisi ditutup. Saya sudah grogi dan kebelet menanti-nanti berita bagus hari itu. Tapi berita baik itu ga kunjung datang. Sedihnya. Saya pun serta merta melupakan kompetisi ini.
Seminggu kemudian
Jam 3 sore ha-pe saya berdering, nomornya ga saya kenal. Biasanya saya suka sok ngartis, suka males ngangkat telpon yang ga saya kenal, takut-takut telpon salah sambung dan saya disangka ibu lurah. Tapi ga tau, saat itu saya putusin untuk ngangkat ha-pe saya.
BP: “Mbak, saya dari Bentang Pustaka, sudah baca imel?”
RTR: “Ehm, belum mbak”
BP: “Saya cuman mau ngasih tau kalo mbak masuk 10 besar untuk kompetisi menulis”
RTR: GLEG
BP: “Mbak diharuskan membuat budget proposal harian untuk perjalanan ke India. Waktunya ga banyak mbak, paling lambat jam 12 siang besok harus dikumpulkan. Lewat dari jam 12, proposal sudah ga diterima lagi karena jam 12.15 proposal akan segera dikirim ke Trinity yang menjadi juri kompetisi ini”
Saya bengong dan ga percaya. Dan kali ini udah berasa pengsan beneran karena waktu yang dikasih ga banyak, saya lagi flu berat dan huruf N di keyboard laptop saya copot. Gimana mo ngetiknya coba? Kenapa bukan huruf X ato Z aja sih yang copot?? Agh, kenapa semua masalah harus berjatuhan di waktu yang sama waktu saya harus berkonsentrasi penuh dengan proposal ini..
Malam itu, ditemani dengan tissue satu roll, lagu-lagu koleksi mas John Mayer dan five for fighting, laptop bobrok yang huruf N-nya copot, Google.com, Wikitravel, Lonely Planet dan seorang teman orang Belanda yang gilak dan maniak dangdut bernama Jorrit di YM, saya kerja rodi berusaha menyelesaikan proposal. Jam 11 malem masih 40%. Jam 2 pagi hanya 60%.
Kebayang dong gimana susahnya harus bikin budget proposal ke negara yang belum pernah kita kunjungi sama sekali. Harus research dan berpikir keras membayangkan harga satu botol air berapa? Harga bus ato kereta yang akan saya naikin berapa? Harga tiket masuk ke objek wisata berapa?
Saya udah mulai gedek dan eSmosi jiwa. Sudah hampir menyerah, serta merta Jorrit mendadak menjadi cheerleader dangdut buat saya. Tepat jam 4 pagi, proposal saya selesai dan saya kirim. Segera saya tewas terkapar di tempat tidur..
Dengan modal tidur 3 jam saja, badan saya dipaksa segar bugar untuk pergi ke kantor dan menghadiri meeting sepanjang hari itu. Kesibukan seharian membuat saya hilang ingatan soal kompetisi sampe jam 5 sore ha-pe saya berdering lagi.
BP: “Mbak, selamat sudah terpilih menjadi salah satu pemenang kompetisi menulis yang diadakan Bentang Pustaka”
WAAAAAAAAAAAAAHHHHHUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…
Saya lompat kegirangan! Norak-norak bergembira!! Kegembiraan tak terkatakan dan terungkapkan!! Saya menang!! Seneng banget!!!!
Jadi… apa sih sebenarnya hadiah yang saya dapatkan?
Sesuai dengan judul kompetisinya, Bentang Pustaka akan membiayai perjalanan saya ke India dan cerita perjalanan saya di India akan dijadikan sebuah buku..
Tip your hat and cross your fingers for me yah! Semoga impian sederhana saya ini diberkati… perjalanan saya lancar dan buku saya bisa diterbitkan…. AMIN!

